DENGAN DOSA YANG LALU
senantiasa bertaubat atas segala dosa dosanya. Allah berfirman : “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada
Allah, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. (Q.S an Nuur
31).
kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi
kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah
ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai
keutamaan (balasan) keutamaannya. jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku
takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.” (Q.S Hud 3)
berfirman : Wahai orang-orang yang
beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang
semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan
memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Q.S at Tahrim 8)
saudara kita, yang telah mendapat
hidayah untuk bertaubat lalu bertanya bagaimana dengan dosanya yang lalu. Pertanyaan ini memang ada benarnya
karena orang yang telah bertaubat itu terkadang teringat dosa dosanya yang
lalu. Bahkan sampai ada yang merasa dirinya sangat tidak nyaman jika terpikir
kemaksiatan yang telah terlanjur dilakukan. Sungguh sangatlah banyak diantara
mereka yang betul betul menyesali dirinya
dan Maha Penyayang serta Maha Penerima Taubat hamba hamba-Nya. Jika seseorang
telah bertaubat dari segala dosanya maka dosa dosanya yang telah lalu telah
dimaafkan Allah Ta’ala. Memang itulah fungsi taubat yaitu untuk menghapus
segala dosa dimasa lalu baik yang kecil maupun yang besar. Namun perlu
diketahui bahwa seseorang yang bertaubat haruslah memenuhi syarat syarat taubat
yang benar.
dengan jelas bahwa Allah akan mengganti kejahatan mereka (dimasa lalu) dengan
kebajikan. Allah berfirman : “Kecuali
orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka kejahatan mereka diganti Allah dengan
kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan
orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, Maka Sesungguhnya Dia
bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya”. (Q.S. al
Furqaan 70-71).
as Sa’di berkata tentang firman Allah : “Maka
kejahatan mereka diganti dengan kebajikan, maksudnya adalah segala
perbuatan dan perkataan mereka yang disiapkan untuk amal keburukan akan
diganti, yaitu diganti dengan kebajikan kebajikan. Maka syirik mereka berubah
menjadi iman, kemaksiatan mereka diganti menjadi ketaatan dan kejahatan
kejahatan yang sama yang pernah mereka lakukan diganti kemudian ditumbuhkan
bagi mereka satu taubat, inabat dan ketaatan untuk setiap dosa dari dosa dosa
tersebut. Yaitu diganti dengan kebajikan kebajikan, sebagaimana tampak dari
zahirnya ayat.
hal ini ada sebuah hadits (yang diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 190) tentang
seorang lelaki yang dihisab oleh Allaah karena seebagian dosa dosanya, lalu
dihitung di hadapannya, kemudian untuk setiap dosa dengan satu kebajikan. Lalu
orang itu berkata : Ya Rabbi, sesungguhnya aku mempunyai beberapa dosa lagi
yang tidak aku lihat disini. Wallahu A’lam. (Tafsir Karimir Rahman).
sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan bahwa Allah
Ta’ala berfirman : “Ya ‘ibaadi, innakum tukhti-una bil laili wan nahar” Wa ana
aghfiru dzunuuba jamii’a. Fastaghfiruni, aghfirlakum”. Wahai hamba hambaku,
sesungguhnya kalian berbuat dosa (kesalahan) siang dan malam. Dan Aku
Mahapengampun, semua dosa. Minta ampunlah kepadaKu, Aku akan ampuni kalian.
Allah gembira menerima taubat hamba-Nya, melebihi kegembiraan seseorang
diantara kalian tatkala menemukan kembali dengan tiba-tiba untanya yang telah
hilang di gurun pasir”. (H.R Imam Bukhari
dan Imam Muslim).
hamba-Nya yang mau bertaubat. Bahkan Allah Ta’ala melarang seorang hamba untuk
pustus asa dari rahmat-Nya.
yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang orang yang kafir. (Q.S Yusuf
87).
(Ibrahim) berkata, tidak ada yang berputus asa dari rahmat Rabb-nya kecuali
orang yang sesat. (Q.S al Hijr 56).
Ulum wal Hikam menceritakan bahwa pada suatu kali Fudhail bin Iyadh, seorang Tabi’in, pernah bertanya kepada seorang laki laki : Berapa
usiamu ? Orang itu menjawab : 60 tahun.
berkata : Berarti selama 60 tahun engkau telah berjalan menuju Rabb-mu dan saat
ini engkau hampir sampai kepada-Nya.
inna ilaihi raaji’uun (sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya hanya
kepada-Nya kami akan kembali).
engkau tafsir dari apa yang engkau ucapkan itu ?. Laki laki itu berkata :
Tafsirkanlah ucapan itu untukku, wahai Abu Ali. Fudhail bin Iyadh berkata :
ia adalah hamba Allah dan akan kembali kepada-Nya maka hendaklah ia mengetahui bahwa kelak ia
akan disuruh berdiri dihadapan Rabb-nya.
ia akan disuruh berdiri dihadapan
Rabb-nya maka hendaklah dia mengetahui bahwa dia pasti akan ditanya.
ia akan ditanya maka hendaklah ia mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan itu.
jalan keluarnya ? Jalan keluarnya mudah kata Fudhail bin Iyadh. Orang itu
bertanya lagi : Apakah itu wahai Abu Ali ?
Iyadh menjawab : Hendaklah engkau berbuat kebaikan disisa umurmu. Niscaya Allah
akan mengampuni (dosa) apa yang telah lalu atas dirimu. Sesungguhnya jika
engkau tetap berbuat keburukan pada sisa umurmu niscaya engkau akan dihisab
atas semua perbuatan (buruk) mu yang telah lalu dan yang akan datang.
bertaubat hedaklah dia banyak bersyukur kepada Allah Ta’ala karena dia telah
diberi hidayah untuk kembali ke jalan Allah, jalan yang lurus.
Wallahu A’lam. (485)





































