dari kata lupa atau lalai. Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa dzikir adalah
menghindari diri dari kelalaian dan lupa kepada Allah.
anggota badan terdapat ibadah yang dibatasi waktu, sedangkan dzikir adalah
ibadah hati dan lisan yang tidak dibatasi waktu. Para hamba diperintah untuk
berdzikir pada setiap keadaan, ketika berdiri, duduk dan berbaring.
merupakan salah satu jalan agar kita
diingat Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman :
وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ
(nikmat)-Ku.”
(Q.S al Baqarah 152).
memerintahkan hamba hamba-Nya untuk mengingat-Nya. Dan menjanjikan baginya
sebaik baik balasan yaitu bahwa Allah akan mengingatnya pula yaitu bagi orang
yang ingat kepada-Nya, sebagaimana sabda Rasululah Salallahu ‘alaihi
Wasallam.
ذَكَرْتُهُ فِى نَفْسِى ، وَإِنْ ذَكَرَنِى فِى مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِى مَلأٍ خَيْرٍ
مِنْهُمْ
Barangsiapa yang menyebut (mengingat) Ku pada dirinya niscaya Aku akan
mengingatnya pada diri-Ku. Dan barangsiapa yang menyebut (mengingat) Ku pada
khalayak ramai niscaya Aku akan mengingatnya pula pada khalayak ramai yang
lebih mulia dari mereka. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).
istimewa adalah DZIKIR DENGAN HATI DAN LISAN yaitu yang menumbuhkan makrifat
kepada Allah, kecintaan kepada-Nya dan menghasilkan ganjaran (kebaikan) yang
banyak (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
manusia untuk berdzikir dalam semua keadaannya, sebagaimana firman-Nya :
وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ
Allah ketika kamu berdiri, ketika duduk dan ketika berbaring… (Q.S an Nisaa’
103).
adalah salah satu tanda orang yang berakal yaitu sebagaimana firman-Nya :
وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ
رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka
memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi. (Q.S Ali Imran 191)
tuntunan syariat, baik lafazhnya maupun
caranya, meskipun waktunya tidak dibatasi.
seorang hamba tidaklah disuruh untuk membuat lafazh dan cara berdzikir
sesuai kehendaknya tanpa memperhatikan tuntunan dari Rasulullah Salallahu
‘alaihi. Wasallam.
Allah kepada hamba hamba yang dipilih-Nya. Sungguh tidaklah semua orang
mendapat karunia ini. Oleh karena itu mari kita berdoa kepada Allah Ta’ala agar
selalu memberi kita kekuatan untuk selalu berdzikir kepada-Nya yaitu dengan doa
yang diajarkan Rasulullah Salallahu ‘alaihi
وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
INGAT KEPADA ENGKAU, agar aku selalu bersyukur kepada engkau dan agar aku
beribadah kepada engkau dengan baik. (H.R Imam Ahmad dan Abu Dawud).
melazimkan diri untuk membaca doa ini pada setiap keadaan dan kesempatan karena
ini adalah doa yang berasal dari Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam.
Wallahu A’lam. (1.491)




































