1.
Perintah Allah SWT
Perintah Allah SWT
Zikir bukan
sekedar anjuran, tetapi ia merupakan perintah ilahi yang wajib dilaksanakan.
sekedar anjuran, tetapi ia merupakan perintah ilahi yang wajib dilaksanakan.
Zikir secara
umum dn inti merupakan perintah syariah. Ia merupakan media taqorrub kepada
Allah.
umum dn inti merupakan perintah syariah. Ia merupakan media taqorrub kepada
Allah.
Allah
memerintahkan berzikir yang tidak ’tanggung’ tetapi berzikir hendaknya dilakukan
sebanyak mungkin.
memerintahkan berzikir yang tidak ’tanggung’ tetapi berzikir hendaknya dilakukan
sebanyak mungkin.
Allah SWT
berfirman dalam surat Al Ahzab (33) ayat 41:
berfirman dalam surat Al Ahzab (33) ayat 41:
Hai
orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir
yang sebanyak-banyaknya.
orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir
yang sebanyak-banyaknya.
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku
ingat (pula) kepadamu[98], dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu
mengingkari (nikmat)-Ku. Q.S. Al Baqarah ayat 152
ingat (pula) kepadamu[98], dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu
mengingkari (nikmat)-Ku. Q.S. Al Baqarah ayat 152
[98] Maksudnya: Aku limpahkan rahmat dan ampunan-Ku
kepadamu.
kepadamu.
2.
Media Taqorrub (Mendekatkan diri) kepada Allah
Media Taqorrub (Mendekatkan diri) kepada Allah
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ :
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي ، فَإِنْ
ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي ، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلأٍ
ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٌ مِنْهُ » . رواه البخاري ومسلم.
النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ :
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي ، فَإِنْ
ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي ، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلأٍ
ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٌ مِنْهُ » . رواه البخاري ومسلم.
Dari Abu Hurairah ra berkata : nabi
saw bersabda ; Allah swt berfirman : “Saya berada menurut dugaan hamba-Ku, dan
Aku bersamanya jika berdzikir kepada-Ku, jika dia berdzikir dalam dirinya, maka
Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, dan jika dia berdzikir di dalam sekelompok
orang maka Aku akan mengingatnya di sekelompok yang lebih baik dari mereka”. (HR.
Bukhari dan Muslim)
saw bersabda ; Allah swt berfirman : “Saya berada menurut dugaan hamba-Ku, dan
Aku bersamanya jika berdzikir kepada-Ku, jika dia berdzikir dalam dirinya, maka
Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, dan jika dia berdzikir di dalam sekelompok
orang maka Aku akan mengingatnya di sekelompok yang lebih baik dari mereka”. (HR.
Bukhari dan Muslim)
3.
Indikasi Keimanan Seseorang
Indikasi Keimanan Seseorang
Allah SWT
berfirman:
berfirman:
“Dan laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut
(nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang
besar.” (Q.S. Al Ahzab (33) ayat 35)
(nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang
besar.” (Q.S. Al Ahzab (33) ayat 35)
إِنَّ
فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ
لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ * الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا
وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ
وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ
فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ
لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ * الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا
وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ
وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ
“Sesungguhnya dalam
penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang terdapat
tanda-tanda kebesaran bagi kaum yang berfikir, yakni mereka yang selalu
mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, atau berbaring seraya berfikir
tentang penciptaan langit dan bumi (kemudian berkata): Ya Rabb kami, tidaklah
Engkau ciptakan segala sesuatu dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka
peliharalah kami dari adzab api neraka”.(QS. Ali-Imran:190-191)
penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang terdapat
tanda-tanda kebesaran bagi kaum yang berfikir, yakni mereka yang selalu
mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, atau berbaring seraya berfikir
tentang penciptaan langit dan bumi (kemudian berkata): Ya Rabb kami, tidaklah
Engkau ciptakan segala sesuatu dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka
peliharalah kami dari adzab api neraka”.(QS. Ali-Imran:190-191)
4.
Sebagai Penenang Jiwa
Sebagai Penenang Jiwa
Allah SWT
berfirman:
berfirman:
“(yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati
mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan
mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan
mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
5.
Sarana Tazkiyatun Nafs (Mensuckan Jiwa)
Sarana Tazkiyatun Nafs (Mensuckan Jiwa)
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي مُوْسَى الأَشْعَرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ
وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ مِثْلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ » . متفق عليه .
النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ
وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ مِثْلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ » . متفق عليه .
وَلَفْظُ مُسْلِمٍ : « مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يَذْكُرُ اللهَ
فِيْهِ وَالْبَيْتِ الَّذِي لاَ يَذْكُرُ اللهَ فِيْهِ مِثْلُ الْحَيِّ
وَالْمَيِّتِ » . رواه البخاري ومسلم
فِيْهِ وَالْبَيْتِ الَّذِي لاَ يَذْكُرُ اللهَ فِيْهِ مِثْلُ الْحَيِّ
وَالْمَيِّتِ » . رواه البخاري ومسلم
Dari Abu Musa Al Asy’ari ra berkata : Nabi saw bersabda :
Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dengan orang yang tidak
berdzikir kepada Tuhannya adalah seperti orang yang hidup dan yang mati”. (Muttafaqun alaih)
Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dengan orang yang tidak
berdzikir kepada Tuhannya adalah seperti orang yang hidup dan yang mati”. (Muttafaqun alaih)
Dan dalam lafadz riwayat Imam Muslim : “Perumpaan rumah
yang di dalamnya berdzikir kepada Allah dan rumah yang di dalamnya tidak
berdzikir kepada Allah adalah seperti orang hidup dan orang yang mati”.
yang di dalamnya berdzikir kepada Allah dan rumah yang di dalamnya tidak
berdzikir kepada Allah adalah seperti orang hidup dan orang yang mati”.
ADVERTISEMENT






























