
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Muhammad Nasyir membenarkan hal itu. Menurutnya sejumlah pusat perbelanjaan yang telah menyatakan siap untuk terhubung dengan stasiun-stasiun MRT adalah Plaza Blok M, Pasar Blok A, dan salah satu showroom mobil yang ada di Jalan Fatmawati, Cipete.ย
โKami tengah mengadakan pembicaraan dengan beberapa pengelola gedung lainnya yang tertarik terhubung dengan stasiun-stasiun MRT, tak hanya di jalur MRT koridor layang, tetapi juga di jalur MRT koridor bawah tanah, dari Bundaran HI hingga Sisingamangaraja,โ jelasnya di Jakarta belum lama ini.
Menurutnya untuk koridor bawah tanah (underground) yang sudah memastikan ingin terintegrasi dengan stasiun MRT di antaranya gedung Wisma Sudirman.
Pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran lainnya di sekitar stasiun MRT, diharapkan juga bisa terhubung dengan stasiun MRT guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di tengah kota dan mengurangi kemacetan Jakarta.
Direktur PT Pakuwon Jati selaku pengelola Plaza Blok M, Stefanus Ridwan optimis dengan terhubungnya Plaza Blok M dengan stasiun MRT akan meningkatkan jumlah pengunjung ke pusat perbelanjaan terkemuka di kawasan Blok M itu.
Menurutnya pengintegrasian ini akan sangat menguntungkan bagi Blok M Plaza karena akan memudahkan pengunjung yang tidak membawa kendaraan. โPengunjung yang biasa pakai kendaraan pribadi juga akan mau menggunakan MRT ke Blok M Plaza,โ ujarnya.
Pihaknya, lanjut Stefanus juga berencana membangun area perkantoran di Plaza Blok M yang pembangunannya ditargetkan akan selesai sebelum pembangunan MRT rampung.
Ketua Umum DPP Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Handaka Santosa mengatakan dengan terhubungnya stasiun MRT ke sejumlah mal di Jakarta akan berdampak positif yakni kian mengembangkan berbagai sektor, salah satunya ritel seperti yang dirasakan Singapura.
Di Singapura, lanjut Handaka, antara satu mal dengan mal yang lain itu punya shuttle bus sehingga memudahkan masyarakat juga untuk berbelanja.
Dengan disinergikan stasiun MRT dengan pusat-pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta, tambahnya akan juga berdampak mengurangi kemacetan. โOrang yang biasa menggunakan mobil pribadi, pasti akan memilih menggunakan MRT ke mal-mal sehingga mengurangi kemacetan,โ ujarnya.
Proyek pembangunan MRT saat ini tengah memasuki tahapan konstruksi skala besar untuk jalur layang. Tahapan ini merupakan kelanjutan dari tahapan konstruksi skala besar untuk jalur bawah tanah yang telah dilakukan sejak April 2014.
Berdasarkan pantauan Travelplusindonesia, sejak akhir pekan lalu, pembangunan konstruksi layang skala besar proyek MRT di kawasan Blok M telah dimulai.
Tahapan ini dimulai dengan pembuatan pondasi kolom Stasiun Blok M yang berada di median jalan.
Pekerjaan pembuatan fondasi dilakukan dengan pengeboran untuk tiang fondasi jalan melayang (viaduct) dan pemasangan jembatan (pier).
Kemacetan lalu lintas pun tak terhindari arena bagian tengah median jalan akan ditutup selama tiga bulan untuk digunakan sebagai area kerja.
Pihak pengelola terpaksa melakukan rekayasa lalu lintas akibat terjadi pengurangan lajur jalan.
Blok M dan sekitarnya nantinya bakal menjadi salah satu hub (pusat) yang semakin ramai karena stasiun MRT akan terhubung dengan sejumlah pusat perbelanjaan di kawasan tersebut.

Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami mengatakan konstruksi layang skala besar menjadi salah satu bukti nyata kemajuan proyek MRT. โIni merupakan tahapan penting untuk membangun kepercayaan publik bahwa proyek MRT terus berlangsung di lapangan. Kami memberi tahu kepada masyarakat bahwa tahapan pembangunan dilaksanakan sesuai jadwal,โ katanya.ย










