Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Otomotif
  • Sports
  • Teknologi
  • More
    • Explore
    • Religi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Food & Travel
    • Lainnya
  • Artikel
    • Biodata Viral
    • Chord Lirik
    • Religi
    • Resep Masakan
    • Ulasan Film
    • Tempo Dulu
  • Network
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Otomotif
  • Sports
  • Teknologi
  • More
    • Explore
    • Religi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Food & Travel
    • Lainnya
  • Artikel
    • Biodata Viral
    • Chord Lirik
    • Religi
    • Resep Masakan
    • Ulasan Film
    • Tempo Dulu
  • Network
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Edukasi

Ketimpangan Kekayaan di Indonesia: Cak Imin Ungkap 1% Orang Terkaya Kuasai Hampir Setengah Kekayaan Nasional

Khairul Anwar by Khairul Anwar
22.11.2025
Reading Time: 5 mins read
0
Ketimpangan Kekayaan di Indonesia: Cak Imin Ungkap 1% Orang Terkaya Kuasai Hampir Setengah Kekayaan Nasional

masa depan ekonomi Indonesia

ADVERTISEMENT

#Aopok.com – #Ketimpangan #ekonomi di #Indonesia #kembali #menjadi #sorotan, #setelah #Menteri #Koordinator #Pemberdayaan #Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), mengungkap temuan mengejutkan terkait distribusi kekayaan di Tanah Air. Menurutnya, 1% orang terkaya Indonesia menguasai hampir 50% total kekayaan nasional, sebuah kondisi yang dinilai semakin memperlebar jurang kesejahteraan antarkelompok masyarakat.

RELATED POSTS

Apakah Super Flu Subclade K Bisa Menjadi Pandemi Berikutnya?

Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia

Strategi Komunikasi Publik yang Humanis

Baca juga: Kondisi Gunung Semeru Saat ini Setelah Erupsi Hebat Yang Terjadi

Pernyataan tersebut disampaikan Cak Imin dalam keynote speech Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 yang digelar INDEF, Jumat (21/11). Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa ketimpangan ekonomi tidak hanya menjadi isu global, tetapi juga masalah serius di Indonesia.


1% Orang Terkaya Kuasai Hampir 50% Kekayaan Nasional

masa depan ekonomi Indonesia

Dalam paparannya, Cak Imin menekankan bahwa distribusi kekayaan yang sangat timpang menjadi salah satu hambatan utama dalam pemerataan kesejahteraan.

“Kita juga mendapati bahwa 1 persen orang terkaya di negeri ini menguasai hampir 50 persen total kekayaan nasional kita,” ujarnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar kekayaan masih terkonsentrasi pada kelompok kecil, sementara mayoritas masyarakat justru bertahan dengan kemampuan ekonomi yang stagnan.

ADVERTISEMENT

Pertumbuhan Ekonomi 5% Belum Menetes ke Rumah Tangga

Walaupun Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5%, menurut Cak Imin hal tersebut belum terasa di tingkat rumah tangga.

Baca Juga: Link LIVE STREAMING Timnas Indonesia U-22 vs Mali U-22: Preview, dan Jadwal Lengkap

“Pertumbuhan dan pemerataan masih berjalan di dua jalur yang berbeda. Makro tumbuh, mikro bertahan,” tegasnya.

Pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil tidak otomatis meningkatkan pendapatan masyarakat. Banyak keluarga, khususnya dari kalangan pekerja, petani, nelayan, hingga pelaku UMKM, masih menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya hidup yang tidak sebanding dengan peningkatan penghasilan.


Kemacetan Struktural: Ketika Pertumbuhan Tidak Menetes ke Bawah

Cak Imin menyebut kondisi tersebut sebagai “kemacetan struktural”. Istilah ini menggambarkan situasi ketika pertumbuhan ekonomi tidak mengalir ke kelompok masyarakat yang lebih luas, melainkan hanya berputar pada kelompok tertentu yang menguasai akses terhadap modal dan sumber daya ekonomi.

“Ekonomi tidak menetes dari atas ke bawah, tapi hanya bertahan di kantong-kantong sebagian orang, sementara sebagian lainnya tetap hidup dengan kantong yang kosong,” jelasnya.

Fenomena ini menjadi indikator bahwa model pembangunan saat ini perlu evaluasi serius. Jika tidak ditangani, ketimpangan dapat menjadi hambatan bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.


Mengapa Ketimpangan Kekayaan Berbahaya?

Ketimpangan ekonomi yang tinggi dapat menimbulkan sejumlah dampak negatif, antara lain:

  • Menurunnya mobilitas sosial, menyebabkan kesenjangan antargenerasi.
  • Melemahnya daya beli masyarakat, yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
  • Risiko ketidakstabilan sosial dan politik, jika masyarakat merasa semakin tidak diuntungkan.
  • Menurunnya produktivitas, karena sumber daya tidak terdistribusi secara merata.

Dengan demikian, kebijakan pemerataan ekonomi menjadi semakin penting agar Indonesia tidak hanya tumbuh, tetapi juga berkembang secara inklusif.


Solusi yang Didorong: Pemerataan, Dukungan UMKM, dan Transformasi Struktur Ekonomi

Meski tidak merinci kebijakan spesifik, Cak Imin menekankan bahwa langkah-langkah strategis harus diambil untuk mengatasi ketimpangan, seperti:

  • Meningkatkan akses pendanaan bagi UMKM
  • Mendorong pemerataan investasi hingga daerah
  • Memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan ekonomi masyarakat kecil
  • Membangun sistem perlindungan sosial yang lebih berkelanjutan

Transformasi struktural menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati sebagian kelompok, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat.

Baca Juga: Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025: Pembagian Grup, Lokasi Pertandingan, dan Persiapan Menuju Medali Emas


Pernyataan Cak Imin mengenai penguasaan hampir setengah kekayaan nasional oleh 1% penduduk membuka kembali diskusi penting mengenai masa depan ekonomi Indonesia. Dengan pertumbuhan ekonomi yang tampak kuat namun tidak merata, Indonesia membutuhkan strategi baru untuk menciptakan pemerataan dan mengurangi ketimpangan.

Pertumbuhan saja tidak cukup—pemerataan adalah kunci.

Tags: 1 persen orang terkayaanalisis ekonomi Indonesiabiaya hidup naikCak Imindaya beli masyarakatdistribusi kekayaan nasionaldistribusi pendapatanekonomi Indonesia 2026ekonomi makro Indonesiaekonomi mikro Indonesiaekonomi rumah tangga Indonesiaekonomi tidak menetes ke bawahisu ketimpangankeadilan ekonomi Indonesiakebijakan ekonomi 2026kebijakan pemerataankekayaan konglomerat Indonesiakekayaan nasional Indonesiakelompok kaya Indonesiakemacetan strukturalkemiskinan strukturalkesejahteraan rumah tanggakesenjangan ekonomi nasionalkesenjangan sosial Indonesiaketidakmerataan ekonomiketimpangan ekonomiketimpangan kekayaan Indonesiaketimpangan pendapatanketimpangan sosialkonsentrasi kekayaanlaporan INDEFmasalah ketimpanganmasalah sosial ekonomiMuhaimin Iskandarnelayan Indonesiaorang kaya Indonesiapekerja Indonesiapelaku usaha kecilpembangunan inklusifpemerataan ekonomi Indonesiapemerataan kesejahteraanpemerataan pendapatanpendapatan stagnanpertumbuhan ekonomi 5 persenpetani Indonesiaproyeksi ekonomi Indonesiastruktur ekonomi Indonesiatantangan ekonomi Indonesiatransformasi ekonomiUMKM Indonesia
ShareTweetPin
Khairul Anwar

Khairul Anwar

Related Posts

Apakah Super Flu Subclade K Bisa Menjadi Pandemi Berikutnya?
Edukasi

Apakah Super Flu Subclade K Bisa Menjadi Pandemi Berikutnya?

08.01.2026
Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia
Berita

Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia

05.01.2026
Strategi Komunikasi Publik yang Humanis
Edukasi

Strategi Komunikasi Publik yang Humanis

04.01.2026
Bawang Putih untuk Flu dan Pilek: Fakta atau Mitos? Manfaat, Bukti Ilmiah & Cara Pakai yang Tepat
Edukasi

Bawang Putih untuk Flu dan Pilek: Fakta atau Mitos? Manfaat, Bukti Ilmiah & Cara Pakai yang Tepat

02.01.2026
Kementerian Kebudayaan Serahkan 85 Sertifikat Cagar Budaya Nasional, Dorong Pelestarian dan Ekonomi Budaya Berkelanjutan
Edukasi

Kementerian Kebudayaan Serahkan 85 Sertifikat Cagar Budaya Nasional, Dorong Pelestarian dan Ekonomi Budaya Berkelanjutan

19.12.2025
Daftar Bansos yang Cair 8–25 Desember 2025: BLT Kesra Rp900 Ribu, PKH, BPNT, PIP, dan Aturan Baru KPM Tidak Lagi Dapat Bantuan
Berita

Daftar Bansos yang Cair 8–25 Desember 2025: BLT Kesra Rp900 Ribu, PKH, BPNT, PIP, dan Aturan Baru KPM Tidak Lagi Dapat Bantuan

07.12.2025
Next Post
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri Lolos ke Final Australia Open 2025 dan Amankan Tiket BWF World Tour Finals

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri Lolos ke Final Australia Open 2025 dan Amankan Tiket BWF World Tour Finals

Peringatan Hari Guru Nasional – 25 November: Momen Menghargai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Peringatan Hari Guru Nasional – 25 November: Momen Menghargai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Recommended Stories

Super Flu Subclade K Rentan Menyerang Anak-Anak

Super Flu Subclade K Rentan Menyerang Anak-Anak

12.01.2026
Mengapa Ramalan Tarot Populer di Kalangan Gen Z?

Mengapa Ramalan Tarot Populer di Kalangan Gen Z?

03.01.2026
Kisah Zhang Yiyang, Artis China Pertama yang Dieksekusi Mati karena Membunuh Sang Kekasih

Kisah Zhang Yiyang, Artis China Pertama yang Dieksekusi Mati karena Membunuh Sang Kekasih

22.07.2025

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Branding Jadi Kunci Sukses Desainer Lokal di Tengah Tren Fashion Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Pos-pos Terbaru

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

RSS Trading

  • Menganalisis Proyek Kripto dari Struktur Insentif Ekonominya: Fondasi Penting untuk Trader dan Investor
  • Bagaimana Aktivitas OTC Desk Mempengaruhi Harga Tanpa Terlihat di Chart
  • Analisis Fundamental Pasar Stablecoin sebagai “Darah” Ekosistem Kripto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Otomotif
  • Sports
  • Teknologi
  • More
    • Explore
    • Religi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Food & Travel
    • Lainnya
  • Artikel
    • Biodata Viral
    • Chord Lirik
    • Religi
    • Resep Masakan
    • Ulasan Film
    • Tempo Dulu
  • Network
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?