miliki bermata dua. Maksudnya bisa untuk mencari manfaat ataupun mudharat.
Tinggal pilih. Misalnya kita memiliki lidah dan bibir yang sempurna maka kita
bisa selamat dan bisa celaka dengannya. Punya mobil tinggal pilih, untuk
kebaikan atau keburukan. Punya uang juga bemata dua, bisa mengantarkan ke surga
dan bisa pula ke neraka.
mengingatkan kita tentang hal ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengilhamkan pada
diri manusia dua sifat yaitu fujur (sesuatu yang buruk) dan sifat takwa
(sesuatu yang baik). Allah berfirman :
kepada (jiwa itu jalan) jalan kefasikan dan ketakwaan. (Q.S asy Syam 8)
Allah berfirman :
jalan.
lain menjelaskan bahwa : Para sahabat seperti Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Ali bin
Abi Thalib, dan juga Mujahid (seorang Tabi’in murid Ibnu Abbas) dan yang
lainnya mengatakan bahwa dua jalan itu bermakna jalan kebaikan dan
keburukan.
: (Dua jalan yaitu) Jalan kebaikan dan jalan keburukan. Allah menjelaskan
antara petunjuk dan kesesatan padanya. Kenikmatan kenikmatan besar ini
mengharuskan manusia untuk menunaikan hak
hak Allah Ta’ala serta bersyukur atas segala nikmat-Nya serta tidak
digunakan untuk mendurhakai Alllah Ta’ala. (Tafsir Karimir Rahman).
satu benda yang hampir tak pernah lepas dari tangan kebanyakan manusia yaitu
gadget atau smartphone dan yang semacamnya. Ini juga bermata dua bahkan kedua
matanya itu sangat tajam. Ketika digunakan untuk kebaikan atau untuk keburukan
maka jangkauannya sangat luas, hampir tak bertepi.
bahwa salah satu bahaya besar tersebab kesalahan penggunaan
gadget adalah menyuburkan dan mendorong
perbuatan RIYA DAN UJUB pada diri seseorang.
banyak tulisan, photo bahkan video yang dikirim oleh saudara saudara kita
tentang ibadahnya. Misalnya photo, video dan info sedang umrah. Foto, video dan
info sedang menyantuni anak yatim dan fakir miskin. Ada pula sedang ikut kajian,
itikaf di bulan Ramadhan lalu diinfokan lewat medsos bahkan berikut photo menggunakan gadget.
yang hampir setiap hari antara jam 3 dan 4 pagi mengirim info di medsos tentang
mengingatkan shalat tahajjud dan membaca al Qur an. Ada lagi memberi info
sedang bersahur untuk shaum sunnah dan yang lainnya.
dialog antara seseorang dengan temannya yang sempat kita baca lewat gadget di medsos. Begini contoh
dialognya : Waduh aku baru mengkhatamkan lima juz, habis saat ini lagi banyak
kesibukan. Lalu dijawab : Alhamdulillah aku lebih cepat dari kamu. Aku sudah di
juz ke sembilan.
memberi tahukan orang lain bahwa kita sudah mengkhatamkan al Qur an berapa juz
dan sebagainya. Mudah mudahan dialog seperti ini adalah rangka saling
memberikan semangat tanpa dibarengi perasaan riya dan ujub.
semua adalah sangat baik. Namun seorang hamba haruslah khawatir bahwa semua
yang diinfokan lewat gambar dan tulisan itu akan bisa jadi mendatangkan
perasaan riya. Ini bisa pula menyuburkan riya di sebagian pengguna gadget.
manfaat ibadah itu ditunjukkan kepada
orang lain DAN DENGAN CATATAN DIA BETUL BETUL
MAMPU MENJAGA PERASAAN RIYA, tidak apa apa, wallahu a’lam. Tapi ketahuilah
bahwa jika bisa disembunyikan, tentu
lebih utama. Allah Ta’ala berfirman :
هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ
وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
MENAMPAKKAN SEDEKAHMU maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan
memberikannya kepada orang orang fakir maka ITU LEBIH BAIK BAGIMU dan Allah
akan menghapus sebagian kesalahan kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang
kamu kerjakan. (Q.S al Baqarah 271).
resmi al Qur an oleh Departemen Agama tahun 2002 disebutkan bahwa : MENAMPAKKAN
SEDEKAH ini bermakna atau bertujuan agar dicontoh orang lain bukan tujuan riya.
setiap hamba haruslah menjaga dirinya ketika menggunakan gadget yang memang
bermata dua. Bisa dengan mudah dan dengan jangkauan yang sangat luas,
mendatangkan kebaikan ataupun keburukan dan bisa mendorong perbuatan riya baik
yang nyata ataupun yang terselubung. Jadi berhati hatilah.
bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.677).





































