takutnya kepada api neraka. Kenapa ?, karena MEREKA MENGETAHUI bahwa neraka itu sangatlah dahsyat. Panasnya api
neraka itu adalah tujuh puluh kali api dunia. Dari
Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu ’alaihi Wasallam bersabda
:
بنُو آدمَ جُزْءٌ واحدٌ من سبعين جزءاً من نار جهنَّم
adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari panasnya api Jahannam. (H.R Imam
Bukhari no. 3265 dan Imam Muslim no. 2834).
api neraka maka otak orang itu mendidih
dibuatnya. Pada hal itu adalah adzab yang paling ringan di neraka.
an Nu’man bin Basyir radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda :
عذاباً مَنْ لَهُ نَعْلانِ وشِرَاكانِ من نارٍ يَغلي منهما دماغُه كما يغلي
المِرْجَل ما يَرَى أنَّ أحداً أشدُّ منهُ عَذَاباً وإنَّهُ لأهْونُهمْ عذاباً
Penduduk neraka yang paling ringan
siksaannya di neraka adalah seseorang yang memakai dua sandal neraka yang
memiliki dua tali. Kemudian otaknya mendidih karena panasnya sebagaimana
mendidihnya air di kuali. Orang tersebut merasa tidak ada orang lain yang siksanya
lebih pedih dari siksaannya. Padahal siksaannya adalah yang paling ringan
diantara mereka. (H.R Imam Muslim no. 213).
Sungguh neraka adalah tempat menetap paling buruk. Allah Ta’ala berfirman :
Sesungguhnya neraka Jahanam itu seburuk-buruk
tempat menetap dan tempat kediaman. (QS. Al-Furqan: 66).
Oleh karena itu orang orang
beriman senantiasa berdoa, memohon kepada Allah Ta’ala agar dijauhkan dari api
neraka Diantara doa yang dianjurkankan
dan sering dibaca Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam adalah :
آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ
Ya Rabb kami
berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat DAN LINDUNGILAH KAMI
DARI ADZAB NERAKA. (Q.S al Baqarah 201)
Berdoa adalah amal ibadah yang
dianjurkan tetapi doa saja tentu belumlah cukup. Ketahuilah bahwa disamping berdoa
mestilah diperkuat dengan perbuatan yang
bisa menjauhkan dan membentengi diri dari api neraka.
yang diajarkan Allah Ta’ala melalui
Rasul-Nya untuk menjauhkan diri dari dahsyatnya neraka. Diantaranya adalah DENGAN
BANYAK MELAKUKAN IBADAH PUASA, terutama yang wajib dan juga puasa sunnah. Perhatikanlah
dua hadits keutamaan berpuasa berikut ini :
neraka. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :
وَجَلَّ : الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ، وَهُوَ
لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Rabb kita ‘azza wa jalla
berfirman, PUASA ADALAH PERISAI, yang dengannya seorang hamba membentengi diri
dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya. (H.R.
Imam Ahmad).
Syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah menjelaskan
: Maksudnya, puasa adalah penghalang antara dirinya dengan api neraka, ini
mencakup puasa yang wajib seperti puasa Ramadhan dan juga puasa sunnah seperti
puasa enam hari di bulan Syawal, puasa Senin-Kamis, puasa tiga hari setiap
bulan, puasa Dzulhijjah, puasa Arafah, dan puasa ‘Asyura. (Lihat al Minhatu ar
Rabaniyyah fii Syarhi al Arba’in an Nawawiyyah).
Kedua
: Puasa menjauhkan dari api neraka. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam
bersabda :
باعد الله بذالك وجهه عن النار سبعين خريفا
Tidaklah seorang hamba yang berpuasa (satu
hari) di jalan Allah kecuali akan Allah
jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim. (H.R Imam
Bukhari dan Imam Muslim).
Dua hadits ini mestinya memberikan dorongan
yang kuat bagi orang orang beriman untuk mengamalkan ibadah puasa terutama
puasa wajib sebulan penuh ketika datang Ramadhan dan juga puasa sunnah yang
sangat banyak jenisnya. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita
semua. Wallahu A’lam. (1.711)






































