Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Otomotif
  • Sports
  • Teknologi
  • More
    • Explore
    • Religi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Food & Travel
    • Lainnya
  • Artikel
    • Biodata Viral
    • Chord Lirik
    • Religi
    • Resep Masakan
    • Ulasan Film
    • Tempo Dulu
  • Network
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Otomotif
  • Sports
  • Teknologi
  • More
    • Explore
    • Religi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Food & Travel
    • Lainnya
  • Artikel
    • Biodata Viral
    • Chord Lirik
    • Religi
    • Resep Masakan
    • Ulasan Film
    • Tempo Dulu
  • Network
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Berita

“Betungkah” Desa Pangkal Niur : Kearifan Lokal Pulau Bangka

Debi Wijaya by Debi Wijaya
14.07.2025
Reading Time: 6 mins read
1
“Betungkah” Desa Pangkal Niur : Kearifan Lokal Pulau Bangka

"Betungkah" Desa Pangkal Niur : Kearifan Lokal Pulau Bangka

ADVERTISEMENT

#Aopok – #PulauBangka, yang dikenal dengan keindahan pantainya, menyimpan banyak #KearifanLokal yang menarik untuk ditelusuri. Salah satunya adalah #tungkah, sebuah #AlatTradisional sekaligus penopang kehidupan bagi masyarakat #pesisir dan #nelayan. Bukan sekadar alat biasa, tungkah adalah simbol adaptasi, ketangguhan, dan keberlanjutan hidup di tengah tantangan alam. Lebih dari itu, kegiatan mencari kerang menggunakan alat ini bahkan telah menjadi sebuah tradisi yang diabadikan dalam “#LombaBetungkah“.

RELATED POSTS

Polisi Periksa Pelapor Timothy Ronald Terkait Dugaan Penipuan Kripto Besok

Influencer Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penipuan Trading

Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia

Baca juga : Bea Cukai Bentuk Satgas Nasional untuk Perangi Barang Ilegal

Kearifan Lokal Lomba Betungkah

Mengenal Lebih Dekat Tungkah: Perahu Kecil Penakluk Lumpur

Tungkah adalah sejenis perahu kecil atau sampan tradisional yang dirancang khusus untuk medan berlumpur. Terbuat dari jenis kayu pilihan yang ringan namun kuat, tungkah memungkinkan nelayan bergerak bebas di atas lumpur yang dalam, tempat kerang-kerangan dan biota laut lainnya bersembunyi. Desainnya yang ringkas dan bobotnya yang ringan menjadikannya alat yang sangat efisien, mengubah pekerjaan yang sulit menjadi lebih mudah.

Cara “Betungkah“: Keseimbangan dan Keahlian

Kegiatan mencari kerang menggunakan tungkah disebut Betungkah. Membutuhkan keseimbangan dan keahlian khusus, cara menggunakan tungkah cukup unik:

  1. Posisi Awal: Pengguna akan memasukkan satu kaki dan kemudian menekuk lutut untuk duduk dalam posisi ternyaman di atas tungkah.
  2. Gerakan: Satu kaki yang lain berfungsi sebagai “pendayung” atau pendorong untuk menggerakkan tungkah maju di atas lumpur.
  3. Pengendalian dan Pengumpulan: Tangan kiri umumnya digunakan untuk menyeimbangkan dengan memegang sisi dinding tungkah, sementara tangan kanan bebas bergerak untuk mengumpulkan jenis-jenis kerang-kerangan yang ditemukan di lumpur sekitar lokasi.

Keunggulan Tungkah: Lebih dari Sekadar Alat

Tungkah memiliki beberapa keunggulan vital yang menjadikannya tak tergantikan bagi nelayan dan masyarakat pesisir:

ADVERTISEMENT
  1. Navigasi Lumpur: Memudahkan pergerakan dan penjelajahan di medan lumpur yang dalam, yang mustahil dilewati dengan berjalan kaki biasa.
  2. Transportasi dan Pengumpul Hasil: Berfungsi ganda sebagai alat transportasi di medan berlumpur dan wadah untuk mengumpulkan hasil tangkapan. Ini sangat meringankan beban nelayan saat membawa pulang hasil tangkapan.
  3. Efisiensi di Medan Berpasir: Bahkan di medan berpasir, tungkah tetap berguna. Saat menjaring ikan (mukek), tungkah bisa ditarik atau diseret dengan tali, memudahkan nelayan mengangkut hasil tangkapan yang berat ke darat.

Sunor Lestari dan Akek Tapah: Akar Sejarah Tungkah dan Ketahanan Komunitas

Sejarah penggunaan tungkah tak bisa dilepaskan dari kisah Sunor Lestari, sebuah daerah di Pangkal Niur, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka. Menurut cerita masyarakat Pangkal Niur, Sunor Lestari adalah pemukiman lama yang sangat strategis bagi nenek moyang mereka. Lokasinya yang dekat dengan pantai pesisir, hutan, dan sungai melimpah ruah sumber daya, sangat ideal untuk berkebun dan mencari lauk pauk. Bahkan, tempat ini juga berfungsi sebagai lokasi persembunyian yang aman dari kekejaman penjajah pada masa lalu.

Akek Tapah (Tapah), seorang tokoh yang diyakini sebagai generasi pertama yang menetap di Sunor Lestari sekitar tahun 1876 hingga wafat pada 1945, merupakan figur sentral dalam kisah ini. Berasal dari Bukit Layang, Akek Tapah berlayar menggunakan sampan (perahu) melalui sungai dan teluk hingga akhirnya menemukan Sunor Lestari. Di sinilah ia memulai kehidupan baru bersama keluarganya, mengandalkan pertanian seperti ubi, padi, dan keladi, serta berburu hewan seperti burung dan mamalia kecil.

Namun, yang paling penting, Sunor Lestari juga menyediakan sumber makanan melimpah dari laut dan sungai, seperti berbagai jenis ikan dan kerang-kerangan (lukan, kerang dara, kupang, sumbun, tiram), serta kepiting bakau dan temilok dari hutan mangrove yang lestari. Sejak saat itulah, alat tungkah mulai digunakan untuk mengumpulkan hasil laut dan sungai ini, membantu Akek Tapah dan keluarganya hidup makmur dan berkecukupan. Kemakmuran ini kemudian menarik pendatang lain untuk ikut bermukim di Sunor Lestari.

Baca Juga : Alasan di Tetapkan Fatwa Haram Sound Horeg


Lomba Betungkah: Melestarikan Kearifan Lokal dan Menjaga Lingkungan

Panitia Lomba Betungkah Desa Pangkal Niur

Pangkal Niur, sebagai desa yang mayoritas penduduknya bergantung pada pertanian dan perkebunan, sangat menentang aktivitas penambangan timah ilegal. Mereka menyadari bahwa tambang tidak selamanya membawa kesejahteraan dan justru merusak lingkungan. Konflik ini memuncak pada 2018, ketika aktivitas penambangan ilegal merambah kawasan Pantai Sunor Lestari, yang merupakan warisan sejarah dan sumber penghidupan masyarakat.

Menyikapi ancaman tersebut, masyarakat Pangkal Niur bersama pemerintah desa, BPD, nelayan, tokoh masyarakat, dan karang taruna bersatu dalam gerakan penolakan. Salah satu aksi nyata adalah mengembangkan kawasan Pantai Sunor Lestari sebagai kawasan wisata kreatif berbasis masyarakat. Mereka membangun dermaga, mengembangkan wisata edukasi sejarah, dan wisata religi melalui kegiatan gotong royong “Betulong Bekepong” setiap minggunu.

Dari gerakan ini, lahirlah ide-ide kreatif untuk menarik perhatian publik, terutama tentang pentingnya menjaga kelestarian Sunor Lestari. Salah satu inisiatif paling menonjol adalah penyelenggaraan “Lomba Betungkah” yang pertama kali diadakan pada tahun 2019.

Makna Lomba Betungkah

Lomba Betungkah bukan sekadar perlombaan biasa; ia memiliki tujuan mulia:

  • Melestarikan Budaya: Menjadi upaya untuk melestarikan kearifan lokal penggunaan tungkah yang kini semakin jarang ditemukan, khususnya di Bangka Belitung.
  • Edukasi Lingkungan: Memberi tahu publik bahwa tungkah, sebagai alat mata pencarian, terancam keberadaannya karena pencemaran lingkungan akibat tambang ilegal. Lomba ini menjadi seruan untuk bersama-sama menjaga kawasan pesisir dan lokasi betungkah.

Diselenggarakan oleh Karang Taruna Pangkal Niur dan Nelayan Pesisir Sunor Lestari, dengan dukungan pemerintah dan organisasi peduli lingkungan, Lomba Betungkah rutin dilaksanakan setiap tahun pada bulan Juni atau Juli, saat air laut surut dalam waktu lama.

Dari awalnya hanya untuk masyarakat Pangkal Niur, lomba ini kini dibuka untuk desa-desa sekitar Teluk Kelabat Dalam, bahkan sudah mulai dibuka untuk umum. Masyarakat Pangkal Niur berharap kegiatan Lomba Betungkah ini akan terus berkembang, menjadi ciri khas desa mereka, dan bahkan suatu hari nanti dapat menjadi event lomba nasional yang diselenggarakan di Sunor Lestari.

Tungkah dan tradisi Betungkah adalah bukti nyata bagaimana masyarakat pesisir di Bangka telah beradaptasi dengan lingkungan mereka, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari identitas budaya. Lebih dari itu, melalui Lomba Betungkah, mereka menunjukkan semangat juang untuk menjaga warisan leluhur dan kelestarian alam demi masa depan generasi penerus.

Baca Juga : Menelusuri Asal-usul Provinsi dan Kabupaten di Bangka Belitung

Tags: Alat TradisionalBetungkahFallKearifan LokalLomba BetungkahNelayanPesisirPulau BangkaTungkah
ShareTweetPin
Debi Wijaya

Debi Wijaya

Related Posts

Polisi Periksa Pelapor Timothy Ronald Terkait Dugaan Penipuan Kripto Besok
Berita

Polisi Periksa Pelapor Timothy Ronald Terkait Dugaan Penipuan Kripto Besok

12.01.2026
Influencer Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penipuan Trading
Berita

Influencer Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penipuan Trading

12.01.2026
Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia
Berita

Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia

05.01.2026
Klaim Nabi Nuh Modern dari Ghana: Ramalan Banjir Tiga Tahun Mulai Natal dan Kontroversi Bahtera Akhir Zaman
Dunia

Klaim Nabi Nuh Modern dari Ghana: Ramalan Banjir Tiga Tahun Mulai Natal dan Kontroversi Bahtera Akhir Zaman

14.12.2025
Daftar Bansos yang Cair 8–25 Desember 2025: BLT Kesra Rp900 Ribu, PKH, BPNT, PIP, dan Aturan Baru KPM Tidak Lagi Dapat Bantuan
Berita

Daftar Bansos yang Cair 8–25 Desember 2025: BLT Kesra Rp900 Ribu, PKH, BPNT, PIP, dan Aturan Baru KPM Tidak Lagi Dapat Bantuan

07.12.2025
BNPB Ungkap 867 Korban Meninggal dan 521 Hilang Akibat Bencana di Sumatera: Upaya Pencarian Terus Ditingkatkan
Berita

BNPB Ungkap 867 Korban Meninggal dan 521 Hilang Akibat Bencana di Sumatera: Upaya Pencarian Terus Ditingkatkan

05.12.2025
Next Post
Tenun Cual: Permata Budaya dari Bangka Belitung

Tenun Cual: Permata Budaya dari Bangka Belitung

Nyadap Aik Mayang: Harmoni Ritual, Nilai, dan Legenda dari Bangka Belitung

Nyadap Aik Mayang: Harmoni Ritual, Nilai, dan Legenda dari Bangka Belitung

Comments 1

  1. Ping-balik: 10 Desa Paling Indah di Asia 2025, Destinasi Wisata Menawan Versi Money Control - Aopok

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Recommended Stories

Biaya Harian Hyundai Creta, Teknologi Hybrid Toyota & Tren Kendaraan Terjangkau di Jawa Barat

Biaya Harian Hyundai Creta, Teknologi Hybrid Toyota & Tren Kendaraan Terjangkau di Jawa Barat

07.01.2026
Curacao & Suriname di Ambang Lolos: Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona CONCACAF Memanas

Curacao & Suriname di Ambang Lolos: Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona CONCACAF Memanas

14.11.2025
Tasya Sang Juara D’Academy 7, Kisah Keren Tasya dari Jualan Es Krim ke Panggung Megah

Tasya Sang Juara D’Academy 7, Kisah Keren Tasya dari Jualan Es Krim ke Panggung Megah

27.12.2025

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Branding Jadi Kunci Sukses Desainer Lokal di Tengah Tren Fashion Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Pos-pos Terbaru

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

RSS Trading

  • Menganalisis Proyek Kripto dari Struktur Insentif Ekonominya: Fondasi Penting untuk Trader dan Investor
  • Bagaimana Aktivitas OTC Desk Mempengaruhi Harga Tanpa Terlihat di Chart
  • Analisis Fundamental Pasar Stablecoin sebagai “Darah” Ekosistem Kripto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Otomotif
  • Sports
  • Teknologi
  • More
    • Explore
    • Religi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Food & Travel
    • Lainnya
  • Artikel
    • Biodata Viral
    • Chord Lirik
    • Religi
    • Resep Masakan
    • Ulasan Film
    • Tempo Dulu
  • Network
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?