
HATI YANG LUKA yang menuai kontroversi karena dianggap cengeng dan sempat
dilarang ditampilkan di TV oleh Menteri Penerangan HARMOKO saat itu, sosok
BETHARIA SONATHA menjadi ‘ikon’ bagi penyanyi genre pop cengeng. Alih alih lagu
cengeng jadi berkurang di pasaran, sebaliknya malah bermunculan album-album
yang setipe dengan Hati Yang Luka. Dan Betharia nampaknya memang sudah mantap
ada di jalur ini, tidak bergeming tetap eksis merilis album dengan lagu-lagu
yang tetap ‘cengeng’, seperti album yang dirilis tahun 1992 berjudul SATU TANDA
TANGAN ini. Lagunya bercerita tentang derita istri yang diminta suaminya
tandatangan supaya sang suami bisa menikah lagi. Sayangnya, mungkin masyarakat
sudah mulai bosan dengan lagu-lagu semacam ini, sehingga album Betha ini tidak
begitu berhasil di pasaran dibandingkan album-album sebelumnya. Dan barangkali
ini disadari oleh Betha dan Musica, karena beberapa album setelah ini album
Betha mulai bergeser ke genre pop kreatif.
dalam kamar ini
melihat aku sedang menangis
yang takkan jadi hancur
restu ingin memadu
meminta
diriku
dimadu, terlalu..
baju
kau buang
punya rasa, seperti dirinya
cantik lagi
anggap rendah
mau hidupku dimadu
engkau minta
kuberi
biar berpisah saja
































