sangatlah banyak ragam dan macamnya. Diantaranya sebagaimana disebutkan dalam
firman Allah :
آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ
mereka menipu diri mereka sendiri. (Q.S al Baqarah 9)
قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ
إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَDan apabila mereka berjumpa dengan orang orang beriman, mereka
berkata : Kami telah beriman. Tetapi apabila mereka kembali kepada syaithan
syaithan (para pemimpin) mereka mereka berkata : Sesungguhnya kami bersama
kamu, kami hanya berolok olok. (Q.S al Baqarah 14)
kelakuan buruk orang orang munafik yaitu ketika shalat, mereka berdiri dengan
malas dan bermaksud riya. Allah Ta’ala berfirman :
وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا
يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
orang orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu
mereka. Apabila mereka berdiri untuk SHALAT MEREKA LAKUKAN DENGAN MALAS. Mereka
bermaksud riya dihadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali
sedikit sekali. (Q.S an Nisa’ 142).
menjelaskan tentang sikap buruk manusia
munafik diantaranya sebagaimana tanda yang disebutkan dalam sabda beliau :
حَدَّثَ كَذَبَ، وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَ إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
munafik ada tiga (1) Apabila berbicara
dia bohong. (2) Apabila berjanji ia
mengingkari (3) Apabila diberi amanat ia berkhianat. (H.R Imam Muslim).
penjelasan tentang tanda kemunafikan, beliau berkata : Di antara tanda
kemunafikan adalah berbeda antara hati dan lisan, berbeda antara sesuatu yang
tersembunyi dan sesuatu yang nampak, berbeda antara yang masuk dan yang keluar.
(Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam).
itu orang orang beriman haruslah berusaha untuk menghindar, menyelisihi bahkan
menjauh dari berbagai keburukan yang ada pada diri orang munafik. Diantara
caranya adalah :
Bersegera melakukan shalat fardhu berjamaah.
adalah dengan senantiasa bersegera shalat berjamaah dan tak ketinggalan takbir
pertama. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
عنه ـ قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَنْ صَلَّى لِلَّهِ
أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الْأُولَى كُتِبَتْ
لَهُ بَرَاءَتَانِ بَرَاءَةٌ مِنْ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنْ النِّفَاقِ
bersabda : Barangsiapa
shalat karena Allah (selama) empat puluh hari secara berjamaah, tidak ketinggalan takbir pertama
(takbiratul ihram atau takbir pembuka shalat bersama imam) maka akan ditetapkan baginya dua keselamatan.
Keselamatan dari adzab neraka dan keselamatan DARI KEMUNAFIKAN. (H.R Imam
at Tirmidzi dan yang selainnya, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).
shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Ada dua sifat yang tidak akan
pernah tergabung dalam hati orang munafik (yaitu) akhlak yang baik dan
pemahaman dalam agama”. (HR At-Tirmidzi).
Mencintai kaum Anshar.
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ:” آيَةُ الإِيْمَانِ حُبُّ الأَنْصَارِ وَآيَــةُ النِّفَاقِ بُعْضُ
الأَنْصَارِ
ialah mencintai kaum Anshar, sedangkan tanda kemunafikan adalah membenci kaum
Anshar. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).
berdzikir
berkata : Sejatinya banyak dzikir merupakan jalan aman dari kemunafikan, sebab,
orang-orang munafik sedikit sekali berdzikir. Allah berfirman tentang
orang-orang munafik :
mengingat Allah kecuali sedikit sekali. (Q.S an Nisa’ 142).
agar dijauhkan dari kemunafikan.
diajarkan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasalam adalah :
بِكَ مِنَ الْفَقْرِ وَالْكُفْرِ ، وَالْفُسُوقِ ، وَالشِّقَاقِ ، وَالنِّفَاقِ ،
وَالسُّمْعَةِ ، وَالرِّيَاءِ
dari kefakiran, kekufuran, kefasikan, kedurhakaan, KEMUNAFIKAN, sum’ah, dan
riya. (H.R al Hakim, dishahihan oleh Syaikh al Albani)
cara untuk terhindar dari sifat munafik dan sangatlah baik untuk kita amalkan.
Insya Allah ada manfaatnya untuk kita semua. Wallahu A’lam. (1.752).








































