quluu buhum bi dzikrillahi, alaa bidzikrallhi tathma-‘iinnul quluub” (Yaitu)
orang orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat
Allah, Ketahuilah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. (Q.S ar
Ra’du 28).
kelalaian dan kealpaan. Sungguh dengan
dzikir hati menjadi tenteram dan menjadi obat bagi hati yang sedang sakit.
Wahai Abu Sa’id (kun-yah Imam Hasan al Bashri) Hatiku keras, bagaimana obatnya
? Beliau menjawab obatlah dengan dzikir kepada Allah.
tiga perkara, didalam shalat, dalam dzikir dan membaca
al Qur an. Jika kalian tidak mendapati (kelezatan dalam
tiga hal ini) maka ketahuilah bahwa pintu kelezatan telah tertutup bagi kalian.
(Kitab Madaarijus Saalikin).
kepada Allah karena yang demikian merupakan obatnya hati.
Jauhilah menyebut aib manusia karena hal itu merupakan penyakit hati.
tetapi terkait dengan rasa takut dan harap kepada Allah. Takut kepada adzabNya
dan berharap ampunanNya. Betapa banyak manusia yang memiliki lidah dan bibir
yang sempurna tetapi mereka tidak mampu berdzikir. Kalaupun mereka berdzikir
tetapi sangatlah sedikit.
kepada Allah adalah dengan banyak berdoa
terutama dengan doa yang diajarkan Rasulullah
salallahu ‘alaihi wasallam. Antara lain dengan doa yang telah beliau ajarkan kepada Muadz bin Jabbal. Tentu doa ini dimaksudkan beliau bukan khusus untuk Muadz
bin Jabbal saja tapi adalah untuk semua umat beliau. Doa yang dimaksud adalah : “Allahumma a’inni ‘ala
dzikrika, wa syukrika wa husni ‘ibaadatik”. Ya Allah tolonglah aku agar aku selalu
berdzikir kepada Engkau, agar selalu bersyukur kepada Engkau dan tolonglah aku
agar aku bisa beribadah dengan baik kepada Engkau. (H.R Imam Ahmad dan Abu Dawud).
yang mampu berdzikir, mampu bersyukur dan mampu beribadah dengan baik kecuali
dengan pertolongan dan hidayah dari Allah.
untuk senantiasa berdzikir kepada-Nya dalam setiap keadaan.




































