Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Review

REVIEW : JOHN WICK: CHAPTER 2

Ulasan by Ulasan
10.02.2017
Reading Time: 5 mins read
0
Cara Duduk yang Dilarang
ADVERTISEMENT

“You stabbed the devil in the back. To him this isn’t vengeance, this is justice.” 

Dua tahun silam, pembunuh bayaran yang mematikan berjulukan The Boogeyman, John Wick (Keanu Reeves), keluar dari peraduannya selepas mobil Mustang 69 kesayangannya digondol dan anjing peninggalan mendiang istri dicabut paksa nyawanya. Rencana Wick untuk pensiun dari dunia kriminal bawah tanah – sekaligus mengobati duka lara lantaran ditinggal istri tercinta – pun terpaksa ditunda guna menuntaskan misi balas dendam. Mempunyai jejak rekam beringas di kalangan rekan-rekan seprofesinya, tentunya bukan perkara sulit bagi Wick untuk menundukkan para begundal-begundal yang telah merampas ketenangannya. Hanya dengan sekali hantaman, sekali tembakan, lawan-lawan bertumbangan dan secara cepat, niatan buat undur diri tampaknya segera tercapai… sampai kemudian petinggi studio di Hollywood melihat raihan angka box office yang direngkuh John Wick. Menyadari bahwa film memiliki potensi besar untuk ditumbuhkembangkan sebagai franchise, Summit Entertainment pun lantas mengupayakan agar The Boogeyman gagal beristirahat dengan tenang dan kembali ke jalanan. Caranya mudah, tinggal bumihanguskan saja kediaman John biar tak ada lagi tempat bernaung untuknya! 

RELATED POSTS

[Movie] Boven Digoel (2017)

[Movie] John Wick: Chapter 2 (2017)

Resensi Buku Teori-Teori Psikologi Sosial

Betul, selepas kehilangan mobil dan anjing secara bersamaan di jilid pertama, lewat John Wick Chapter 2, sang karakter tituler dibikin geram lantaran tempat tinggalnya dirudal oleh seorang mafia bernama Santino D’Antonio (Riccardo Scamarcio) pasca permintaan Santino ditolak John secara halus. Tidak lagi mempunyai rumah plus ada hutang budi di masa lalu yang belum terlunasi kepada sang mafia, John pun tiada memiliki pilihan lain selain mengeksekusi tugas yang dibebankan Santino kepadanya. Diterbangkan ke Roma, Italia, John dititahkan untuk menghabisi nyawa adik Santino, Gianna (Claudia Gerini), yang konon lebih dipercaya dalam menduduki posisi penting oleh ayah mereka ketimbang Santino. Dengan Gianna menyerah tanpa syarat, penugasan ini sepintas terlihat sepele saja bagi John hingga dia menjumpai tangan kanan korban, Cassian (Common), yang mempunyai kemampuan bertarung setara dengannya dan bersumpah akan membalas dendam atas kematian Gianna. Seolah belum cukup, John juga menerima pengkhianatan dari Santino yang mengerahkan sederetan personilnya dibawah komando Ares (Ruby Rose) untuk menghabisi John. Malam-malam panjang John demi meladeni amukan dari dua belah pihak dengan kepentingan berbeda pun dimulai. 

Melanjutkan apa yang tersisa dari jilid pendahulu, John menyantroni markas Abram Tarasov (Peter Stormare) untuk mengambil alih Mustang kesayangannya yang dicuri. Berkelindan dengan cerita Abram kepada salah satu pegawainya mengenai jejak rekam John – berfungsi sebagai recap buat mereka yang lupa atau belum menonton film pertama, kita melihat John melumpuhkan penjagaan di sekitar Abram. Sesekali hanya terdengar teriakan, sementara kita melihat ekspresi ketakutan Abram yang meringkuk tak berdaya di kursi kantornya. Ya, John Wick Chapter 2 telah menggila sejak menit-menit pembuka lewat geberan laga beroktan tinggi. Chad Stahelski yang kembali menempati kursi penyutradaraan mengondisikan film untuk senantiasa terjaga intensitasnya tanpa pernah mengendur sedikitpun. Bahkan tak membutuhkan waktu lama usai adegan penyambut yang asyik tersebut, penonton langsung dihadapkan pada muara konflik dari kisah instalmen kedua dimana kediaman John dibuat luluh lantak. Menyusul dituntaskannya misi, ‘kemeriahan’ yang dicari-cari para penggemar film laga mulai mencuat dan terhitung sedari baku tembak bersama pengawal-pengawal Gianna diantara reruntuhan bangunan kuno di Roma, John Wick Chapter 2 tidak lagi memperkenankan penonton untuk bernafas lega.

John Wick Chapter 2 menjalankan tugasnya sebagai sebuah sekuel secara semestinya. Level kekerasan dalam rentetan laganya yang terkoreografi cantik – bukan sekadar asal seru, tapi ikut mendefinisikan karakteristik tokoh tertentu seperti Cassian yang sederhana namun brutal – ditingkatkan setinggi-tingginya. Menyulitkan mereka yang lemah terhadap darah untuk bisa duduk tenang di kursi bioskop seraya menyeruput minuman bersoda. Tengok saja pada aplikasi cerita Abram mengenai kemahiran John membunuh lawannya hanya bermodalkan pensil, sungguh bikin ngilu melihat telinga ditusuk-tusuk sampai menembus otak. Tapi itu jelas belum seberapa apabila disandingkan dengan jurus gun-fu andalan John di sebuah galeri guna menumpas para pelindung Santino yang memberi kita darah dan otak bertaburan di setiap sudut sejauh mata bisa memandang. Ngilu? Jelas. Seru? Banget. Sumber keasyikkan dalam hamparan laga nyaris tanpa putusnya pun tidak selalu memiliki keterkaitan dengan kata ‘sadis’. Ambil contoh pada pertarungan tangan kosong antara John dengan Cassian yang memberi sensasi gregetan atau kejar-kejaran keduanya di ruang publik yang menghadirkan salah satu adegan paling mengesankan dari film berkata kunci “mau nembak tapi malu-malu kucing”. Topangan gerak kamera dinamis beserta penyuntingan taktis, memunculkan candu di rentetan adegan ini sehingga ada keengganan untuk memalingkan pandangan sekejap dari layar atau beranjak sejenak dari kursi bioskop demi memenuhi panggilan alam. 

Disamping muatan laga pekat yang akan membuat para penikmat film action mengalami orgasme di dalam bioskop, daya pikat John Wick Chapter 2 berada di world building-nya. Dalam seri awal kita telah mengenal Hotel Continental sebagai tempat persinggahan para pembunuh bayaran lengkap dengan peraturan-peraturannya, jasa bersih-bersih mayat, serta koin emas sebagai alat tukar pengganti uang sekaligus membership card yang meleluasakan si pemilik mengakses tempat-tempat tertentu, maka melalui jilid kedua ini penonton diberikan paparan lebih mendalam mengenai bagaimana sistem di dunia bawah tanah ini bekerja termasuk kode etik pembunuh, pengadaan sayembara, sampai adanya dewan kriminal, tanpa harus menghilangkan sisi misteriusnya. Detilnya bangunan semesta oleh Derek Kolstad ditambah kulikan pada sisi rapuh John – kita merasakan kesepian dan keputusasaannya, membuat kita sanggup berinvestasi lebih kepada franchise ini yang menjadikannya lebih dari sekadar tontonan eskapisme pengisi waktu luang semata. Membuat John Wick Chapter 2 tidak sebatas film laga seru penuh isian ‘bak bik buk’ dan ‘dar der dor’ seperti tampak di permukaannya. Maka begitu ada tanda-tanda bahwa franchise ini masih berlanjut menjelang film tutup durasi, mencuat rasa gemas. Gemas karena harus menunggu dalam jangka waktu belum dapat dipastikan untuk bisa kembali melihat sepak terjang John Wick di jilid berikutnya. Sudah teramat tidak sabar!

Outstanding (4/5)

ADVERTISEMENT
Tags: FilmInformasiMengulasMovieReviewSinopsiSpoilerUlasanUlasan Film
ShareTweetSendShare
Ulasan

Ulasan

Related Posts

Kartu pos kuno tentang Ambon
Review

[Movie] Boven Digoel (2017)

12.02.2017
Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Lubuk Gadang di Solok Selatan
Review

[Movie] John Wick: Chapter 2 (2017)

10.02.2017
Wiranto Sebut Pembakaran Bendera untuk “Bersihkan” Kalimat Tauhid dari HTI
Review

Resensi Buku Teori-Teori Psikologi Sosial

10.02.2017
Poster rekrutmen prajurit Belanda untuk diterjunkan melawan pejuang kemerdekaan Indonesia, 1945/1946
Review

[Movie] Split (2017)

09.02.2017
Jangan Sembarangan dalam Mengambil Ilmu
Review

REVIEW : SPLIT

08.02.2017
Review

[Blogtour+Giveaway] Some Kind of Wonderful

08.02.2017
Next Post

Sejarah Bandung (21): Fikiran Ra’jat, Pikiran Rakjat dan Pikiran Rakyat; Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Lubuk Gadang di Solok Selatan

[Movie] John Wick: Chapter 2 (2017)

Iklan

Recommended Stories

Sorting Life Out

01.01.2017
Raih Pahala Ramadhan dengan Dukung Dai Tangguh Hidayatullah

Kabar Kota Purwokerto

22.02.2014
Ini Dia Makna Filosofis Blangkon

Cheesecake Brownies

09.09.2013

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?