
Blue print tersebut berisi strategi untuk menjadikan Indonesia sebagai sumber inspirasi melalui prognosa tren, dan pemetaan kerja sama empat kementerian yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian serta Kementerian KUKM (Koperasi dan UKM).
Blue print ini mengusung 3 strategi dalam pencapaian inovasi kreatif dengan menjunjung budaya lokal yaitu melalui riset, pembinaan, dan peningkatan kompetensi, serta peningkatan kinerja usaha. Diharapkan industri mode akan bersatu untuk fokus pada produk siap pakai dengan target kelas menengah.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu dalam siaran pers-nya menyatakan bahwa fashion penting diperhatikan dan perlu mendapat dukungan. Bukan semata untuk mengejar program pemerintah yang mencanangkan Indonesia dapat menjadi salah satu pusat mode dunia pada 2025, tapi karena industri fashion sendiri memberi banyak kontribusi terhadap ekonomi masyarakat juga negara.
โFashion terbukti mampu memberikan lapangan pekerjaan kepada jutaan orang. Fashion Indonesia juga penting mendapatkan perhatian dalam pengembangannya, karena potensinya besar, baik produknya yang beragam juga potensi penggunanya yang besar,โ jelasnya.
Kerjasama semua pihak bukan hanya pemerintah namun juga dunia usaha, asosiasi dan dunia pendidikan diperlukan untuk mencapai visi bersama ini, dengan misi utama mensejahterakan rakyat Indonesia melalui kreatif mode.
ย Menurut Marie lagi, visi perlu didukung semua pihak terkait, yaitu pemerintah, dunia usaha, asosiasi profesi dan dunia pendidikan. โSemua itu untuk mencapai misi utama yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif di bidang mode,โ tegasnya.
Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: Ilham-Humas Kemenparekraf









