ketika mentari
senyum lebar terpancar
menyinari wajah anak - anak jalananpagi yang cerah
selalau mereka harapkan
mereka bersiap diri
berdiri menunggu
tanda favorit di lampu merahkebisingn suara kendaraan
menjadi makanan mereka sehari - -hari
kemacetan kota mereka nanti
hidup penuh kebebasan
bagi burung yang terbang kesana kemari
mencari sesuap nasi
mencar gizi yang sehatkesusahan, kesedihan menjadi sahabat mereka
tak ada yang enak bila tak usaha
tak ada yang enak bila tak menganen
sekolah menjadi angan belakapemerintah hanya pemerintah
anak jalanan tetep anak jalanan
hidup dijalanan...
tempat bermain...
tempat mencari uang..mana ada yang gratisan saat ini
mana ada yang peduli dengan kami
ungkap kekecewaan...
kesedihan...melalaui alunan nada - nada riang anak jalanan
musisi - musisi kecil jalanan
musik - musik penggugah hati....Padang 17 Januari 2009
Dulu..
Mereka menyerukan kebebasan
Raga mereka tombak kemerdekaan
Telah terkubur mengabadi
Dalam belaian ibu pertiwi
Saksi bisu menceritakan
Dan mereka yang terlupakan
Akankah jeritan perjuangan
Serta pengorbanan mereka
Kita ketahui???
Kini..
Nisan yang terlupakan
Menjadi ingatan sementara
'mereka adalah pahlawan bangsa yang terlupakan'
Dan duka....
Kala elok nan ibu pertiwi
Gemuruh menghantam duka


-->Duka kembali datang...
Doa untuk indonesia
Karya: Bayu Haryanto (Ubay), mahasiswa jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta




































