A. Pendahuluan
Pemuda dalam pembangunan
memiliki posisi sebagai major human
resources, kelompok strategis dengan vitalitas “agent of change” dalam
kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara serta pewaris regenerasi masa
depan. Karenanya, pemuda ditempatkan sebagai kelompok strategis dan potensial
untuk kelangsungan estafet kepemimpinan nasional dan sebagai sumber daya
produktif pembangunan di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan,
dan keamanan. Bahkan, pemuda dipandang sebagai pemilik idealisme yang dapat
menentukan paradigma seluruh sendi-sendi kehidupan bangsa, negara, dan
masyarakat. Peran ini dibuktikan dengan kuat dalam perjuangan pemuda pelajar dan
mahasiswa dalam menuntut perubahan. Sehingga, pemuda ditempatkan sebagai agent of change dalam perubahan yang
sangat fundamental sekalipun.
memiliki posisi sebagai major human
resources, kelompok strategis dengan vitalitas “agent of change” dalam
kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara serta pewaris regenerasi masa
depan. Karenanya, pemuda ditempatkan sebagai kelompok strategis dan potensial
untuk kelangsungan estafet kepemimpinan nasional dan sebagai sumber daya
produktif pembangunan di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan,
dan keamanan. Bahkan, pemuda dipandang sebagai pemilik idealisme yang dapat
menentukan paradigma seluruh sendi-sendi kehidupan bangsa, negara, dan
masyarakat. Peran ini dibuktikan dengan kuat dalam perjuangan pemuda pelajar dan
mahasiswa dalam menuntut perubahan. Sehingga, pemuda ditempatkan sebagai agent of change dalam perubahan yang
sangat fundamental sekalipun.
Alquran dengan indahnya telah
memberikan kisah teladan para pemuda gua (ashabul kahfi) yang terkenal
kokoh iman dan teguh pendirian dalam memegang prinsip kebenaran. Allah SWT
memujinya dalam ayat, ”Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya.
Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhannya, dan Kami
tambahkan petunjuk kepada mereka.” (QS Al-Kahfi [18]: 13).
memberikan kisah teladan para pemuda gua (ashabul kahfi) yang terkenal
kokoh iman dan teguh pendirian dalam memegang prinsip kebenaran. Allah SWT
memujinya dalam ayat, ”Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya.
Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhannya, dan Kami
tambahkan petunjuk kepada mereka.” (QS Al-Kahfi [18]: 13).
Teladan pemuda idaman juga
telah dipertunjukkan oleh Nabi Ibrahim ketika masa remajanya. Seperti tertera
di dalam kalam-Nya, ”Mereka menjawab, ‘Kami mendengar seorang pemuda yang
mencela berhala-berhala ini, yang bernama Ibrahim.” (QS Al-Anbiya [21]: 60).
telah dipertunjukkan oleh Nabi Ibrahim ketika masa remajanya. Seperti tertera
di dalam kalam-Nya, ”Mereka menjawab, ‘Kami mendengar seorang pemuda yang
mencela berhala-berhala ini, yang bernama Ibrahim.” (QS Al-Anbiya [21]: 60).
Pemuda sebagai salah satu
pusat perubahan alternatif seringkali menjadi tumpuan harapan, bila peran
perubahan yang seharusnya diemban oleh Negara tidak memuaskan atau terkendala
oleh berbagai masalah. Beberapa peran pemuda yang tercatat dalam kilasan
sejarah, yaitu: Pertama, peran dalam
kemerdekaan sebuah bangsa. Kedua,
peran dalam reformasi Politik sdebuah bangsa. Ketiga, Peran dalam Rekonstruksi idiologi sebuah bangsa. Hal ini
bisa dilihat dari peran penting kepeloporan pemuda dalam upaya kemerdekaan
suatu bangsa dibeberapa belahan dunia.
pusat perubahan alternatif seringkali menjadi tumpuan harapan, bila peran
perubahan yang seharusnya diemban oleh Negara tidak memuaskan atau terkendala
oleh berbagai masalah. Beberapa peran pemuda yang tercatat dalam kilasan
sejarah, yaitu: Pertama, peran dalam
kemerdekaan sebuah bangsa. Kedua,
peran dalam reformasi Politik sdebuah bangsa. Ketiga, Peran dalam Rekonstruksi idiologi sebuah bangsa. Hal ini
bisa dilihat dari peran penting kepeloporan pemuda dalam upaya kemerdekaan
suatu bangsa dibeberapa belahan dunia.
ADVERTISEMENT
Revolusi Hongaria Tahun 1956,
misalnya. Kegelisahan mahasiswa terhadap pemerintah negerinya yang menjadi
Boneka dari Uni Sovyet, membawa mereka untuk melakukan gerakan protes. Maka
pada tanggal 22 oktober 1956, kegelisahan itu dirumuskan dalam manifesto
politik mahasiswa yang berjumlah 14 butir. Keesokan harinya disusul dengan
digelarnya demonstrasi akbar di lapangan Yosef Bem, ternyata dukungan
masyarakat amat tinggi terhadap manifesto tersebut. Revolusi damai itu akhirnya
berubah menjadi revolusi berdarah, mereka dibanatai 15.000 polisi rahasia AVH
yang didukung oleh tentara Uni Sovyet.
misalnya. Kegelisahan mahasiswa terhadap pemerintah negerinya yang menjadi
Boneka dari Uni Sovyet, membawa mereka untuk melakukan gerakan protes. Maka
pada tanggal 22 oktober 1956, kegelisahan itu dirumuskan dalam manifesto
politik mahasiswa yang berjumlah 14 butir. Keesokan harinya disusul dengan
digelarnya demonstrasi akbar di lapangan Yosef Bem, ternyata dukungan
masyarakat amat tinggi terhadap manifesto tersebut. Revolusi damai itu akhirnya
berubah menjadi revolusi berdarah, mereka dibanatai 15.000 polisi rahasia AVH
yang didukung oleh tentara Uni Sovyet.
Demikian juga revolusi
Aljazair Tahun 1954. Menyikapi penjajahan Perancis
yang kian memuncak, mereka mengorganisasikan diri kedalam dua bentuk. Yaitu
Organisasi Militer yang bernama Tentara Pembebasan Nasional dan Organisasi
Politik yang bernama Front Pembebasan Nasional. Melalui dua bentuk organisasi
itu mahasiswa Aljazair berhasil memperjuangkan kemerdekaan negerinya walau
banyak diantara mereka yang menjadi korban dengan siksaan yang keji. Misalnya,
Balkacem Zeddour yang dimasukkan kedalam karung dengan pemberat batu,
ditenggelamkan ke laut hingga meninggal. Tapi pengorbanan mereka menjadi
penyemangat bangsa Aljazair hingga akhirnya merdeka pada 5 Juli 1962.
Aljazair Tahun 1954. Menyikapi penjajahan Perancis
yang kian memuncak, mereka mengorganisasikan diri kedalam dua bentuk. Yaitu
Organisasi Militer yang bernama Tentara Pembebasan Nasional dan Organisasi
Politik yang bernama Front Pembebasan Nasional. Melalui dua bentuk organisasi
itu mahasiswa Aljazair berhasil memperjuangkan kemerdekaan negerinya walau
banyak diantara mereka yang menjadi korban dengan siksaan yang keji. Misalnya,
Balkacem Zeddour yang dimasukkan kedalam karung dengan pemberat batu,
ditenggelamkan ke laut hingga meninggal. Tapi pengorbanan mereka menjadi
penyemangat bangsa Aljazair hingga akhirnya merdeka pada 5 Juli 1962.
Hal sama terjadi di
Indonesia. Keinginan para pemuda Indonesia untuk membebaskan bangsanya dari
penjajahan, maka dilakukan konsolidasi nasional dalam bentuk Sumpah Pemuda
1928. Terjadi perpaduan antara militansi, kemampuan berorganisasi, sensitivitas
global telah mendorong mereka untuk mencetuskan Proklamasi Kemerdekaan Tanggal
17 agustus 1945.
Indonesia. Keinginan para pemuda Indonesia untuk membebaskan bangsanya dari
penjajahan, maka dilakukan konsolidasi nasional dalam bentuk Sumpah Pemuda
1928. Terjadi perpaduan antara militansi, kemampuan berorganisasi, sensitivitas
global telah mendorong mereka untuk mencetuskan Proklamasi Kemerdekaan Tanggal
17 agustus 1945.
Selanjutnya, melalui sejarah
pergerakan yang cukup panjang, gerakan pemuda pelajar dan mahasiswa telah
memberikan bukti perubahan yang signifikan. Titik-titik sejarah gerakan pemuda
pelajar dan mahasiswa di Indonesia dapat dilihat pada tahun 1966 (menuntut
pembubaran PKI), tahun 1974 (peristiwa Malari), dan tahun 1998 perjuangan
pemuda pelajar dan mahasiswa berhasil meruntuhkan rezim pemerintahan Orde Baru
sehingga Indonesia memasuki Orde Reformasi. Citra positif yang melekat pada
gerakan pelajar dan mahasiswa merupakan salah satu modal sosial yang cukup
untuk menjadi bahan bakar perubahan. Salah satu modal dan citra positif gerakan pemuda pelajar dan mahasiswa adalah
kepercayaan sosial (social trust)
yang mendorong pada sebuah kolaborasi sosial (koordinasi dan kooperasi) untuk
kepentingan bersama.
pergerakan yang cukup panjang, gerakan pemuda pelajar dan mahasiswa telah
memberikan bukti perubahan yang signifikan. Titik-titik sejarah gerakan pemuda
pelajar dan mahasiswa di Indonesia dapat dilihat pada tahun 1966 (menuntut
pembubaran PKI), tahun 1974 (peristiwa Malari), dan tahun 1998 perjuangan
pemuda pelajar dan mahasiswa berhasil meruntuhkan rezim pemerintahan Orde Baru
sehingga Indonesia memasuki Orde Reformasi. Citra positif yang melekat pada
gerakan pelajar dan mahasiswa merupakan salah satu modal sosial yang cukup
untuk menjadi bahan bakar perubahan. Salah satu modal dan citra positif gerakan pemuda pelajar dan mahasiswa adalah
kepercayaan sosial (social trust)
yang mendorong pada sebuah kolaborasi sosial (koordinasi dan kooperasi) untuk
kepentingan bersama.
B. Pemuda dan Problematikanya
Jumlah penduduk Indonesia
saat ini lebih dari 210 juta orang. Dari jumlah tersebut, kelompok yang
dikategorikan generasi muda atau yang berusia diantara 15-35 tahun,
diperkirakan berjumlah sekitar 78 juta jiwa atau 37 persen dari jumlah penduduk
seluruhnya.
saat ini lebih dari 210 juta orang. Dari jumlah tersebut, kelompok yang
dikategorikan generasi muda atau yang berusia diantara 15-35 tahun,
diperkirakan berjumlah sekitar 78 juta jiwa atau 37 persen dari jumlah penduduk
seluruhnya.
Sebagian besar dari kelompok
usia ini adalah tenaga kerja produktif yang akan mengisi berbagai bidang
kehidupan. Pemuda akan menempati posisi penting dan strategis, sebagai
pelaku-pelaku pembangunan maupun sebagai generasi penerus untuk berkiprah di
masa depan. Karena itu, pemuda harus disiapkan dan diberdayakan agar mampu
memiliki kualitas dan keunggulan daya saing, guna menghadapi tuntutan,
kebutuhan, serta tantangan dan persaingan di era global.
usia ini adalah tenaga kerja produktif yang akan mengisi berbagai bidang
kehidupan. Pemuda akan menempati posisi penting dan strategis, sebagai
pelaku-pelaku pembangunan maupun sebagai generasi penerus untuk berkiprah di
masa depan. Karena itu, pemuda harus disiapkan dan diberdayakan agar mampu
memiliki kualitas dan keunggulan daya saing, guna menghadapi tuntutan,
kebutuhan, serta tantangan dan persaingan di era global.
Pembangunan bidang kepemudaan
merupakan mata rantai tak terpisahkan dari sasaran pembangunan manusia seutuhnya dan masyarakat Indonesia
seluruhnya. Keberhasilan pemhangunan pemuda sehagai sumberdaya manusia yang
berkualitas dan memiliki keunggulan daya saing, merupakan salah satu kunci untuk
membuka peluang untuk keberhasilan di berbagai sektor pembangunan lainnya. Oleh
karena itu pembangunan kepemudaan dianggap sebagai salah satu program yang
tidak dapat diabaikan dalam menyiapkan kehidupan bangsa di masa depan.
merupakan mata rantai tak terpisahkan dari sasaran pembangunan manusia seutuhnya dan masyarakat Indonesia
seluruhnya. Keberhasilan pemhangunan pemuda sehagai sumberdaya manusia yang
berkualitas dan memiliki keunggulan daya saing, merupakan salah satu kunci untuk
membuka peluang untuk keberhasilan di berbagai sektor pembangunan lainnya. Oleh
karena itu pembangunan kepemudaan dianggap sebagai salah satu program yang
tidak dapat diabaikan dalam menyiapkan kehidupan bangsa di masa depan.
Upaya mempersiapkan,
membangun dan memberdayakan pemuda agar mampu berperan serta sebagai
pelaku-pelaku aktif pembangunan bangsa Indonesia ternyata bukan persoalan
sederhana. Upaya ini masih dihadapkan pada berbagai permasalahan dan tantangan.
Ironinya, berbagai permasalahan sosial yang muncul tersebut ternyata melibatkan
atau dilakukan pemuda, seperti tawuran dan kriminalitas lainnya, penyalahgunaan
Narkoba dan Zat Adiktif lainnya (NAZA), minuman keras, penyebaran penyakit
HIV/AIDS dan penyakit menular, penyaluran aspirasi dan partisipasi, serta
apresiasi terhadap kalangan pemuda. Apabila permasalahan ini tidak memperoleh
perhatian atau penanganan bijaksana, akan memiliki dampak yang luas dan
mengganggu kesinambungan, kestabilan dalam pembangunan nasional, bahkan mungkin
akan mengancam integrasi bangsa.
membangun dan memberdayakan pemuda agar mampu berperan serta sebagai
pelaku-pelaku aktif pembangunan bangsa Indonesia ternyata bukan persoalan
sederhana. Upaya ini masih dihadapkan pada berbagai permasalahan dan tantangan.
Ironinya, berbagai permasalahan sosial yang muncul tersebut ternyata melibatkan
atau dilakukan pemuda, seperti tawuran dan kriminalitas lainnya, penyalahgunaan
Narkoba dan Zat Adiktif lainnya (NAZA), minuman keras, penyebaran penyakit
HIV/AIDS dan penyakit menular, penyaluran aspirasi dan partisipasi, serta
apresiasi terhadap kalangan pemuda. Apabila permasalahan ini tidak memperoleh
perhatian atau penanganan bijaksana, akan memiliki dampak yang luas dan
mengganggu kesinambungan, kestabilan dalam pembangunan nasional, bahkan mungkin
akan mengancam integrasi bangsa.
Permasalahan lainnya adalah
ketahanan budaya dan kepribadian nasional di kalangan pemuda yang semakin
luntur, yang disebabkan cepatnya perkembangan dan kemajuan teknologi
komunikasi, akibat dari derasnya arus informasi global yang berdampak pada
penetrasi budaya asing. Hal ini mempengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku pemuda
Indonesia. Persoalan tersebut dapat dilihat kurang berkembangnya
kemandirian, kreativitas, serta produktivitas di kalangan pemuda, sehingga
pemuda kurang dapat berpartisipasi dalam proses pembangunan karakter bangsa.
ketahanan budaya dan kepribadian nasional di kalangan pemuda yang semakin
luntur, yang disebabkan cepatnya perkembangan dan kemajuan teknologi
komunikasi, akibat dari derasnya arus informasi global yang berdampak pada
penetrasi budaya asing. Hal ini mempengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku pemuda
Indonesia. Persoalan tersebut dapat dilihat kurang berkembangnya
kemandirian, kreativitas, serta produktivitas di kalangan pemuda, sehingga
pemuda kurang dapat berpartisipasi dalam proses pembangunan karakter bangsa.
Permasalahan yang tidak kalah
pentingnya adalah era globalisasi yang terjadi di berbagai aspek kehidupan
sangat mempengaruhi daya saing pemuda. Sehingga pemuda baik langsung
maupun tidak langsung dituntut untuk
mempunyai keterampilan baik bersifat keterampilan praktis maupun keterampilan
yang menggunakan teknologi tinggi untuk mampu bersaing dalam menciptakan
lapangan kerja/mengembangkan jenis pekerjaan yang sedang dijalaninya.
pentingnya adalah era globalisasi yang terjadi di berbagai aspek kehidupan
sangat mempengaruhi daya saing pemuda. Sehingga pemuda baik langsung
maupun tidak langsung dituntut untuk
mempunyai keterampilan baik bersifat keterampilan praktis maupun keterampilan
yang menggunakan teknologi tinggi untuk mampu bersaing dalam menciptakan
lapangan kerja/mengembangkan jenis pekerjaan yang sedang dijalaninya.
Secara lebih rinci,
permasalahan yang dihadapi pemuda di Indonesia diantaranya adalah:
permasalahan yang dihadapi pemuda di Indonesia diantaranya adalah:
a.
Pemuda Indonesia merupakan
bagian terbesar penduduk Indonesia yakni sekitar 97 juta lebih dari jumlah
penduduk keseluruhan sekitar 217 juta
Pemuda Indonesia merupakan
bagian terbesar penduduk Indonesia yakni sekitar 97 juta lebih dari jumlah
penduduk keseluruhan sekitar 217 juta
b.
Tingkat pendidikan pemuda
Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan Negara-negara ASEAN. Hasil
Susenas tahun 2003 menggambarkan pemuda yang masih belum mampu membaca dan
menulis sebesar 2,28 % dan yang menamatkan pendidikan pada jenjang perguruan
tinggi hanya 4,42%.
Tingkat pendidikan pemuda
Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan Negara-negara ASEAN. Hasil
Susenas tahun 2003 menggambarkan pemuda yang masih belum mampu membaca dan
menulis sebesar 2,28 % dan yang menamatkan pendidikan pada jenjang perguruan
tinggi hanya 4,42%.
c.
Angka lanjut dan putus
pendidikan tinggi, sekitar lebih dari 37 % dari jumlah pelajar yang lanjut dan
lulus pendidikan tinggi
Angka lanjut dan putus
pendidikan tinggi, sekitar lebih dari 37 % dari jumlah pelajar yang lanjut dan
lulus pendidikan tinggi
d.
Angka pengangguran terbuka
sekitar 10,9 juta (17,01%), dimana sebagian besar ada pada usia 15 – 45 tahun,
ini berarti pemuda menjadi bagian dari jumlah penganggur tersebut.
Angka pengangguran terbuka
sekitar 10,9 juta (17,01%), dimana sebagian besar ada pada usia 15 – 45 tahun,
ini berarti pemuda menjadi bagian dari jumlah penganggur tersebut.
e.
Sebagian besar pemuda
Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan. Sebanyak 38,92% pemuda bekerja
disektor pertanian, 41,06% sebagai buruh/karyawan, 21,23% sebagai pekerja
keluarga, dan 17,67% berusaha sendiri.
Sebagian besar pemuda
Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan. Sebanyak 38,92% pemuda bekerja
disektor pertanian, 41,06% sebagai buruh/karyawan, 21,23% sebagai pekerja
keluarga, dan 17,67% berusaha sendiri.
f.
Sebagian besar pemuda
Indonesia mudah menjadi korban dan pelaku permasalahan social masyarakat.
Nilai, moral & etika pemuda terus mengalami kemunduran sehingga sering
terlibat dalam masalah social yang mengarah pada kejahatan , pergaulan bebas,
penyalahgunaan narkoba, tindak kekerasan &
kriminal.
Sebagian besar pemuda
Indonesia mudah menjadi korban dan pelaku permasalahan social masyarakat.
Nilai, moral & etika pemuda terus mengalami kemunduran sehingga sering
terlibat dalam masalah social yang mengarah pada kejahatan , pergaulan bebas,
penyalahgunaan narkoba, tindak kekerasan &
kriminal.
g.
Kasus HIV : 2.746 orang ; Aids
: 1.413 orang, dari jumlah tersebut terdapat sebanyak 73 % berada pada usia
20-39 tahun (pemuda termasuk didalamnya)
Kasus HIV : 2.746 orang ; Aids
: 1.413 orang, dari jumlah tersebut terdapat sebanyak 73 % berada pada usia
20-39 tahun (pemuda termasuk didalamnya)
h.
Memasuki era globalisasi,
pemuda Indonesia belum memiliki kompetensi dan kualitas yang berdaya saing
global
Memasuki era globalisasi,
pemuda Indonesia belum memiliki kompetensi dan kualitas yang berdaya saing
global
Berbagai permasalahan tersebut
dihadapkan pada tantangan pembangunan yang masih kompleks. Setidaknya,
tantangan pembangunan bidang pemuda dalam kurun waktu ke depan adalah munculnya
gerakan demokrasi dan pemajuan HAM yang akan memunculkan masalah-masalah baru
di bidang kepemudaan. Disertai dengan laju globalisasi akan memberikan dampak
pada persoalan indentitas dan integritas bangsa di kalangan pemuda.
Hal ini akan mengancam kesatuan dan persatuan bangsa, serta upaya pembentukan
moral dan agama yang kuat di kalangan
pemuda. Tantangan lain adalah belum terumuskannya kebijakan pembangunan bidang
pemuda secara serasi, menyeluruh, terintegrasi dan terkoordinasi antara
kebijakan di tingkat nasional dengan kebijakan di tingkat daerah.
dihadapkan pada tantangan pembangunan yang masih kompleks. Setidaknya,
tantangan pembangunan bidang pemuda dalam kurun waktu ke depan adalah munculnya
gerakan demokrasi dan pemajuan HAM yang akan memunculkan masalah-masalah baru
di bidang kepemudaan. Disertai dengan laju globalisasi akan memberikan dampak
pada persoalan indentitas dan integritas bangsa di kalangan pemuda.
Hal ini akan mengancam kesatuan dan persatuan bangsa, serta upaya pembentukan
moral dan agama yang kuat di kalangan
pemuda. Tantangan lain adalah belum terumuskannya kebijakan pembangunan bidang
pemuda secara serasi, menyeluruh, terintegrasi dan terkoordinasi antara
kebijakan di tingkat nasional dengan kebijakan di tingkat daerah.
C. Pemuda dan Pembangunan
Bangsa
Bangsa
Dalam sejarah perjuangan
bangsa Indonesia, pemuda selalu menempati peran yang sangat strategis dari
setiap peristiwa penting yang terjadi. Bahkan dapat dikatakan bahwa pemuda
menjadi tulang punggung dari keutuhan perjuangan melawan penjajahan Belanda dan
Jepang ketika itu. Peran tersebut juga ettap disandang oleh pemuda Indonesia
hingga kini; selain sebagai pengontrol independen terhadap segala kebijakan
yang dibuat oleh pemerintah dan penguasa, pemuda Indonesia juga secara aktif
melakukan kritik, hingga mengganti pemerintahan apabila pemerintahan tersebut
tidak lagi berpihak ke masyarakat.
bangsa Indonesia, pemuda selalu menempati peran yang sangat strategis dari
setiap peristiwa penting yang terjadi. Bahkan dapat dikatakan bahwa pemuda
menjadi tulang punggung dari keutuhan perjuangan melawan penjajahan Belanda dan
Jepang ketika itu. Peran tersebut juga ettap disandang oleh pemuda Indonesia
hingga kini; selain sebagai pengontrol independen terhadap segala kebijakan
yang dibuat oleh pemerintah dan penguasa, pemuda Indonesia juga secara aktif
melakukan kritik, hingga mengganti pemerintahan apabila pemerintahan tersebut
tidak lagi berpihak ke masyarakat.
Peran yang disandang pemuda
Indonesia sebagai agen perubahan (Agent of Change) dan agen kontrol
social (Agent of Social Control) hingga saat ini masih sangat efektif
dilakukan. Sebab, sebagai sebuah negara dengan wilayah yang besar dan
pendidikan politik masyarakatnya yang relatif rendah, setiap pemerintahan yang
berkuasa di Indonesia akan cenderung melakukan penyimpangan dalam setiap
kebijakannya. Hal ini dimungkinkan karena masyarakat sebagai stakeholder Negara
Republik Indonesia secara politis belum cukup aktif dalam mengupayakan
pengkontrolan terhadap kebijakan dan prilaku politik penguasanya. Sehingga,
peran pemuda dalam hal ini menjadi sangat penting untuk menstimulus partisipasi
politik rakyat sebagai alat kontrol setiap kebijakan yang dibuat penguasa.
Indonesia sebagai agen perubahan (Agent of Change) dan agen kontrol
social (Agent of Social Control) hingga saat ini masih sangat efektif
dilakukan. Sebab, sebagai sebuah negara dengan wilayah yang besar dan
pendidikan politik masyarakatnya yang relatif rendah, setiap pemerintahan yang
berkuasa di Indonesia akan cenderung melakukan penyimpangan dalam setiap
kebijakannya. Hal ini dimungkinkan karena masyarakat sebagai stakeholder Negara
Republik Indonesia secara politis belum cukup aktif dalam mengupayakan
pengkontrolan terhadap kebijakan dan prilaku politik penguasanya. Sehingga,
peran pemuda dalam hal ini menjadi sangat penting untuk menstimulus partisipasi
politik rakyat sebagai alat kontrol setiap kebijakan yang dibuat penguasa.
Apabila melihat peran pemuda
sehubungan dengan pembangunan, peran itu dibedakan menjadi dua yaitu:
sehubungan dengan pembangunan, peran itu dibedakan menjadi dua yaitu:
- Didasarkan atas usaha pemuda untuk
menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkungan. Pemuda dalam hal
ini dapat berperan sebagai penerus tradisi dengan jalan menaati tradisi
yang berlaku - Didasarkan atas usaha menolak menyesuaikan
diri dengan lingkungan. Peran
pemuda jenis ini dapat dirinci dalam tiga sikap, yaitu : pertama,
jenis pemuda “pembangkit” mereka adalah pengurai atu pembuka kejelasan dari suatu masalah
sosial. Mereka secara tidak langsung ktu mengubah masyarakat dan
kebudayaan. Kedua pemuda pemuda nakal. Mereka tidak berniat
mengadakan perubahan, baik budaya maupun pada masyarakat, tetapi hanya
berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan melakukan tindakan
menguntungkan bagi dirinya, sekalipun dalam kenyataannya merugikan. Ketiga,
pemuda radikal. Mereka berkeinginan besar untuk mengubah masyarakat dan
kebudayaan lewat cara-cara radikal, revolusioner.
Kedudukan pemuda dalam
masyarakat adalah sebagai mahluk moral, mahluk sosial. Artinya beretika,
bersusila, dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa dan pengoreksi.
Sebagai mahluk sosial artinya pemuda tidak dapat berdiri sendiri, hidup
bersama-sama, dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma, kepribadian, dan
pandangan hidup yang dianut masyarakat. Sebagai mahluk individual artinya tidak
melakukan kebebasan sebebas-bebasnya, tetapi disertai rasa tanggung jawab terhadap
diri sendiri, terhadap masyarakat, dan terhadap Tuhan Yang maha Esa.
masyarakat adalah sebagai mahluk moral, mahluk sosial. Artinya beretika,
bersusila, dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa dan pengoreksi.
Sebagai mahluk sosial artinya pemuda tidak dapat berdiri sendiri, hidup
bersama-sama, dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma, kepribadian, dan
pandangan hidup yang dianut masyarakat. Sebagai mahluk individual artinya tidak
melakukan kebebasan sebebas-bebasnya, tetapi disertai rasa tanggung jawab terhadap
diri sendiri, terhadap masyarakat, dan terhadap Tuhan Yang maha Esa.
Bangsa yang sarat kemajuan
ialah bangsa yang membutuhkan visi. Ia
serupa kekuatan seperti spirit yang mendorong perubahan. Untuk membangun
kembali Indonesia kita butuh satu generasi. Satu generasi bukan waktu yang
singkat. Masa 20 tahun kedepan jika dimanfaatkan sebaik mungkin, niscaya bisa
menelurkan kualitas generasi prima. Malaysia
punya visi ideal 2020. Indonesia pun akhirnya menggagas pencanangan visi 2020.
ialah bangsa yang membutuhkan visi. Ia
serupa kekuatan seperti spirit yang mendorong perubahan. Untuk membangun
kembali Indonesia kita butuh satu generasi. Satu generasi bukan waktu yang
singkat. Masa 20 tahun kedepan jika dimanfaatkan sebaik mungkin, niscaya bisa
menelurkan kualitas generasi prima. Malaysia
punya visi ideal 2020. Indonesia pun akhirnya menggagas pencanangan visi 2020.
Untuk menuju visi
keindonesiaan 2020, dibutuhkan kerja keras selama satu generasi ke depan. Bukan
hanya transisi demokrasi yang sarat dengan perubahan institusional dan kultural
kebangsaan, namun juga perubahan secara “radikal” mengenai
negara-bangsa secara holistik. Karena itu, mentransformasi Indonesia harus
diawali dari teladan kepemimpinan yang prima. Kepemimpinan yang prima tak akan
tercapai kecuali dengan menyediakan ruang hidup bagi partisipasi kepemimpinan
pemuda.
keindonesiaan 2020, dibutuhkan kerja keras selama satu generasi ke depan. Bukan
hanya transisi demokrasi yang sarat dengan perubahan institusional dan kultural
kebangsaan, namun juga perubahan secara “radikal” mengenai
negara-bangsa secara holistik. Karena itu, mentransformasi Indonesia harus
diawali dari teladan kepemimpinan yang prima. Kepemimpinan yang prima tak akan
tercapai kecuali dengan menyediakan ruang hidup bagi partisipasi kepemimpinan
pemuda.
Sebenarnya, untuk
penyelenggaraan pembangunan nasional dalam kurun 20 tahun yang akan datang,
pemerintah telah membuak kebijakan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang
Nasional Tahun 2005-2025. Dalam RUU RPJPN 2005-2025 tersebut, Visi Pembangunan
Indonesia untuk 20 tahun mendatang adalah: “Indonesia Yang Maju, Mandiri dan
Adil”. Visi ini diupayakan dapat diukur
dan diketahui dari sisi tingkat kemajuan, kemandirian dan keadilan yang ingin
dicapai.
penyelenggaraan pembangunan nasional dalam kurun 20 tahun yang akan datang,
pemerintah telah membuak kebijakan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang
Nasional Tahun 2005-2025. Dalam RUU RPJPN 2005-2025 tersebut, Visi Pembangunan
Indonesia untuk 20 tahun mendatang adalah: “Indonesia Yang Maju, Mandiri dan
Adil”. Visi ini diupayakan dapat diukur
dan diketahui dari sisi tingkat kemajuan, kemandirian dan keadilan yang ingin
dicapai.
Kemajuan suatu bangsa dapat
dinilai berdasarkan berbagai ukuran yang meliputi indikator ekonomi, sosial, sumber
daya manusia, politik, hukum, dan pertahanan keamanan. Sementara, kemandirian
suatu bangsa pada hakekatnya adalah kemerdekaan suatu bangsa untuk menentukan
nasibnya sendiri dan menentukan apa yang terbaik bagi dirinya. Sedangkan
keadilan mengandung arti bahwa rakyat sebagai pelaksana dan penggerak
pembangunan sekaligus objek pembangunan mempunyai hak, baik dalam melaksanakan
maupun dalam menikmati pembangunan.
Keadilan ini harus tercermin dalam semua aspek kehidupan masyarakat
dalam meningkatkan taraf hidupnya, memperoleh lapangan kerja, mendapatkan
pelayanan sosial, pendidikan dan kesehatan, mengemukakan pendapat dan
melaksanakan hak politiknya, mengamankan dan mempertahankan negara serta
perlindungan dan kesamaan di depan hukum.
dinilai berdasarkan berbagai ukuran yang meliputi indikator ekonomi, sosial, sumber
daya manusia, politik, hukum, dan pertahanan keamanan. Sementara, kemandirian
suatu bangsa pada hakekatnya adalah kemerdekaan suatu bangsa untuk menentukan
nasibnya sendiri dan menentukan apa yang terbaik bagi dirinya. Sedangkan
keadilan mengandung arti bahwa rakyat sebagai pelaksana dan penggerak
pembangunan sekaligus objek pembangunan mempunyai hak, baik dalam melaksanakan
maupun dalam menikmati pembangunan.
Keadilan ini harus tercermin dalam semua aspek kehidupan masyarakat
dalam meningkatkan taraf hidupnya, memperoleh lapangan kerja, mendapatkan
pelayanan sosial, pendidikan dan kesehatan, mengemukakan pendapat dan
melaksanakan hak politiknya, mengamankan dan mempertahankan negara serta
perlindungan dan kesamaan di depan hukum.
Untuk mewujudkan visi
tersebut, ditempuh melalui 7 (tujuh) misi pembangunan nasional, yaitu: 1) mewujudkan daya saing bangsa, 2)
mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum, 3) mewujudkan Indonesia
yang aman, damai dan bersatu, 4) mewujudkan pemerataan pembangunan yang
berkeadilan, 5) mewujudkan Indonesia yang asri dan lestari, 6) mewujudkan
masyarakat yang bermoral, beretika dan berbudaya, dan 7) mewujudkan Indonesia
yang berperan penting dalam pergaulan dunia internasional.
tersebut, ditempuh melalui 7 (tujuh) misi pembangunan nasional, yaitu: 1) mewujudkan daya saing bangsa, 2)
mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum, 3) mewujudkan Indonesia
yang aman, damai dan bersatu, 4) mewujudkan pemerataan pembangunan yang
berkeadilan, 5) mewujudkan Indonesia yang asri dan lestari, 6) mewujudkan
masyarakat yang bermoral, beretika dan berbudaya, dan 7) mewujudkan Indonesia
yang berperan penting dalam pergaulan dunia internasional.
Dalam merealisasikan Visi dan
misi pembangunan tersebut, tentu saja dibutuhkan peran dan partisipasi dari
berbagai komponen anak bangsa terutama para pemudanya. Dan, pemuda yang tampil untuk mengisi peran
pembangunan tersebut adalah sosok yang memiliki jiwa dan kreativitas
kepemimpinan yang unggul. Pertanyaannya, apakah para pemuda Indonesia siap
menjadi pelopor masa depan? Bagaimanakah sistem pendidikan yang mesti
diterapkan untuk mencetak para pemuda pelopor? Bagaimanakah karakteristik dan
esensi peran pemuda yang diharapkan untuk membangun masa depan bangsa?
misi pembangunan tersebut, tentu saja dibutuhkan peran dan partisipasi dari
berbagai komponen anak bangsa terutama para pemudanya. Dan, pemuda yang tampil untuk mengisi peran
pembangunan tersebut adalah sosok yang memiliki jiwa dan kreativitas
kepemimpinan yang unggul. Pertanyaannya, apakah para pemuda Indonesia siap
menjadi pelopor masa depan? Bagaimanakah sistem pendidikan yang mesti
diterapkan untuk mencetak para pemuda pelopor? Bagaimanakah karakteristik dan
esensi peran pemuda yang diharapkan untuk membangun masa depan bangsa?
D. Pemuda Sebagai Modal
Sosial
Sosial
Modal sosial adalah sebuah
jalinan kerjasama antar individu dimana mereka bisa saling mempercayai dan
bekerjasama dimana di situ terdapat norma-norma, nilai-nilai dan kesukarelaan.
Hal ini akan membentuk masyarakat yang kuat dan lebih beradab. Modal sosial
akan mengarah kepada masyarakat yang mampu menghargai keragaman dan
memperjuangkan kesejahteraan bersama dengan mengedepankan nilai-nilai
kemanusiaan universal.
jalinan kerjasama antar individu dimana mereka bisa saling mempercayai dan
bekerjasama dimana di situ terdapat norma-norma, nilai-nilai dan kesukarelaan.
Hal ini akan membentuk masyarakat yang kuat dan lebih beradab. Modal sosial
akan mengarah kepada masyarakat yang mampu menghargai keragaman dan
memperjuangkan kesejahteraan bersama dengan mengedepankan nilai-nilai
kemanusiaan universal.
Modal sosial ini sangat
membantu terciptanya ekonomi yang lebih baik karena akan menekan biaya untuk
memberantas kriminalitas maupun berbagai kegiatan ekonomi negatif. Kriminalitas
sebagiannya disebabkan oleh ketiadaan akses terhadap kegiatan ekonomi yang
dikarenakan kondisi individu ataupun kondisi masyarakat yang individualistis
sehingga meniadakan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan. Sementara kegiatan
ekonomi negatif terjadi karena belum kuatnya modal sosial sehingga kegiatan
negatif tersebut bisa berkembang dan merugikan perekonomian.
membantu terciptanya ekonomi yang lebih baik karena akan menekan biaya untuk
memberantas kriminalitas maupun berbagai kegiatan ekonomi negatif. Kriminalitas
sebagiannya disebabkan oleh ketiadaan akses terhadap kegiatan ekonomi yang
dikarenakan kondisi individu ataupun kondisi masyarakat yang individualistis
sehingga meniadakan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan. Sementara kegiatan
ekonomi negatif terjadi karena belum kuatnya modal sosial sehingga kegiatan
negatif tersebut bisa berkembang dan merugikan perekonomian.
Poin-poin yang bisa
diutarakan di sini sehubungan dengan peran modal sosial di antaranya adalah:
(1) Sumber daya lebih sedikit digunakan untuk mencegah penipuan dalam transaksi
ekonomi; (2) Kepercayaan yang lebih besar dalam kebijakan pemerintah akan
berdampak baik terhadap iklim investasi; (3) Aksi komunitas atau kerja sama
oleh kelompok lokal dapat mengurangi eksploitasi berlebihan; (4) Hubungan yang
lebih besar di antara individu memperlancar arus informasi yang lebih baik; (5)
Modal sosial dapat berfungsi sebagai sebuah jaminan informal seperti pembagian
risiko oleh banyak rumah tangga yang dapat berfungsi sebagai jaring pengaman
sosial (Bank Dunia, 2000). Dalam
publikasi Bank Dunia tersebut dinyatakan bahwa selain pemerintah, kekuatan yang
dapat memainkan peran positif dalam mendorong pertumbuhan yang berkualitas
adalah kuatnya institusi informal di sebuah negara yang sering disebut sebagai
modal sosial.
diutarakan di sini sehubungan dengan peran modal sosial di antaranya adalah:
(1) Sumber daya lebih sedikit digunakan untuk mencegah penipuan dalam transaksi
ekonomi; (2) Kepercayaan yang lebih besar dalam kebijakan pemerintah akan
berdampak baik terhadap iklim investasi; (3) Aksi komunitas atau kerja sama
oleh kelompok lokal dapat mengurangi eksploitasi berlebihan; (4) Hubungan yang
lebih besar di antara individu memperlancar arus informasi yang lebih baik; (5)
Modal sosial dapat berfungsi sebagai sebuah jaminan informal seperti pembagian
risiko oleh banyak rumah tangga yang dapat berfungsi sebagai jaring pengaman
sosial (Bank Dunia, 2000). Dalam
publikasi Bank Dunia tersebut dinyatakan bahwa selain pemerintah, kekuatan yang
dapat memainkan peran positif dalam mendorong pertumbuhan yang berkualitas
adalah kuatnya institusi informal di sebuah negara yang sering disebut sebagai
modal sosial.
Modal sosial juga mengarah
kepada perbaikan kondisi demokrasi karena dengan semakin banyaknya modal sosial
di masyarakat maka tekanan kepada pemerintahan yang korup akan semakin efektif.
Selama ini akibat belum banyaknya modal sosial yang berkembang di masyarakat,
pemerintahan yang korup bisa melakukan berbagai hal negatif yang menyebabkan
terjadinya kesenjangan dan juga penindasan serta keterbatasan akses pelayanan
publik.
kepada perbaikan kondisi demokrasi karena dengan semakin banyaknya modal sosial
di masyarakat maka tekanan kepada pemerintahan yang korup akan semakin efektif.
Selama ini akibat belum banyaknya modal sosial yang berkembang di masyarakat,
pemerintahan yang korup bisa melakukan berbagai hal negatif yang menyebabkan
terjadinya kesenjangan dan juga penindasan serta keterbatasan akses pelayanan
publik.
Modal sosial akan menjadi
benteng ketika menghadapi krisis ekonomi. Ini bisa dilihat dari hubungan
kekeluargaan masyarakat di Indonesia yang masih bersifat keluarga besar
(extended family) bukan keluarga kecil (nuclear family). Munculnya PHK
(pemutusan hubungan kerja) di berbagai tempat masih memungkinkan korban PHK
mendapatkan bantuan dari keluarganya. Namun hal ini masih belum cukup karena
modal sosial yang dibutuhkan oleh Indonesia adalah hubungan antara kelompok,
antar etnis, antar agama, antar budaya yang memungkinkan berjalannya kegiatan
ekonomi dengan baik. Pemerataan pendidikan untuk seluruh kelompok, etnis,
pemeluk agama akan memberikan tingkat pengembalian sosial yang semakin baik
sehingga potensi terciptanya kerukunan dan stabilitas bisa lebih
teraplikasikan.
benteng ketika menghadapi krisis ekonomi. Ini bisa dilihat dari hubungan
kekeluargaan masyarakat di Indonesia yang masih bersifat keluarga besar
(extended family) bukan keluarga kecil (nuclear family). Munculnya PHK
(pemutusan hubungan kerja) di berbagai tempat masih memungkinkan korban PHK
mendapatkan bantuan dari keluarganya. Namun hal ini masih belum cukup karena
modal sosial yang dibutuhkan oleh Indonesia adalah hubungan antara kelompok,
antar etnis, antar agama, antar budaya yang memungkinkan berjalannya kegiatan
ekonomi dengan baik. Pemerataan pendidikan untuk seluruh kelompok, etnis,
pemeluk agama akan memberikan tingkat pengembalian sosial yang semakin baik
sehingga potensi terciptanya kerukunan dan stabilitas bisa lebih
teraplikasikan.
E. Tanggung Jawab Pemuda
Tanggung jawab menurut kamus
besar Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala
sesuatunya.Tanggung jawab timbul karena telah diterima wewenang. Tanggung jawab
juga membentuk hubungan tertentu antara pemberi wewenang dan penerima wewenang.
Jadi tanggung jawab seimbang dengan wewenang.
besar Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala
sesuatunya.Tanggung jawab timbul karena telah diterima wewenang. Tanggung jawab
juga membentuk hubungan tertentu antara pemberi wewenang dan penerima wewenang.
Jadi tanggung jawab seimbang dengan wewenang.
Sedangkan menurut WJS.
Poerwodarminto, tanggung jawab adalah sesuatu yang menjadi kewajiban
(keharusan) untuk dilaksanakan, dibalas dan sebagainya. Dengan demikian kalau
terjadi sesuatu maka seseorang yang dibebani tanggung jawab wajib menanggung
segala sesuatunya. Oleh karena itu manusia yang bertanggung jawab adalah
manisia yang dapat menyatakan diri sendiri bahwa tindakannya itu baik dalam
arti menurut norma umum, sebab baik menurut seseorang belum tentu baik menurut
pendapat orang lain.
Poerwodarminto, tanggung jawab adalah sesuatu yang menjadi kewajiban
(keharusan) untuk dilaksanakan, dibalas dan sebagainya. Dengan demikian kalau
terjadi sesuatu maka seseorang yang dibebani tanggung jawab wajib menanggung
segala sesuatunya. Oleh karena itu manusia yang bertanggung jawab adalah
manisia yang dapat menyatakan diri sendiri bahwa tindakannya itu baik dalam
arti menurut norma umum, sebab baik menurut seseorang belum tentu baik menurut
pendapat orang lain.
Dengan kata lain, tanggung
jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang
disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat
sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang
disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat
sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Adapun macam- macam tanggung jawab
pemuda adalah sebagai berikut:
pemuda adalah sebagai berikut:
1.Tanggung jawab terhadap
dirinya sendiri
dirinya sendiri
Manusia diciptakan oleh Tuhan
mengalami periode lahir, hidup, kemudian mati. Agar manusia dalam hidupnya
mempunyai “harga”, sebagai pengisi fase kehidupannya itu maka manusia tersebut
atas namanya sendiri dibebani tanggung jawab. Sebab apabila tidak ada tanggung
jawab terhadap dirinya sendiri maka tindakannnya tidak terkontrol lagi. Intinya
dari masing-masing individu dituntut adanya tanggung jawab untuk melangsungkan
hidupnya di dunia sebagai makhluk Tuhan. Contohnya, manusia mencari makan,
tidak lain adalah karena adanya tanggung jawab terhadap dirinya sendiri agar
dapat melangsungkan hidupnya.
mengalami periode lahir, hidup, kemudian mati. Agar manusia dalam hidupnya
mempunyai “harga”, sebagai pengisi fase kehidupannya itu maka manusia tersebut
atas namanya sendiri dibebani tanggung jawab. Sebab apabila tidak ada tanggung
jawab terhadap dirinya sendiri maka tindakannnya tidak terkontrol lagi. Intinya
dari masing-masing individu dituntut adanya tanggung jawab untuk melangsungkan
hidupnya di dunia sebagai makhluk Tuhan. Contohnya, manusia mencari makan,
tidak lain adalah karena adanya tanggung jawab terhadap dirinya sendiri agar
dapat melangsungkan hidupnya.
2.Tanggung jawab terhadap
keluarga
keluarga
Keluarga merupakan masyarakat
kecil. Keluarga terdiri atas ayah-ibu, anak-anak, dan juga orang lain yang
menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada
keluarganya. Tanggung jawab itu menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung
jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
Untuk memenuhi tanggung jawab dalam keluarga kadang-kadang diperlukan pengorbanan.
Contoh: Seorang ayah rela bekerja membanting tulang demi memenuhi tanggung
jawabnya sebagai kepala keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
kecil. Keluarga terdiri atas ayah-ibu, anak-anak, dan juga orang lain yang
menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada
keluarganya. Tanggung jawab itu menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung
jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
Untuk memenuhi tanggung jawab dalam keluarga kadang-kadang diperlukan pengorbanan.
Contoh: Seorang ayah rela bekerja membanting tulang demi memenuhi tanggung
jawabnya sebagai kepala keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
3.Tanggung jawab terhadap
masyarakat
masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak
dapat hidup tanpa bantuan orang lain, sesuai dengan kedudukanya sebagai makhluk
sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan
manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan
anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota
masyarakat yang lain agar dapat melangsunggkan hidupnya dalam masyarakat
tersebut. Wajarlah apabila semua tingkah laku dan perbuatannya harus
dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Contoh: Seseorang yang menyediakan
rumahnya sebagai tempat pelacuran pada lingkungan masyarakat yang baik-baik,
apapun alasannya tindakan ini termasuk tidak bertanggung jawab terhadap
masyarakat, karena secara moral psikologis akan merusak masa depan generasi
penerusnya di lingkungan masyarakat tersebut.
dapat hidup tanpa bantuan orang lain, sesuai dengan kedudukanya sebagai makhluk
sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan
manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan
anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota
masyarakat yang lain agar dapat melangsunggkan hidupnya dalam masyarakat
tersebut. Wajarlah apabila semua tingkah laku dan perbuatannya harus
dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Contoh: Seseorang yang menyediakan
rumahnya sebagai tempat pelacuran pada lingkungan masyarakat yang baik-baik,
apapun alasannya tindakan ini termasuk tidak bertanggung jawab terhadap
masyarakat, karena secara moral psikologis akan merusak masa depan generasi
penerusnya di lingkungan masyarakat tersebut.
4.Tanggung jawab terhadap
Bangsa / Negara
Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi bahwa
setiap manusia, setiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam
berfikir, berbuat, bertindak, bertingkahlaku manusia terikat oleh norma-norma
atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak bisa berbuat semaunya
sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawabkan
kepada negara.
setiap manusia, setiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam
berfikir, berbuat, bertindak, bertingkahlaku manusia terikat oleh norma-norma
atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak bisa berbuat semaunya
sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawabkan
kepada negara.
Contoh: Dalam novel jalan tak
ada ujung karya Muchtar Lubis, guru Isa yang terkenal guru yang baik, terpaksa
mencuri barang-barang milik sekolah demi rumah tangganya. Perbuatan guru Isa ini harus pula dipertanggung jawabkan
kepada pemerintah. Kalau perbuatan itu di ketahui ia harus berurusan dengan
pihak kepolisian dan pengadilan.
ada ujung karya Muchtar Lubis, guru Isa yang terkenal guru yang baik, terpaksa
mencuri barang-barang milik sekolah demi rumah tangganya. Perbuatan guru Isa ini harus pula dipertanggung jawabkan
kepada pemerintah. Kalau perbuatan itu di ketahui ia harus berurusan dengan
pihak kepolisian dan pengadilan.
5.Tanggung jawab terhadap
Tuhan
Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di
bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawabmelainkan untuk mengisi kehidupannya.
Manusia mempunyai tanggung jawab langsung kepada Tuhan. Sehingga tindakan
manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai
kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut
akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun
manusia masih juga tidak menghiraukan, maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab
dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung
jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai Penciptanya,
bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia perlu pengorbanan.
bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawabmelainkan untuk mengisi kehidupannya.
Manusia mempunyai tanggung jawab langsung kepada Tuhan. Sehingga tindakan
manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai
kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut
akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun
manusia masih juga tidak menghiraukan, maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab
dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung
jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai Penciptanya,
bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia perlu pengorbanan.
F. Sosialisasi Pemuda
Sosialisasi adalah satu
konsep umum yang bisa dimaknakan sebagai sebuah proses di mana kita belajar
melalui interaksi dengan orang lain, tentang cara berpikir, merasakan, dan
bertindak, di mana kesemuanya itu merupakan hal-hal yang sangat penting dalam
menghasilkan partisipasi sosial yang efektif. Sosialisasi merupakan proses yang
terus terjadi selama hidup kita.
konsep umum yang bisa dimaknakan sebagai sebuah proses di mana kita belajar
melalui interaksi dengan orang lain, tentang cara berpikir, merasakan, dan
bertindak, di mana kesemuanya itu merupakan hal-hal yang sangat penting dalam
menghasilkan partisipasi sosial yang efektif. Sosialisasi merupakan proses yang
terus terjadi selama hidup kita.
Melalui proses sosialisasi,
seorang pemuda akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya.
Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Dengan proses sosialisasi,
seseorang menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah
masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari keadaan tidak atau belum
tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan beradab.
seorang pemuda akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya.
Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Dengan proses sosialisasi,
seseorang menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah
masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari keadaan tidak atau belum
tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan beradab.
Kedirian dan kepribadian
melalui proses sosialisasi dapat terbentuk. Dalam hal ini sosialisasi diartikan
sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri,
bagaiman cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya agar dapat berperan
dan berfungsi dalam kelompoknya. Sosialisasi merupakan salah satu proses
belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dan hubungannya degan sistem sosial.
melalui proses sosialisasi dapat terbentuk. Dalam hal ini sosialisasi diartikan
sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri,
bagaiman cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya agar dapat berperan
dan berfungsi dalam kelompoknya. Sosialisasi merupakan salah satu proses
belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dan hubungannya degan sistem sosial.
Proses sosialisasi banyak
ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan
nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik
beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan
perkembangannya. Oleh karena itu proses
sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang.
ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan
nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik
beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan
perkembangannya. Oleh karena itu proses
sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang.
Kedirian (self) sebagai suatu
prosuk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendri dan memandang
adanya pribadi orang lain di luar dirinya. Kesadaran terhadap diri sendiri
membuat timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit
dipelajari. Asal mula timbulnya kedirian :
prosuk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendri dan memandang
adanya pribadi orang lain di luar dirinya. Kesadaran terhadap diri sendiri
membuat timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit
dipelajari. Asal mula timbulnya kedirian :
- Dalam proses sosialisasi mendapat bayangan
dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang lain memandang dan
memperlakukan dirinya. Misalnya ia tidak disukai, tidak dihargai, tidak
dipercaya; atau sebaliknya, ia disayangi, baik budi dan dapat dipercaya - Dalam proses sosialisasi juga membentuk kedirian yang ideal. Orang
bersangkutan mengetahui dengan pasti apa-apa yang harus ia lakukan agar
memperoleh penghargaan dari orang lain. Bentuk-bentuk kedirian ini berguna
dalam meningkatkan ketaatan anak terhadap norma-norma sosial
Pada dasarnya, sosialisasi
memberikan dua kontribusi fundamental bagi kehidupan kita. Pertama,
memberikan dasar atau fondasi kepada individu bagi terciptanya partisipasi yang
efektif dalam masyarakat, dan kedua memungkinkan lestarinya suatu
masyarakat – karena tanpa sosialisasi akan hanya ada satu generasi saja
sehingga kelestarian masyarakat akan sangat terganggu. Contohnya, masyarakat
Sunda, Jawa, Batak, dsb. akan lenyap manakala satu generasi tertentu tidak
mensosialisasikan nilai-nilai kesundaan, kejawaan, kebatakan kepada generasi
berikutnya. Agar dua hal tersebut dapat berlangsung maka ada
beberapa kondisi yang harus ada agar proses sosialisasi terjadi. Pertama adanya
warisan biologikal, dan kedua adalah adanya warisan sosial.
memberikan dua kontribusi fundamental bagi kehidupan kita. Pertama,
memberikan dasar atau fondasi kepada individu bagi terciptanya partisipasi yang
efektif dalam masyarakat, dan kedua memungkinkan lestarinya suatu
masyarakat – karena tanpa sosialisasi akan hanya ada satu generasi saja
sehingga kelestarian masyarakat akan sangat terganggu. Contohnya, masyarakat
Sunda, Jawa, Batak, dsb. akan lenyap manakala satu generasi tertentu tidak
mensosialisasikan nilai-nilai kesundaan, kejawaan, kebatakan kepada generasi
berikutnya. Agar dua hal tersebut dapat berlangsung maka ada
beberapa kondisi yang harus ada agar proses sosialisasi terjadi. Pertama adanya
warisan biologikal, dan kedua adalah adanya warisan sosial.
1. Warisan dan Kematangan Biologikal
Dibandingkan dengan binatang, manusia secara
biologis merupakan makhluk atau spesis yang lemah karena tidak dilengkapi oleh
banyak instink. Kelebihan manusia adalah
adanya potensi untuk belajar dari pengalaman-pengalaman hidupnya. Warisan
biologis yang merupakan kekuatan manusia, memungkinkan dia melakukan adaptasi
pada berbagai macam bentuk lingkungan. Hal inilah yang menyebabkan manusia bisa
memahami masyarakat yang senantiasa berubah, sehingga lalu dia mampu berfungsi
di dalamnya, menilainya, serta memodifikasikannya. Namun tidak semua manusia
mempunyai warisan biologis yang baik, sebab ada pula warisan biologis yang bisa
menghambat proses sosialisasi. Manusia yang dilahirkan dengan cacat pada
otaknya atau organ tubuh lainnya (buta, tuli/bisu, dsb.) akan mengalami
kesulitan dalam proses sosialisasi.
biologis merupakan makhluk atau spesis yang lemah karena tidak dilengkapi oleh
banyak instink. Kelebihan manusia adalah
adanya potensi untuk belajar dari pengalaman-pengalaman hidupnya. Warisan
biologis yang merupakan kekuatan manusia, memungkinkan dia melakukan adaptasi
pada berbagai macam bentuk lingkungan. Hal inilah yang menyebabkan manusia bisa
memahami masyarakat yang senantiasa berubah, sehingga lalu dia mampu berfungsi
di dalamnya, menilainya, serta memodifikasikannya. Namun tidak semua manusia
mempunyai warisan biologis yang baik, sebab ada pula warisan biologis yang bisa
menghambat proses sosialisasi. Manusia yang dilahirkan dengan cacat pada
otaknya atau organ tubuh lainnya (buta, tuli/bisu, dsb.) akan mengalami
kesulitan dalam proses sosialisasi.
Proses sosialisasi juga
dipengaruhi oleh kematangan biologis (biological maturation), yang umumnya
berkembang seirama dengan usia biologis manusia itu sendiri. Misalnya, bayi
yang usianya empat minggu cenderung memerlukan kontak fisik, seperti ciuman,
sentuhan, pelukan. Begitu usianya enambelas minggu maka dia mulai bisa
membedakan muka orang lain yang dekat dengan dirinya, dan lalu mulai bisa
tersenyum. Pada usia tiga bulan, seorang bayi jangan diminta
untuk berjalan atau pun berhitung, berpakaian, dan pekerjaan lainnya. Semua itu
akan sia-sia, menghabiskan waktu karena secara biologis, bayi tersebut belum
cukup matang. Dengan demikian warisan dan kematangan biologis merupakan syarat
pertama yang perlu diperhatikan dalam proses sosialisasi.
dipengaruhi oleh kematangan biologis (biological maturation), yang umumnya
berkembang seirama dengan usia biologis manusia itu sendiri. Misalnya, bayi
yang usianya empat minggu cenderung memerlukan kontak fisik, seperti ciuman,
sentuhan, pelukan. Begitu usianya enambelas minggu maka dia mulai bisa
membedakan muka orang lain yang dekat dengan dirinya, dan lalu mulai bisa
tersenyum. Pada usia tiga bulan, seorang bayi jangan diminta
untuk berjalan atau pun berhitung, berpakaian, dan pekerjaan lainnya. Semua itu
akan sia-sia, menghabiskan waktu karena secara biologis, bayi tersebut belum
cukup matang. Dengan demikian warisan dan kematangan biologis merupakan syarat
pertama yang perlu diperhatikan dalam proses sosialisasi.
2. Lingkungan yang menunjang.
Sosialisasi juga menuntut adanya lingkungan yang
baik yang menunjang proses tersebut, di mana termasuk di dalamnya interaksi
sosial. Kasus di bawah ini dapat dijadikan satu contoh tentang pentingnya
lingkungan dalam proses sosialisasi. Susan Curtiss (1977) menaruh minat pada
kasus anak yang diisolasikan dari lingkungan sosialnya. Pada tahun 1970 diCalifornia ada seorang
anak berusia tigabelas tahun bernama Ginie yang diisolasikan dalam sebuah kamar
kecil oleh orang tuanya. Dia jarang sekali diberi kesempatan berinteraksi
dengan orang lain. Kejadian ini diketahui oleh pekerja sosial dan kemudian
Ginie dipindahkan ke rumah sakit, sedangkan orang tuanya ditangkap dengan
tuduhan melakukan penganiayaan dengan sengaja. Pada saat akan diadili ternyata
ayahnya bunuh diri.
baik yang menunjang proses tersebut, di mana termasuk di dalamnya interaksi
sosial. Kasus di bawah ini dapat dijadikan satu contoh tentang pentingnya
lingkungan dalam proses sosialisasi. Susan Curtiss (1977) menaruh minat pada
kasus anak yang diisolasikan dari lingkungan sosialnya. Pada tahun 1970 di
anak berusia tigabelas tahun bernama Ginie yang diisolasikan dalam sebuah kamar
kecil oleh orang tuanya. Dia jarang sekali diberi kesempatan berinteraksi
dengan orang lain. Kejadian ini diketahui oleh pekerja sosial dan kemudian
Ginie dipindahkan ke rumah sakit, sedangkan orang tuanya ditangkap dengan
tuduhan melakukan penganiayaan dengan sengaja. Pada saat akan diadili ternyata
ayahnya bunuh diri.
Ketika awal berada di rumah sakit, kondisi Ginie
sangat buruk. Dia kekurangan gizi, dan tidak mampu bersosialisasi. Setelah
dilakukan pengujian atas kematangan mentalnya ternyata mencapai skor seperti
kematangan mental anak-anak berusia satu tahun. Para psikolog, akhli bahasa,
akhli syaraf di UCLA (UniversitasCalifornia )
merancang satu program rehabilitasi mental Ginie. Empat tahun program tersebut
berjalan ternyata kemajuan mental Ginie kurang memuaskan.Para
ahli tersebut heran mengapa Ginie mengalami kesukaran dalam memahami prinsip
tata bahasa, padahal secara genetis tidak dijumpai cacat pada otaknya. Sejak
dimasukan ke rumah sakit sampai dengan usia dua puluh tahun, Ginie dilibatkan
dalam lingkungan yang sehat, yang menunjang proses sosialisasi. Hasilnya,
lambat laun Ginie mulai bisa berpartisipasi dengan lingkungan sekitarnya.
sangat buruk. Dia kekurangan gizi, dan tidak mampu bersosialisasi. Setelah
dilakukan pengujian atas kematangan mentalnya ternyata mencapai skor seperti
kematangan mental anak-anak berusia satu tahun. Para psikolog, akhli bahasa,
akhli syaraf di UCLA (Universitas
merancang satu program rehabilitasi mental Ginie. Empat tahun program tersebut
berjalan ternyata kemajuan mental Ginie kurang memuaskan.
tata bahasa, padahal secara genetis tidak dijumpai cacat pada otaknya. Sejak
dimasukan ke rumah sakit sampai dengan usia dua puluh tahun, Ginie dilibatkan
dalam lingkungan yang sehat, yang menunjang proses sosialisasi. Hasilnya,
lambat laun Ginie mulai bisa berpartisipasi dengan lingkungan sekitarnya.
Perlu kita fahami bahwa
sosialisasi melibatkan proses pembelajaran. Dalam
hal ini pembelajaran tidak sekedar di sekolah formal, melainkan berjalan di
setiap saat dan di mana saja. Yang dimaksud dengan belajar atau pembelajaran
adalah modifikasi perilaku seseorang yang relatif permanen yang diperoleh dari pengalamannya di dalam lingkungan
sosial/ fisik. Seseorang selalu mengucapkan salam pada saat bertemu orang lain
yang dikenalnya; perilaku tersebut merupakan hasil belajar yang diperoleh dari
lingkungan di mana dia dibesarkan. Demikin pula seorang yang suka makan
“jengkol/jering”, mereka belajar dari lingkungannya.
sosialisasi melibatkan proses pembelajaran. Dalam
hal ini pembelajaran tidak sekedar di sekolah formal, melainkan berjalan di
setiap saat dan di mana saja. Yang dimaksud dengan belajar atau pembelajaran
adalah modifikasi perilaku seseorang yang relatif permanen yang diperoleh dari pengalamannya di dalam lingkungan
sosial/ fisik. Seseorang selalu mengucapkan salam pada saat bertemu orang lain
yang dikenalnya; perilaku tersebut merupakan hasil belajar yang diperoleh dari
lingkungan di mana dia dibesarkan. Demikin pula seorang yang suka makan
“jengkol/jering”, mereka belajar dari lingkungannya.
relatif kuat yang dapat menjelaskan proses pembelajaran dalam sosialisasi.
Pertama adalah teori pembelajaran sosial (social learning theory), kedua
teori perkembangan individu (developmental theory), dan ketiga teori
interaksi simbolis (symbolic interaction theory).
a. Berdasarkan teori pembelajaran sosial,
Pembelajaran terjadi melalui dua cara. (1)
dikondisikan, dan (2) meniru perilaku orang lain. Tokoh utama pendekatan
pertama adalah B.F. Skinner (1953), yang terkenal dengan konsep operant
conditioning – Berdasarkan berbagai percobaan melalui tikus dan merpati,
Skinner memperkenalkan konsepnya tersebut. Perilaku yang sekarang ditampilkan merupakan hasil
konsekuensi positif atau negatif dari perilaku yang sama sebelumnya. Seorang
anak rajin belajar karena memperoleh
hadiah dari orang tuanya. Seorang murid yang mempeoleh nilai baik, dipuji-puji
di depan orang banyak. Memuji, memberi imbalan,
merupakan cara untuk memunculkan bentuk perilaku tertentu. Memarahi, memberi
hukuman, merupakan cara untuk menghilangkan perilaku tertentu. Dengan demikian
jika generasi awal ingin melestarikan berbagai bentuk perilaku kepada generasi
sesudahnya, maka kepada setiap perilaku yang dianggap perlu dilestarikan harus
diberikan imbalan. Seorang anak diminta berdoa sebelum makan, dan setelah
selesai berdoa, orang tuanya memujinya .
dikondisikan, dan (2) meniru perilaku orang lain. Tokoh utama pendekatan
pertama adalah B.F. Skinner (1953), yang terkenal dengan konsep operant
conditioning – Berdasarkan berbagai percobaan melalui tikus dan merpati,
Skinner memperkenalkan konsepnya tersebut. Perilaku yang sekarang ditampilkan merupakan hasil
konsekuensi positif atau negatif dari perilaku yang sama sebelumnya. Seorang
anak rajin belajar karena memperoleh
hadiah dari orang tuanya. Seorang murid yang mempeoleh nilai baik, dipuji-puji
di depan orang banyak. Memuji, memberi imbalan,
merupakan cara untuk memunculkan bentuk perilaku tertentu. Memarahi, memberi
hukuman, merupakan cara untuk menghilangkan perilaku tertentu. Dengan demikian
jika generasi awal ingin melestarikan berbagai bentuk perilaku kepada generasi
sesudahnya, maka kepada setiap perilaku yang dianggap perlu dilestarikan harus
diberikan imbalan. Seorang anak diminta berdoa sebelum makan, dan setelah
selesai berdoa, orang tuanya memujinya .
Pendekatan kedua dikenal dengan nama
“observational learning”. Tokoh di balik konsep tersebut adalah Albert Bandura.
Inti perndekatan ini adalah bahwa perilaku seseorang diperoleh melalui proses
peniruan perilaku orang lain. Individu meniru perilaku orang lain karena
konsekuensi yang diterima oleh orang lain yang menampilkan perilaku tersebut
positif, dalam pandangan individu tadi. Jika
kita ingin mensosialisasikan hidup secara teratur, disiplin, maka caranya
adalah memberikan contoh. Di samping itu bisa juga menciptakan model yang layak
untuk ditiru.
“observational learning”. Tokoh di balik konsep tersebut adalah Albert Bandura.
Inti perndekatan ini adalah bahwa perilaku seseorang diperoleh melalui proses
peniruan perilaku orang lain. Individu meniru perilaku orang lain karena
konsekuensi yang diterima oleh orang lain yang menampilkan perilaku tersebut
positif, dalam pandangan individu tadi. Jika
kita ingin mensosialisasikan hidup secara teratur, disiplin, maka caranya
adalah memberikan contoh. Di samping itu bisa juga menciptakan model yang layak
untuk ditiru.
b.
Berdasarkan teori-teori perkembangan
individu
Berdasarkan teori-teori perkembangan
individu
Pembelajaran, sosialisasi di
tahap awal melibatkan serangkaian tahapan. Setiap
tahap akan memunculkan bentuk perilaku tertentu dan setiap manusia perilakunya
berkembang melalui tahapan yang sama. Misalnya, tahap perkembangan yang dikemukakan
oleh Erik Ericson (1950), ada delapan tahapan. Tahap pertama pengembangan rasa
percaya pada lingkungan, tahap kedua pengembangan kemandirian, tahap ketiga
pengembangan inisiatif, tahap keempat pengembangan kemampuan psikis dan pisik,
tahap kelima pengembangan identitas diri. Kelima tahapan tersebut terjadi pada saat sosialisasi di
masa kanak-kanak. Tahap perkembangan setelah itu adalah tahap keenam merupakan
pengembangan hubungan dengan orang lain secara intim, tahap ketujuh
pengembangan pembinaan keluarga/keturunan, dan tahap kedelapan pengembangan
penerimaan kehidupan.
tahap awal melibatkan serangkaian tahapan. Setiap
tahap akan memunculkan bentuk perilaku tertentu dan setiap manusia perilakunya
berkembang melalui tahapan yang sama. Misalnya, tahap perkembangan yang dikemukakan
oleh Erik Ericson (1950), ada delapan tahapan. Tahap pertama pengembangan rasa
percaya pada lingkungan, tahap kedua pengembangan kemandirian, tahap ketiga
pengembangan inisiatif, tahap keempat pengembangan kemampuan psikis dan pisik,
tahap kelima pengembangan identitas diri. Kelima tahapan tersebut terjadi pada saat sosialisasi di
masa kanak-kanak. Tahap perkembangan setelah itu adalah tahap keenam merupakan
pengembangan hubungan dengan orang lain secara intim, tahap ketujuh
pengembangan pembinaan keluarga/keturunan, dan tahap kedelapan pengembangan
penerimaan kehidupan.
Interaksi dengan manusia lain
dalam proses sosialisasi merupakan satu keharusan. Interaksi senantiasa
mengandalkan proses komunikasi, dan salah satu alat komunikasi adalah bahasa.
Kapasitas seseorang berbahasa dipengaruhi oleh akar biologis yang sangat dalam,
namun pelaksanaan kapasitas tersebut
sangat ditentukan oleh lingkungan budaya di mana kita dibesarkan. Berdasarkan
teori perkembangan ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Tahap pertama
adalah di tahun pertama, yaitu tahapan sebelum seorang anak berbahasa
(prelinguistic stage). Disebut sebagai “sebelum berbahasa” karena bunyi yang
dikeluarkan belum disebut kata-kata. Misalnya
: “a-a-a-a, det-det-det, ga-ga-ga, “. Tahap kedua adalah tahap di mana anak
sudah mulai belajar berjalan (toddlers). Mulai belajar bicara, misalnya “tu-tu”
untuk kata “itu”; “dul” untuk kata “tidur”, “mi-mi” untuk kata “minum”,
dst. Di samping bahasa verbal, dalam tahapan
itu juga, anak juga sudah mulai menggunakan bahasa nonverbal (body language).
Menganggukan kepala untuk mengatakan ya, menunjuk dengan jari untuk mengatakan
itu, dsb. Tahap ketiga : sebelum masuk
sekolah. Anak sudah bisa bicara dengan kata-kata dan struktur bahasa yang
sederhana. dan terbatas pada apa yang diajarkan oleh keluarga. Tahap berikutnya
terjadi setelah anak mulai sekolah. Dalam tahapan ini anak memperoleh
perbendaharaan kata yang lebih banyak. Mereka juga belajar menyusun kata-kata
secara lebih benar sesuai dengan ejaan yang secara umum digunakan oleh
masyarakat luas. Selain perkembangan dalam hal-hal tersebut sebelumnya, manusia
mengalami perkembangan moral (moral development).
dalam proses sosialisasi merupakan satu keharusan. Interaksi senantiasa
mengandalkan proses komunikasi, dan salah satu alat komunikasi adalah bahasa.
Kapasitas seseorang berbahasa dipengaruhi oleh akar biologis yang sangat dalam,
namun pelaksanaan kapasitas tersebut
sangat ditentukan oleh lingkungan budaya di mana kita dibesarkan. Berdasarkan
teori perkembangan ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Tahap pertama
adalah di tahun pertama, yaitu tahapan sebelum seorang anak berbahasa
(prelinguistic stage). Disebut sebagai “sebelum berbahasa” karena bunyi yang
dikeluarkan belum disebut kata-kata. Misalnya
: “a-a-a-a, det-det-det, ga-ga-ga, “. Tahap kedua adalah tahap di mana anak
sudah mulai belajar berjalan (toddlers). Mulai belajar bicara, misalnya “tu-tu”
untuk kata “itu”; “dul” untuk kata “tidur”, “mi-mi” untuk kata “minum”,
dst. Di samping bahasa verbal, dalam tahapan
itu juga, anak juga sudah mulai menggunakan bahasa nonverbal (body language).
Menganggukan kepala untuk mengatakan ya, menunjuk dengan jari untuk mengatakan
itu, dsb. Tahap ketiga : sebelum masuk
sekolah. Anak sudah bisa bicara dengan kata-kata dan struktur bahasa yang
sederhana. dan terbatas pada apa yang diajarkan oleh keluarga. Tahap berikutnya
terjadi setelah anak mulai sekolah. Dalam tahapan ini anak memperoleh
perbendaharaan kata yang lebih banyak. Mereka juga belajar menyusun kata-kata
secara lebih benar sesuai dengan ejaan yang secara umum digunakan oleh
masyarakat luas. Selain perkembangan dalam hal-hal tersebut sebelumnya, manusia
mengalami perkembangan moral (moral development).
c.
Berdasarkan
teori interaksi simbolis
Berdasarkan
teori interaksi simbolis
Asal teori ini dari
disiplin sosiologi, yaitu satu teori yang memusatkan pada kajian tentang
bagaimana individu menginterpretasikan dan memaknakan interaksi-interaksi
sosialnya. Di dalam teori ini ditekankan bagaimana peran aktif seorang anak
dalam sosialisasi. Sejak masa kanak-kanak, kita belajar mengembangkan kemampuan
diri (mengevaluasi diri, memotivasi diri, mengendalikan diri). Menurut Herbert
Mead (1934) ada tiga proses tahapan pengembangan diri yang memungkinkan seorang
anak menjadi mampu berpartisipasi penuh dalam kehidupan sosial. Tahap pertama
adalah preparatory stage, tahap kedua play stage, dan tahap terakhir adalah
game stage.
disiplin sosiologi, yaitu satu teori yang memusatkan pada kajian tentang
bagaimana individu menginterpretasikan dan memaknakan interaksi-interaksi
sosialnya. Di dalam teori ini ditekankan bagaimana peran aktif seorang anak
dalam sosialisasi. Sejak masa kanak-kanak, kita belajar mengembangkan kemampuan
diri (mengevaluasi diri, memotivasi diri, mengendalikan diri). Menurut Herbert
Mead (1934) ada tiga proses tahapan pengembangan diri yang memungkinkan seorang
anak menjadi mampu berpartisipasi penuh dalam kehidupan sosial. Tahap pertama
adalah preparatory stage, tahap kedua play stage, dan tahap terakhir adalah
game stage.
Pada tahapan pertama,
anak belum mampu memandang perilakunya sendiri. Mereka
meniru perilaku orang lain yang ada di sekitarnya dan mencoba memberikan makna.
Anak juga mulai belajar menangkap makna dari bahasa yang digunakannya. Pada
tahapan kedua, anak mulai belajar berperan seperti orang lain. Berperilaku
seperti ayahnya, ibunya, guru, dsb. Melalui bermain peran yang beraneka ragam
itu anak mempelajari pola-pola perilaku individu lainnya . Tahap ketiga merupakan tahapan di mana anak
melatih ketrampilan sosialnya. Dia belajar bagaimana memenuhi harapan orang
lain yang jumlahnya tidak hanya satu. Memenuhi harapan teman-temannya, kelompok
bermainnya, kelompok belajarnya, dan sebagainya.
anak belum mampu memandang perilakunya sendiri. Mereka
meniru perilaku orang lain yang ada di sekitarnya dan mencoba memberikan makna.
Anak juga mulai belajar menangkap makna dari bahasa yang digunakannya. Pada
tahapan kedua, anak mulai belajar berperan seperti orang lain. Berperilaku
seperti ayahnya, ibunya, guru, dsb. Melalui bermain peran yang beraneka ragam
itu anak mempelajari pola-pola perilaku individu lainnya . Tahap ketiga merupakan tahapan di mana anak
melatih ketrampilan sosialnya. Dia belajar bagaimana memenuhi harapan orang
lain yang jumlahnya tidak hanya satu. Memenuhi harapan teman-temannya, kelompok
bermainnya, kelompok belajarnya, dan sebagainya.
G. Harapan Untuk Masa Depan
Rasulullah SAW memberikan
jaminan keselamatan di hari akhirat kelak, antara lain, kepada pemuda yang
menghabiskan masa mudanya untuk beribadah kepada Allah SWT, pemuda yang gemar
melakukan aktivitas ibadah di masjid, dan pemuda yang sanggup menahan gejolak
nafsunya manakala berhadapan dengan godaan syahwat perzinaan.
jaminan keselamatan di hari akhirat kelak, antara lain, kepada pemuda yang
menghabiskan masa mudanya untuk beribadah kepada Allah SWT, pemuda yang gemar
melakukan aktivitas ibadah di masjid, dan pemuda yang sanggup menahan gejolak
nafsunya manakala berhadapan dengan godaan syahwat perzinaan.
Mengingat betapa besar sumber
daya potensi sekaligus emosi yang dimiliki pemuda, maka sepantasnyalah segenap
masyarakat membimbing mereka agar menjadi pemuda idaman yang mulia menurut
pandangan Allah SWT. Caranya, antara lain, dengan melibatkan pemuda ke dalam
berbagai aktivitas yang positif dan konstruktif, membina jiwa mereka secara
rutin dengan siraman rohani, membentengi mereka dengan tausiyah agar tidak terjebak
ke dalam perbuatan nista, zina, dan kejahatan, serta mengajari mereka dengan
teladan kebaikan orang tua.
daya potensi sekaligus emosi yang dimiliki pemuda, maka sepantasnyalah segenap
masyarakat membimbing mereka agar menjadi pemuda idaman yang mulia menurut
pandangan Allah SWT. Caranya, antara lain, dengan melibatkan pemuda ke dalam
berbagai aktivitas yang positif dan konstruktif, membina jiwa mereka secara
rutin dengan siraman rohani, membentengi mereka dengan tausiyah agar tidak terjebak
ke dalam perbuatan nista, zina, dan kejahatan, serta mengajari mereka dengan
teladan kebaikan orang tua.
Tentang pentingnya memperhatikan pemuda dalam
rangka kaderisasi ini, disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam pesannya. ”Aku
pesankan agar kalian berbuat baik kepada para pemuda, karena sebenarnya hati
mereka itu lembut. Allah telah mengutus aku dengan agama yang lurus dan penuh
toleransi, lalu para pemuda bergabung memberikan dukungan kepadaku. Sementara
para orang tua menentangku.”
rangka kaderisasi ini, disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam pesannya. ”Aku
pesankan agar kalian berbuat baik kepada para pemuda, karena sebenarnya hati
mereka itu lembut. Allah telah mengutus aku dengan agama yang lurus dan penuh
toleransi, lalu para pemuda bergabung memberikan dukungan kepadaku. Sementara
para orang tua menentangku.”
Sahabat Ibnu Abbas pernah menyatakan, ”Tidaklah
Allah mengutus seorang Nabi melainkan pemuda. Dan seorang alim tidak diberi
ilmu pengetahuan oleh Allah melainkan di waktu masa mudanya.”
Allah mengutus seorang Nabi melainkan pemuda. Dan seorang alim tidak diberi
ilmu pengetahuan oleh Allah melainkan di waktu masa mudanya.”
menjadi harapan masa depan bangsa, yaitu:
1. Mewujudkan keserasian kebijakan pemuda di berbagai bidang pembangunan.
2. Memperluas kesempatan pemuda memperoleh pendidikan dan keterampilan.
3.
Meningkatkan peran serta
pemuda dalam pembangunan sosial, politik, ekonomi, lingkungan hidup, ketahanan,
keamanan serta budaya dan agama.
Meningkatkan peran serta
pemuda dalam pembangunan sosial, politik, ekonomi, lingkungan hidup, ketahanan,
keamanan serta budaya dan agama.
4.
Meningkatkan potensi pemuda
dalam kewirausahaan, kepeloporan, dan kepemimpinan dalam pembangunan.
Meningkatkan potensi pemuda
dalam kewirausahaan, kepeloporan, dan kepemimpinan dalam pembangunan.
5.
Melindungi segenap generasi
muda dari bahaya penyalahgunaan NAPZA, minuman keras, pornografi, penyebaran
HIV/AIDS, dan penyakit menular lain di kalangan generasi muda.
Melindungi segenap generasi
muda dari bahaya penyalahgunaan NAPZA, minuman keras, pornografi, penyebaran
HIV/AIDS, dan penyakit menular lain di kalangan generasi muda.
6.
Memperkokoh pembinaan mental,
moral dan spiritual generasi muda berbasis keimanan dan ketakwaan kepada Allah
SWT.
Memperkokoh pembinaan mental,
moral dan spiritual generasi muda berbasis keimanan dan ketakwaan kepada Allah
SWT.
Kini, saatnya kita munculkan
generasi muda idaman berkarakter ashabul kahfi, berakidah Ibrahim,
pecinta sifat-sifat mulia para Nabi. Pemuda yang menjunjung nilai keimanan dan
ketakwaan kepada Allah SWT. Mereka ini layak menjadi idaman setiap insan untuk
merubah nasib bangsa kearah kemajuan positif. Hanya bangsa yang memperhatikan
generasi muda lah yang akan mengalami kemajuan dan daya saing di masa
depan.
generasi muda idaman berkarakter ashabul kahfi, berakidah Ibrahim,
pecinta sifat-sifat mulia para Nabi. Pemuda yang menjunjung nilai keimanan dan
ketakwaan kepada Allah SWT. Mereka ini layak menjadi idaman setiap insan untuk
merubah nasib bangsa kearah kemajuan positif. Hanya bangsa yang memperhatikan
generasi muda lah yang akan mengalami kemajuan dan daya saing di masa
depan.

































