Perintah Allah SWT
sekedar anjuran, tetapi ia merupakan perintah ilahi yang wajib dilaksanakan.
umum dn inti merupakan perintah syariah. Ia merupakan media taqorrub kepada
Allah.
memerintahkan berzikir yang tidak ’tanggung’ tetapi berzikir hendaknya dilakukan
sebanyak mungkin.
berfirman dalam surat Al Ahzab (33) ayat 41:
orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir
yang sebanyak-banyaknya.
ingat (pula) kepadamu[98], dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu
mengingkari (nikmat)-Ku. Q.S. Al Baqarah ayat 152
kepadamu.
Media Taqorrub (Mendekatkan diri) kepada Allah
النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ :
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي ، فَإِنْ
ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي ، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلأٍ
ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٌ مِنْهُ » . رواه البخاري ومسلم.
saw bersabda ; Allah swt berfirman : “Saya berada menurut dugaan hamba-Ku, dan
Aku bersamanya jika berdzikir kepada-Ku, jika dia berdzikir dalam dirinya, maka
Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, dan jika dia berdzikir di dalam sekelompok
orang maka Aku akan mengingatnya di sekelompok yang lebih baik dari mereka”. (HR.
Bukhari dan Muslim)
Indikasi Keimanan Seseorang
berfirman:
(nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang
besar.” (Q.S. Al Ahzab (33) ayat 35)
فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ
لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ * الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا
وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ
وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ
penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang terdapat
tanda-tanda kebesaran bagi kaum yang berfikir, yakni mereka yang selalu
mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, atau berbaring seraya berfikir
tentang penciptaan langit dan bumi (kemudian berkata): Ya Rabb kami, tidaklah
Engkau ciptakan segala sesuatu dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka
peliharalah kami dari adzab api neraka”.(QS. Ali-Imran:190-191)
Sebagai Penenang Jiwa
berfirman:
mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan
mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
Sarana Tazkiyatun Nafs (Mensuckan Jiwa)
Rasulullah SAW bersabda:
النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ
وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ مِثْلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ » . متفق عليه .
فِيْهِ وَالْبَيْتِ الَّذِي لاَ يَذْكُرُ اللهَ فِيْهِ مِثْلُ الْحَيِّ
وَالْمَيِّتِ » . رواه البخاري ومسلم
Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dengan orang yang tidak
berdzikir kepada Tuhannya adalah seperti orang yang hidup dan yang mati”. (Muttafaqun alaih)
yang di dalamnya berdzikir kepada Allah dan rumah yang di dalamnya tidak
berdzikir kepada Allah adalah seperti orang hidup dan orang yang mati”.





































