![]() |
| Masjid Agung Sumedang, Jawa Barat. |
Sumedang, kota kecil yang bersemboyan Sumedang Tandang Nyandang Kahayang, kini menjadi ibukota Kabupaten Sumedang, terkenal dengan Tahu Sumedang-nya. Kota yang mejadi tempat pengasingan seorang Srikandi Bangsa, Pahlawan Nasional dari Nangroe Aceh Darussalam, Cut Nya’ Dien di masa penjajahan Belanda, dan makam beliau pun kini menjadi salah satu objek wisata religi di Sumedang. Sumedang, sudah sejak lama memiliki masjid tua bersejarah, bernama masjid Agung Sumedang, masjid terbesar di Kabupaten Sumedang.
![]() |
Pangeran Aria Soeriaatmadja (bupati Sumedang di tahun 1882-1919), dikenal dengan julukan “Pangeran Mekkah”, karena wafat di Makkah. |
![]() |
| Beberapa detil Masjid Agung Sumedang. |
Restorasi itu meliputi perbaikan lantai, atap, dan ornamen. Penataan halaman, pemagaran, pemugaran tempat wudhlu. Untuk menambah kesan megah, masjid yang merupakan perpaduan arsitektur etnis Tionghoa dan Islam itu, kini di bagian selatan bangunan didirikan menara setinggi 35,5 meter. Sedangkan untuk memberikan rasa nyaman bagi mayarakat yang datang ke sana, halaman parkir diperluas dengan merelokasi bangunan Kantor Departemen Agama, Pengadilan Agama, dan Gedung Dakwah Islam yang mengapit masjid tersebut.
![]() |
Atap bersusun tiga Masjid Agung Sumedang |
![]() |
Alqur’an raksana di Masjid Agung- Sumedang |















