Azwir B. Chaniago
akan didatangi ujian atau cobaan dalam hidup di dunia ini. Ujian atau cobaan
itu bisa terjadi pada dirinya, keluarganya, hartanya dan yang lainnya.
cobaan itu adalah untuk diketahui siapa diantara hamba hamba Allah yang benar benar beriman kepada-Nya. Allah
berfirman : ”Ahasibannaasu
aiyutrakuu aiyaquuluu amannaa wahum laa yuftanuun” Apakah
manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan saja mengatakan kami telah
beriman, sedang mereka tidak diuji. (Q.S al Ankabuut 2).
hamba maka wajiblah baginya untuk bermohon hanya kepada Allah Ta’ala saja agar
diringankan atau dibebaskan dari kesulitan itu dan diberi kebaikan.
jika menghadapi kesulitan berupa ujian atau cobaan. Diantaranya adalah : Dari
Ibnu Abbas dia berkata, ketika Nabi saat ada bencana, beliau mengucapkan doa : “Laa ilaaha Illalaahul ‘azhimul haliim, laa
ilaaha Illallaahu rabbus samawati wal ardhi wa rabbul ‘arsyil ‘azhiim”.
Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Mahaagung lagi
Maha Penyantun. Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah,
Rabb seluruh langit dan bumi dan Rabb ‘Arsy yang agung. (H.R Imam Bukhari 6345
dan Imam Muslim 83).
Islam Ibnu Taimiyah, Darussalam India, berkata :
seyogyanya diperhatikan dan isinya (hendaknya) banyak digunakan untuk berdoa
ketika terjadi kesusahan atau perkara perkara yang besar.
ini adalah dzikir yang tidak mengandung doa permohonan ?. Maka kita jawab : (1)
Orang yang berdzikir kepada Rabb-nya dengan membaca dzikir yang agung ini akan
dijauhkan dari kegelisahaan, kegundahan, kesedihan serta kesusahan yang
menimpanya maka akan dihilangkan darinya. (2) Dikatakan pula sesungguhnya orang
yang berdoa memulai doanya dengan dzikir ini kemudian baru berdoa sesuai dengan
apa yang dikehendakinya sehingga Allah Ta’ala berkenan mengabulkan doanya.
(Syarah Adabul Mufrad).
sangatlah baik jika kita baca pada saat mendapat kesulitan. Semoga Allah Ta’ala
selalu memperkenankan doa doa kita. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua.








































