hamba adalah banyak berdzikir yaitu banyak mengingat Allah, banyak menyebut
nama-Nya. Sungguh Allah Ta’ala telah memerintahkan orang beriman untuk banyak berdzikir pada setiap waktu sebagaimana firman-Nya : Wahai orang orang yang
beriman, ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (Nama-Nya) sebanyak banyaknya.
Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang. (Q.S al Ahzaab 41)
berbaring jadi terus menerus. Bahkan Allah menjadikan berdzikir sebagai salah
satu tanda orang yang berakal.
yadzkuruunallaha qiyaman wa qu-‘uudan wa
‘ala junubihim wa yatafakkaruuna fii khalqis samaawaati wal ardhi” (Orang
yang berakal yaitu) orang orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau
dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.
(Q.S Ali Imran 191)
beriman. Perhatikanlah bahwa Rasulullah
Salallahu ‘alaihi wasallam telah
mengabarkan kepada para sahabat dalam sabda beliau : “Maukah aku
kabarkan kepada kalian amal amal
kalian yang terbaik, yang paling
suci di sisi Raja kalian, yang paling meningkatkan derajat kalian, dan lebih
baik bagi kalian daripada memberikan emas dan perak, serta lebih baik bagi
kalian daripada bertemu musuh, lalu kalian memenggal leher mereka dan mereka
memenggal leher kalian ? Para sahabat menjawab : Tentu saja wahai
Rasulullah. Maka beliau salallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Yaitu dzikir
kepada Allah ‘azza wa Jalla”. (H.R Imam
Ahmad, Imam Ibnu Majah, al Hakim dishahihkan oleh Syaikh al Albani).
kembali kepada yang bersangkutan dalam berbagai bentuk kebaikan, diantaranya :
quluu buhum bi dzikrillahi, alaa bidzikrillahi tathma-iinul quluub” (Yaitu)
orang orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat
Allah, Ketahuilah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram. (Q.S ar
Ra’du 28).
menjadi tentram dengan mengingat Allah” maksudnya, kegundahan dan
kegelisahan hati mereka lenyap dan berganti dengan kebahagiaan hati dan
kenikmatan kenikmatannya.
dengan mengingat Allah hati menjadi tentram” maksudnya semestinya dan sudah
seyogyanya kalbu itu tidak menjadi tenang dengan sesuatu selain dengan
mengingat-Nya. Karena tidak ada yang lebih nikmat, lebih memikat dan lebih
manis bagi kalbu ketimbang (kenikmatan dalam) mencintai Penciptanya, berdekatan
dan mengenal-Nya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
Allah Ta’ala.
Ta’ala berfirman yang artinya, “Karena
itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan
bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu kufur terhadap (nikmat)-Ku.” (Q.S
al Baqarah 152).
kepada Allah karena yang demikian merupakan obatnya hati.
Jauhilah menyebut aib manusia karena hal itu merupakan penyakit hati.
manusia adalah karena lalai berdzikir. Imam Ibnul Qayiim menyebutkan tiga pintu
masuk syaithan kedalam diri manusia ada tiga. Satu diantaranya adalah : Lalai berdzikir, karena orang yang
berdzikir (seolah olah) berada dalam benteng. Ketika dia lalai (dari berdzikir)
maka pintu benteng itu terbuka. Lalu musuh pun akan memasukinya dan orang ini
akan kesulitan untuk mengeluarkan musuh (syaithan) yang telah masuk.
selalu memberi kita kekuatan untuk selalu berdzikir kepada-Nya. “ Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni
‘ibadatika” Ya Allah aku mohon pertolongan agar aku selalu ingat kepada
engkau, agar aku selalu bersyukur kepada engkau dan agar aku beribadah kepada
engkau dengan baik. (H.R Imam Ahmad dan Abu Dawud).
(953)







































