
Tahun Kabisat (Bahasa Inggris: Leap Year) adalah sebuah Tahun Syamsiah di mana pada tahun tersebut jumlah hari tidak terdiri dari 365 hari tetapi 366 hari.
Maka untuk mengkompensasi hal ini, setiap 4 tahun sekali (tahun yang bisa dibagi 4), diberi 1 hari ekstra: 29 Februari. Tetapi karena 5 jam 48 menit 45,1814 detik kurang dari 6 jam, maka tahun-tahun yang bisa dibagi 100 (seperti tahun 1900), bukan tahun kabisat, kecuali bisa dibagi dengan 400 (seperti tahun 2000).
Terdapat algoritma atau perhitungan mudah untuk menentukan apakah suatu tahun termasuk tahun kabisat atau bukan sebagai berikut:
Jika angka tahun itu habis dibagi 400, maka tahun itu sudah pasti tahun kabisat.
Jika angka tahun itu tidak habis dibagi 400 tetapi habis dibagi 100, maka tahun itu sudah pasti bukan merupakan tahun kabisat.
Jika angka tahun itu tidak habis dibagi 400, tidak habis dibagi 100 akan tetapi habis dibagi 4, maka tahun itu merupakan tahun kabisat.
Jika angka tahun tidak habis dibagi 400, tidak habis dibagi 100, dan tidak habis dibagi 4, maka tahun tersebut bukan merupakan tahun kabisat.
Kalender yang digunakan secara umum di dunia ini disebut kalender Masehi atau kalender Gregorian. Kalender Gregorian adalah kalender yang sekarang paling banyak dipakai di Dunia Barat. Ini merupakan modifikasi Kalender Julian. Yang pertama kali mengusulkannya ialah Dr. Aloysius Lilius dari Napoli-Italia, dan disetujui oleh Paus Benedictus pada tanggal 24 Februari 1998. Penanggalan tahun kalender ini, berdasarkan tahun Masehi.
Kalender ini diciptakan karena Kalender Julian dinilai kurang akurat, sebab permulaan musim semi (21 Maret) semakin maju sehingga perayaan Paskah yang sudah disepakati sejak Konsili Nicea I pada tahun 325 tidak tepat lagi.Lalu pada tahun 1582, Kamis-4 Oktober diikuti Jumat-15 Oktober.
Satu tahun dalam Kalender Julian berlangsung selama 365 hari 6 jam. Tetapi karena revolusi Bumi hanya berlangsung selama 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik, maka setiap 1 milenium, Kalender Julian kelebihan 7 sampai 8 hari (11 menit 14 detik per tahun). Masalah ini dipecahkan dengan hari-hari kabisat yang agak berbeda pada kalender baru ini. Pada kalender Julian, setiap tahun yang bisa dibagi dengan 4 merupakan tahun kabisat. Tetapi pada kalender baru ini, tahun yang bisa dibagi dengan 100 hanya dianggap sebagai tahun kabisat jika tahun ini juga bisa dibagi dengan 400.
Orang-orang yang berulang tahun pada tanggal 29 Februari dapat merayakannya pada 28 Februari atau 1 Maret. Sebuah hukum di Inggris tahun 1256 menghitung tanggal 29 Februari dan 28 Februari sebagai satu hari sehingga orang yang lahir di tanggal 29 Februari di Inggris dan Wales secara legal mencapai umur 18 atau 21 tahun pada tanggal 28 Februari. Selamat Ulang Tahun!
Ulang tahunnya kali ini dirayakan bersama dengan keluarga besarnya. Ulang tahun Margaret jadi kian spesial karena dirinya mendapat kartu ucapan selamat dari Ratu Inggris, Elizabeth II mengingat Margaret merupakan warga Inggris tertua yang lahir pada tahun kabisat.
Margaret telah memiliki 3 anak dan 5 cucu, serta 7 cicit. Jika dihitung secara normal, usia Margaret telah mencapai 100 tahun. Namun Margaret masih aktif bekerja hingga usianya mencapai 80 tahun.
Setiap pagi, Margaret selalu bangun pukul 07.30 waktu setempat untuk kemudian berjalan pagi. Bagi wanita seumuran dirinya, Margaret termasuk masih aktif. Mungkin hal ini yang membuatnya panjang umur.
“Saya tidak tahu jika ada orang lain yang berusia 100 pada ulang tahun ke-25 mereka, itu tentu sangat tidak biasa. Hingga saat ini, dia masih sangat aktif. Dia pergi keluar untuk jalan-jalan setiap harinya. Dua kali seminggu dia bermain bingo. Dia bahkan masih bekerja hingga usianya 80 tahun di sebuah toko,” ujar putri Margaret, Sylvia (72), seperti dilansir oleh Daily Mail, Rabu (29/2/2012).
“Semoga umur panjangnya menurun di keluarga kami,” imbuhnya.
Margaret yang merupakan anak ketujuh dari sepuluh bersaudara ini, lahir sekitar tahun 1912-an di Lymington, Hampshire, Inggris. Dia kemudian menikah pada tahun 1933 dengan seorang pria bernama John di Southampton dan menetap di sana.
Tak lama usai mereka merayakan ulang tahun pernikahan ke-50, John meninggal dunia pada usia 78 tahun. Margaret pun pindah ke Crediton, Devon, agar lebih dekat dengan putrinya. Selama menjalani hidupnya, Margaret mengakui dirinya telah melalui banyak peristiwa yang baik maupun buruk. Namun dia merasa memiliki kehidupan yang bahagia dan tidak ingin mengubah apapun di masa lalunya.






































