‘Aqidah
Islam (4)
Akhir
Tanda-Tandanya
الإيمان باليوم الاخر, وكل ما صح
فيه من الأخبار وبما يتقدمه من العلامات والأشراط.
kepada hari akhir, dan kepada berita-berita yang shahih tentang hari akhir,
serta beriman kepada tanda-tandanya yang mengawalinya. (Mujmal
Ushul Ahlissunah karya Dr. Nashir Al ‘Aql)
untuk dihisab dan diberi pembalasan. Dinamakan hari akhir, karena tidak ada
lagi hari setelahnya, di mana penghuni surga menempati tempatnya dan penghuni
neraka menempati tempatnya.
kepada tanda-tandanya.
kiamat ada dua, yaitu: Tanda kecil dan Tanda besar.
kecil
maksudnya tanda yang menunjukkan sudah dekatnya hari kiamat.
Besar
maksudnya tanda yang menunjukkan sudah sangat dekatnya hari kiamat, di
mana bila sudah tiba salah satunya, maka akan diiringi dengan tanda berikutnya,
seperti untaian mutiara yang terputus talinya (yakni keluar secara beriringan).
Munculnya orang yang
mengaku Nabi, diangkatnya ilmu, banyak terjadi gempa bumi, pendeknya waktu,
banyak fitnah dan banyaknya pembunuhan.
تَقْتَتِلَ فِئَتَانِ عَظِيمَتَانِ ، يَكُونُ بَيْنَهُمَا مَقْتَلَةٌ عَظِيمَةٌ ،
دَعْوَتُهُمَا وَاحِدَةٌ ، وَحَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ ، قَرِيبٌ
مِنْ ثَلاَثِينَ ، كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ ، وَحَتَّى
يُقْبَضَ الْعِلْمُ ، وَتَكْثُرَ الزَّلاَزِلُ ، وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ ،
وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ ، وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ وَهْوَ الْقَتْلُ ، …
tidak akan terjadi sampai dua pasukan besar saling berperang, terjadi pertempuran
dahsyat di antara keduanya, padahal yang diserukan oleh keduanya satu[i]. Demikian juga (tidak akan
terjadi kiamat) sampai muncul para dajjal pendusta yang jumlahnya hampur tiga
puluh. Mereka semua mengaku sebagai Rasul Allah. Demikian juga sampai ilmu
dicabut[ii], terjadi banyak gempa
bumi, waktu semakin cepat, terjadi banyak fitnah, terjadi banyak pembunuhan…dst.”
(HR. Bukhari)
Banyak umat
memperebutkan kita.
كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا” فَقَالَ قَائِلٌ: وَمِنْ قِلَّةٍ
نَحْنُ يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: “بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيْرٌ، وَلَكِنَّكُمْ
غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ، وَلَيَنْزِعَنَّ اللّهُ مِنْ صُدُوْرِ عَدُوِّكُمُ
الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ، وَلَيَقْذِفُنَّ اللّهُ فِي قُلُوْبِكُمُ الْوَهْنَ”
فَقَالَ قَائِلٌ: يَارَسُوْلَ اللّهِ، وَمَا الْوَهْنُ؟ قَالَ: “حُبُّ الدُّنْيَا
وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ”.
tiba saatnya banyak umat yang memperebutkan kalian, seperti orang-orang yang
makan memperebutkan hidangannya.” Ada
seorang yang bertanya, “Apakah ketika itu, kita sedikit?”
Beliau menjawab: “Bahkan ketika itu, kalian berjumlah banyak, akan tetapi
kalian seperti buih di atas aliran air. Sungguh, Allah akan mencabut rasa takut
kepada kalian dari dada musuh kalian dan menimpakan penyakit wahn kepada
kalian.” Lalu ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah! Apa penyakit wahn
itu?” Beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Ahmad
dan Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani berdasarkan keseluruhan
jalannya)
Orang-orang
bermegah-megahan dengan masjid.
النَّاسُ فِي الْمَسَاجِدِ
antara tanda-tanda kiamat adalah orang-orang bermegah-megahan dengan
masjid.” (HR. Nasa’i, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jami’ No.
5895)
Munculnya
wanita-wanita berpakaian tapi telanjang dan para algojo zalim.
لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا
النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ
كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا
وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا » .
neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya, yaitu: orang-orang yang membawa
cemeti seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk mencambuki manusia dan
wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, yang bergoyang dan membuat orang
lain ikut bergoyang. Kepala mereka mirip punuk unta yang miring. Mereka tidak
masuk surga dan tidak mencium wanginya, padahal wanginya bisa dicium dari jarak
perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
Meluasnya perzinaan
dan wanita lebih banyak daripada laki-laki.
أَنَّ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ ، وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ ،
وَيَظْهَرَ الزِّنَا ، وَيَقِلَّ الرِّجَالُ ، وَيَكْثُرَ النِّسَاءُ ، حَتَّى
يَكُونَ لِلْخَمْسِينَ امْرَأَةً الْقَيِّمُ الْوَاحِدُ » .
tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu dan merebaknya kebodohan (terhadap agama),
khamr diminum, zina semakin nampak, laki-laki sedikit dan wanita lebih banyak,
sehingga untuk lima
puluh wanita hanya ada seorang laki-laki yang mengurus.” (HR. Bukhari)
Riba merajalela
يَظْهَرُ الرِّبَا
kiamat, riba merajalela.” (HR. Thabrani, Al Mundziri berkata: “Para perawinya shahih”)
Wanita melahirkan
tuannya dan manusia berlomba-lomba meninggikan bangunan.
ditanya malaikat Jibril tentang tanda-tanda hari kiamat, Beliau menjawab:
رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ
يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ
seorang budak melahirkan tuannya dan jika kamu melihat orang yang sebelumnya
tidak beralas kaki dan tidak berpakaian, miskin dan penggembala domba,
(kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunan.“ (HR. Muslim)
Amanah disia-siakan
dengan diserahkan urusan kepada yang bukan ahlinya.
فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ » . قَالَ : كَيْفَ إِضَاعَتُهَا ؟ قَالَ :« إِذَا وُسِّدَ
الأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ » .
amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” Ada yang bertanya, “Bagaimana menyia-nyiakannya?”
Beliau menjawab: “Apabila urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya,
maka tunggulah kiamat.” (HR. Bukhari)
Maraknya musik dan
meminum minuman keras serta anggapan halal mengenainya.
وَ قَذْفٌ وَ مَسْخٌ إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَازِفُ وَ الْقَيْنَاتُ وَ اسْتُحِلَّتِ
الْخَمْرُ
ada di akhir zaman penenggelaman bumi, hujan batu dan pengubahan rupa, ketika
musik dan para penyanyi marak, serta ketika khamr dianggap halal.” (HR.
Ibnu Majah dan Thabrani, Shahihul Jami’ no. 3665)
الْحِرَ وَ الْحَرِيْرَ وَ الْخَمْرَ وَ الْمَعَازِفَ
ada pada umatku orang-orang yang akan menganggap halal zina, sutera, khamr dan
alat musik.” (HR. Bukhari dan Abu Dawud, Shahihul Jami’ no. 5466)
ucapan kotor, pemutusan silaturrahim dan buruknya kehidupan bertetangga.
التَّفَحُّشُ وَ قَطِيْعَةُ الرَّحِمِ وَ تَخْوِيْنُ اْلأَمِيْنِ وَ ائْتِمَانُ الْخَائِنِ
antara tanda kiamat adalah maraknya ucapan kotor, kebiasaan berbicara kotor,
pemutusan silaturrahim, dianggap khianat orang yang amanah dan dipercayanya
orang yang khianat.” (HR. Thabrani dalam Al Awsath, Shahihul Jami’ no.
5894)
الْفُحْشُ وَ التَّفَحُّشُ وَ قَطِيْعَةُ الرَّحِمِ وَسُوْءُ الْمُجَاوَرَةِ
maraknya ucapan kotor, kebiasaan berkata kotor, pemutusan silaturrahim dan
buruknya hubungan bertetangga.” (HR. Ahmad dan Hakim, dishahihkannya dan dishahihkan
oleh Adz Dzahabi)
kematian mendadak
يَظْهَرَ مَوْتُ الْفَجْأَةِ
di antara tanda kiamat adalah….maraknya kematian mendadak.” (HR. Thabrani
dalam Al Awsath dan Adh Dhiya, dihasankan oleh Al Albani)
kematian karena beratnya penderitaan.
يَمُرَّ الرَّجُلُ بِقَبْرِ الرَّجُلِ فَيَقُولُ : يَالَيْتَنِى مَكَانَهُ »
.
tidak akan terjadi sampai ada seorang yang melewati kubur seseorang lalu
berkata, “Duhai, andaikata aku menggantikan posisinya.” (HR. Bukhari
dan Muslim)
berperangnya kaum muslimin dengan orang-orang Yahudi dan menangnya kaum
muslimin dalam peperangan tersebut.
يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى
يَخْتَبِئَ الْيَهُودِىُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ
أَوِ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِىٌّ خَلْفِى
فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ . إِلاَّ الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ »
.
tidak akan terjadi sampai kaum muslimin berperang dengan orang-orang Yahudi,
sehingga orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, maka batu atau pohon
berkata, “Wahai muslim, wahai hamba Allah! Ini orang Yahudi berada di belakangku,
maka bunuhlah dia”, selain pohon Gharqad, karena pohon tersebut adalah
pohon orang-orang Yahudi.” (HR. Muslim)
Maraji’: Mujmal Ushul Ahlis Sunnah wal Jama’ah (Dr. Nashir bin Abdul
Karim Al ‘Aql), Waqafat Haasimah baina yaday amaaraatis saa’ah al aatiyah
(Sa’id Abdul ‘Azhim-ter.j) dll.
tesebut adalah pasukan pro Ali dan pasukan pro Mu’awiyah. Peperangan dahsyat
tersebut adalah perang Shiffin.
‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut
ilmu secara langsung dengan mencabutnya dari para hamba. Akan tetapi, Dia
mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama. Sehingga. Ketika tidak ada lagi
ulama, manusia menjadikan orang-orang bodoh sebagai para tokoh. Mereka pun
ditanya, lalu mereka menjawab tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan
(yang lain).” (HR. Bukhari dan Muslim)







































