Azwir B. Chaniago
Apa
itu dosa ? Penjelasannya adalah sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah :
“Kebaikan adalah berakhlak yang baik. Dan dosa
adalah sesuatu yang terasa meragukan dalam hatimu, dan engkau benci jika orang
lain mengetahui hal itu.” (H.R Imam Muslim).
kalau perbuatanmu itu engkau tidak
suka jika orang lain mengetahuinya maka
itulah dosa sebagaimana yang dimaksud pada hadits diatas. Tapi ketahuilah bahwa
ini hanya berlaku bagi orang orang yang hatinya masih sehat.
berpenyakit maka kemaksiatan atau dosa
apapun yang dilakukannya dia tidak akan pernah merasa malu jika diketahui orang
lain. Lalu ada pula sebagian orang yang mungkin hatinya telah mati maka mereka
merasa bangga dengan dosanya. Andaikata ada yang belum tahu tentang kemaksiatan
atau dosa yang telah dilakukannya maka tanpa diminta dia akan menceritakan
dengan penuh semangat bahkan diceritakan dengan berlebihan atau ditambah tambah
bumbunya. Na’udzubillahi min dzaalik.
al-Qur’an. As Sunnah dan ijma’ para sahabat, Tabi’in dan para Imam
telah menunjukkan bahwasanya dosa itu ada dua macam yaitu dosa besar dan dosa
kecil. (Imam Ibnul Qayyim).
Allah tutup akhirnya dengan ancaman berupa (masuk) neraka, kemurkaan Allah,
laknat dan adzab-Nya. (Tafsir ath Thabari sebagaimana dinukil dari perkataan
Ibnu Abbas)
sebagaimana sabda Rasulullah: “Jauhilah tujuh dosa besar. Para sahabat
bertanya : Apakah itu wahai Rasulullah. Beliau menjawab; syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan
Allah kecuali menurut haknya, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan
diri saat pertempuran (perang) dan menuduh wanita muslimah yang baik, berzina”. (H.R Bukhari
dan Muslim dari Abu Hurairah).
hadits ini bukanlah pembatasan jumlah dosa besar, tetapi itu adalah tujuh
diantaranya. Imam Abu Thalib al Makki berkata
jumlah dosa besar itu 17. Imam adz Dzahabi dalam kitabnya al Kabair, menyebutkan bahwa dosa besar itu lebih dari
70.
kepada hamba hamba-Nya. Meskipun telah melakukan dosa besar tetap diberi jalan
untuk bisa diampuni yaitu bertaubat
dengan sebenar benar taubat.
bertaubat atas segala dosa dosanya. Allah berfirman : “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang
beriman supaya kamu beruntung”. (Q.S an Nuur 31).
taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan
menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir
di bawahnya sungai-sungai. (Q.S at
Tahrim 8)
pelanggaran atau perbuatan dosa yang tidak dirinci. Jumlahnya sangatlah banyak. Diantaranya berkata kasar, melihat yang
diharamkan Allah, sering mengeluh dan sebagainya.
diantaranya adalah :
malam dan siang. Dan sesungguhnya aku mengampuni semua dosa maka mohonlah ampun
kepada-Ku, akan Aku ampuni kalian. (Hadits Qudsi
diriwayatkan oleh Imam Muslim).
melakukan amal shalih seperti shalat, puasa, zakat,
haji, umrah, sedekah dan banyak lagi yang lainnya.
berfirman:“Innal hasanaati yuzhibnas saiyiaat” Perbuatan
perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan
buruk. (Q.S Huud 114).
bersabda: Ikutilah keburukan itu dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapus
keburukan. (H.R at Tirmidzi dan Imam Ahmad)
akan mengampuni dosa dosa kecil jika seorang hamba menjauhi dosa dosa besar.
Allah berfirman : “In tajtanibuu kabaa-ira maa tunhauna ‘anhu nukaffir ankum
saiyiatikum wa nudkhilkum mudkhalan kariimaa”. Jika kamu menjauhi dosa dosa besar di antara dosa dosa yang kamu
dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan kesalahanmu (dosa dosamu
yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga) Q.S an Nisa’ 31.
menjanjikan pengampunan dosa (dosa dosa kecil) hanya bagi orang orang yang
menjauhi dosa dosa besar. Sebab dosa dosa besar hanya bisa dihapus dengan sebenar
benarnya taubat lalu diikuti dengan iman
dan amal shalih.
menjauhi semua bentuk dosa baik dosa kecil apalagi dosa besar. Takutlah kepada adzab kepada Allah
Ta’ala. Ingatlah akan firman Allah :“Fa yaghfiru li man yasyaa-u wa yu’adzdzibu
man yasyaa-u. Wallahu ‘alaa kullisyai-in qadiir”. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan Dia mengadzab siapa
yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (Q.S al Baqarah 285).
bagi kita semua. Wallahu A’lam. (488).





































