
Tahun ini, TEIU melakukan survey dan penilaian terhadap 140 kota di dunia dengan menerapkan lima kriteria pokok penilaian yakni infrastruktur, stabilitas, kesehatan, budaya dan lingkungan serta pendidikan.ย
Kriteria pokok di bidang infrastruktur, dirinci lagi menjadi beberapa sub kriteria yang dinilai, seperti penilaian ketersediaan dan kualitas infrastruktur, kualitas transportasi publik, jaringan transportasi internasional, dan akses terhadap perumahan yang layak huni.
Sub kriteria di bidang stabilitas yang dinilai antara lain potensi ancaman teror, potensi kerusuhan massal, dan sebagainya. Untuk kriteria kesehatan, yang dinilai antara lain pelayanan kesehatan publik, kualitas pelayanan kesehatan, ketersediaan dan kemudahan akses pelayanan kesehatan.
Sub kriteria bidang lingkungan adalah kondisi iklim, kelembaban kota, kemudahan berolah raga, dan lainnya. Sedangkan sub kriteria bidang budaya antara mencakup pula tingkat korupsi, pelarangan yang bersifat sosial, agama, permasalahan sensor, dan akses untuk menampilkan hal-hal yang berbau budaya.
Sementara penilaian bidang pendidikan, selain ketersediaan dan kualitas pendidikan swasta dan publiknya, juga tingkat kemudahan untuk mendapatkan sarana pendidikan.
Hasil survey dan penelitian itu ada 10 kota ternyaman di dunia versi TEIU yakni Melbourne di peringkat pertama. Disusul Vienna,Vancouver, Toronto, Calgary, Adelaide, Sydney, Helsinki, Perth, dan Auckland diurutan kesepuluh.
Dari data di atas, terlihat Australia mendominasi. Selain Melbourne, ada Adelaide, Sydney, Perth, dan Kota Auckland.
Melbourne yang merupakan kota kedua terbesar di Australia setelah Sydney kembali menyandang gelar kota ternyaman di dunia karena dianggap sangat layak dan nyaman untuk ditinggali karena sangat lengkap fasilitas kotanya dan minim tingkat kejahatannya.
Melbourne juga dinilai memiliki warga yang ramah terhadap turis sekalipun warganya banyak yang berasal dari luar kota tersebut. Selain iu prasarana dan sarana publik serta transportasinya dinilai sangat peduli terhadap orang tua dan orang cacat.
Bagaimana dengan Jakarta? Jakarta ternyata berada diurutan ke-118 tahun lalu. Kendati lebih nyaman dibandingkan dengan Hanoi, Vietnam (ke-120) dan Phnom Penh, Kamboja (ke-125). Namun, Jakarta kalah nyaman daripada Singapura yang emnduduki peringkat ke-52, Kuala Lumpur (ke-77), Bangkok (ke-101), Bandar Seri Begawan (ke-103), dan Manila (ke-105).

Jika menurut versi TEIU Jakarta berada di posisi 1I8 sebagai kota ternyaman di dunia, lain halnya dengan versi Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) yang telah men-survey 15 kota besar di Indonesia berdasarkan sejumlah indikator penilaian pada tahun 2012.ย












