الله الرحمن الرحيم
Nabi dan Rasul ‘alaihimush shalaatu was salam
kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang
mengikutinya hingga hari Kiamat. Amma ba’du:
dan rasul yang tidak dimiliki oleh hamba-hamba Allah yang lain. Di antara
kekhususan itu adalah:
Mereka
diberi wahyu
berfirman,
أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ
ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku, “Bahwa
sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa.”
(QS. Al Kahfi: 110)
‘Ishmah
(kema’shuman) dalam hal yang mereka sampaikan, yakni mereka tidak lupa dan
salah dalam menyampaikan wahyu.
berfirman,
تَنسَى
kamu tidak akan lupa,” (QS. Al A’laa: 6)
Haaqqah ayat 44-47.
Diberi
pilihan ketika akan dicabut nyawanya
الله عليه وسلم يَقُولُ : « مَا مِنْ نَبِىٍّ يَمْرَضُ إِلاَّ خُيِّرَ بَيْنَ
الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ » . وَكَانَ فِى شَكْوَاهُ الَّذِى قُبِضَ فِيهِ
أَخَذَتْهُ بُحَّةٌ شَدِيدَةٌ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ ( مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ
اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ
وَالصَّالِحِينَ ) فَعَلِمْتُ أَنَّهُ خُيِّرَ .
berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak ada seorang nabi pun yang sakit kecuali ia akan diberi pilihan antara
dunia dengan akhirat.”
pada saat Beliau sakit menjelang wafatnya terdengar suara serak, aku mendengar
Beliau berkata, “Bersama orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, dari
kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang salih,” aku pun tahu
ternyata Beliau sedang diberi pilihan.” (HR. Bukhari)
Dikubur
di tempat wafatnya
berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
نَبِيٌّ اِلاَّ حَيْثُ يَمُوْتُ
meninggalnya.” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)
Jasadnya
tidak dimakan bumi
sallam bersabda:
الْأَنْبِيَاءِ
memakan jasad para nabi.” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, dan Ibnu Majah, dishahihkan
oleh Al Albani)
Hidup
dalam kuburnya
sallam bersabda:
أَحْيَاءٌ فِي قُبُوْرِهِمْ يُصَلُّوْنَ
Ya’la, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ 2790)
Saat
tidur mata mereka terpejam, namun hatinya tetap sadar dan terjaga
الله عليه وسلم نَائِمَةٌ عَيْنَاهُ وَلاَ يَنَامُ قَلْبُهُ وَكَذَلِكَ
الأَنْبِيَاءُ تَنَامُ أَعْيُنُهُمْ وَلاَ تَنَامُ قُلُوبُهُمْ ،
sallam matanya tidur namun hatinya tidak tidur. Demikian juga para nabi, mata
mereka tidur, namun hati mereka tidak tidur.” (HR. Bukhari)
Nabi akan menjadi saksi terhadap umatnya dan ummat Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam akan menjadi saksi bahwa para nabi telah menyampaikan
risalahnya kepada ummatnya
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
النَّبِيُّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَعَهُ الرَّجُلاَنِ وَأَكْثَرُ مِنْ ذَلِكَ,
فَيُدْعَى قَوْمُهُ, فَيُقَالُ: هَلْ بَلَّغَكُمْ هَذَا ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: لاَ
فَيُقَالُ لَهُ: هَلْ بَلَّغْتَ قَوْمَكَ ؟ فَيَقُوْلُ: نَعَمْ, فَيُقَالُ: مَنْ
يَشْهَدُ لَكَ ؟ فَيَقُوْلُ: مُحَمَّدٌ وَأُمَّتُهُ, فَيُدْعَى مُحَمَّدٌ وَأُمَّتُهُ,
فَيُقَالُ لَهُمْ: هَلْ بَلَّغَ هَذَا قَوْمَهُ ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: نَعَمْ,
فَيُقَالُ: وَمَا عِلْمُكُمْ ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: جَاءَنَا نَبِيُّنَا فَأَخْبَرَنَا
أَنَّ الرُّسُلَ قَدْ بَلُّغُوْا فَذَلِكَ قَوْلُهُ عَزَّ وَجَلَّ { وَكَذَلِكَ
جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا } قَالَ: عَدْلاً { لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ
الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا }
hanya dua orang, ada juga yang pengikutnya lebih dari itu, lalu dipanggillah
kaumnya dan dikatakan, “Apakah nabi ini telah menyampaikan risalahnya kepada
kalian?” Mereka menjawab, “Belum”, lalu nabi itu pun ditanya, “Apa kamu sudah
menyampaikan risalahmu kepada kaummu?” ia menjawab, “Ya”, lalu dikatakan,
“Siapa saksimu?” Nabi itu menjawab, “Muhammad dan umatnya,” maka dipanggillah
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ummatnya, lalu mereka ditanya,
“Apakah nabi ini telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya?” Mereka menjawab,
“Ya”, lalu dikatakan, “Dari mana kamu tahu?” Mereka menjawab, “Telah datang
kepada kami Nabi kami dan memberitahukan bahwa para rasul semuanya telah
menyampaikan risalahnya.” Itulah maksud firman Allah ‘Azza wa Jalla, “Dan demikianlah
Kami jadikan kamu umat yang wasath” yakni adil,
“Agar kalian menjadi saksi bagi manusia dan rasul menjadi saksi bagi kalian.”
(HR. Ahmad, pentahqiq Musnad Ahmad menyatakan, bahwa Isnadnya shahih sesuai
syarat dua syaikh (Bukhari dan Muslim)).
Maraji’:
Al Qur’anul Karim (Terj.
DEPAG), Mausu’ah Haditsiyyah Mushaghgharah, Musnad Ahmad, Shahih Bukhari,
Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan Ibnu Majah, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasa’i,
dll.







































