Pengantar
Kekuatan pendorong utama di balik pengembangan sistem basis data adalah adanya keinginan untuk mengintegrasikan data operasional organisasi dan menyediakan akses terkontrol ke data ini.Sementara integrasi dan akses terkontrol mungkin menyiratkan sentralisasi, tetapi bukan itu maksudnya.
Memang, pertumbuhan jaringan komputer mempromosikan cara kerja yang terdesentralisasi. Pendekatan desentralisasi ini mencerminkan struktur organisasi beberapa perusahaan, yang secara logis dibagi menjadi divisi, departemen, proyek, dan lainnya. Dan secara fisik terbagi menjadi kantor-kantor, pabrik-pabrik, dll., di mana setiap unit menyimpan data operasionalnya sendiri. Pembagian data dan efisiensi akses data harus ditingkatkan dengan mengembangkan sistem basis data terdistribusi yang mencerminkan struktur organisasi ini, sehingga memungkinkan semua entitas mengakses data dan menyimpannya di lokasi terdekat yang paling sering mereka gunakan. Sistem basis data terdistribusi (DBMS terdistribusi) akan membantu memecahkan masalah pulau-pulau informasi. Basis data terkadang disebut sebagai pulau-pulau elektronik yang berbeda dan seringkali sulit dijangkau, seperti halnya pulau-pulau terpencil. Ini bisa jadi akibat pemisahan wilayah geografis, arsitektur komputer yang tidak kompatibel, protokol komunikasi yang tidak kompatibel, dll. Mengintegrasikan database ke dalam satu entitas logis dapat mencegah pemikiran semacam ini.
Selengkapnya >>
ADVERTISEMENT

























![[Lirik+Terjemahan] AAA – SHOW TIME](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2026/01/AAA-SHOWTIME.jpg?fit=400%2C400&ssl=1)


