![]() |
| Habib Rizieq Syihab di Banda Aceh (tarbawia) |
Safari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI berlanjut. Akhir Desember sekaligus akhir tahun 2016 ini, Ketua Dewan Pembina GNPF MUI sekaligus Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab bersama Wakil Ketua GNPF MUI KH M Zaitun Rasmin Lc MA beserta ulama-ulama lain berkunjung ke Nangroe Aceh Darussalam.
“Saya punya satu amanat penting.
Aceh adalah Serambi Mekah. Aceh adalah Darussalam. Aceh adalah kakak tertua bagi Bangsa Indonesia. Islam pertama kali masuk ke Indonesia lewat Aceh. Kerajaan Islam yang pertama ada di Perlak Aceh. Maka dari itu, Aceh harus memimpin Indonesia. Aceh harus ‘menjajah’ Indonesia.Maka saya meminta sekali lagi, Aceh adalah modal dan model bagi Bangsa Indonesia.
Kenapa saya katakan modal, Saudara?Anda tahu, waktu perjanjian internasional tentang kemerdekaan Indonesia, salah satu syaratnya, kalau suatu Negara sudah dijajah seratus lima puluh tahun tanpa henti oleh Negara lain, maka Negara tersebut menjadi milik Negara penjajah.Saat itu semua wilayah Indonesia sudah dijajah. Hampir 350 tahun. Tapi ada Aceh yang maju ke depan, Saudara.Apa kata Aceh? Apa kata Aceh, Saudara?
Aceh bilang, siapa bilang Indonesia dijajah Belanda? Aceh tidak pernah tunduk kepada Belanda.
Akhirnya tuntutan Belanda batal dan kemerdekaan Indonesia diakui secara nasional bahkan internasional.Begitu merdeka, Indonesia belum punya kapal terbang. Yang pertama beli kapal terbang siapa? Aceh. Yang pertama beli siapa? Aceh. Yang modali kemerdekaan siapa? Aceh. Yang jadi contoh siapa? Aceh.”









































