
Saya sadar usaha tidak selalu lancar, dan saya mulai mempersiapkan hal itu. Saat ini saya memprioritaskan untuk terus menabung tiap bulannya, meski awalnya sangat berat namun lama-kelamaan saya terbiasa juga untuk menabung.
Jujur saja, dulunya saya tidak punya tabungan yang layak meski sebenarnya tiap bulan bisa dapat penghasilan. Uang itu habis tak tersisa dan tak berbekas hanya untuk pengeluaran yang tidak penting.
Bagi anda para pengusaha muda maupun karyawan lajang seperti saya, ingatlah bahwa anda harus menikah, membangun rumah tangga, memikirkan rumah, perabotan, dan lain sebagainya, mulailah menabung!
2. Kebutuhan pokok diatas segalanya
setelah menabung saya utamakan, lalu kebutuhan pokok adalah yang nomor 2. Hal ini sengaja saya lakukan demi bisa punya tabungan dan bisa tercukupi kebutuhan pokoknya.
Makanan, pakaian, rumah, transport, bayar hutang, dan lain sebagainya adalah kebutuhan wajib yang harus saya bayarkan tiap bulannya, jadi hal itu kadang membuat uang saya langsung habis tanpa ada sisa untuk senang-senang, namun meski habis tapi saya tidak pusing dikejar-kejar hutang atau bahkan sampai kelaparan.
3. Mengurangi gaya hidup kekotaan
Beberapa hal yang membuat uang saya cepat habis diantaranya adalah nongkrong, makan bareng, jalan, belanja barang branded, hiburan, dan lain sebagainya yang tidak terlalu penting.
Bayangkan saja, sekali nongkrong bisa keluar uang 100-200 ribu, nah satu minggu bisa 2-3 kali jalan, sebulan berapa?!
4. Berhemat namun bukan jadi orang pelit
meski saya benar-benar berhemat bahkan untuk makan saja kadang saya membeli makanan yang murah meriah asal kenyang, namun saya masih selalu menyisakan beberapa Rupiah untuk sekedar “memberi”.
Saya punya keyakinan bahwa memberi tidak akan mengurangi, namun malah menambah, itu adalah matematika sedekah ala ustad Yusuf Mansur.
5. Hilangkan pepatah bodoh “mumpung masih muda”
Dulu saya adalah orang yang berfikir seperti itu, mumpung masih muda, banyak-banyak senangnya, kalau sudah tua kan sudah puas. Dan semua itu hanya kebohongan semata!
Saya sadar itu adalah nafsu yang buruk, saya menghentikannya paksa dan lebih memilih untuk menabung atau menginvestasikan uang saya di berbagai hal yang lebih positif tentunya.









