
Usai Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut, M.Agr.Sc dilantik oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya sebagai Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), di Jakarta, Selasa, (2/5/2023), sejumlah Balai dan Balai Besar Taman Nasional (TN) mengucapkan selamat.ย

Balai TN yang memberi ucapan antara lain BTN Gunung Halimun Salak, Gunung Rinjani, Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Palung, Bukit Duabelas, Bukit Tigapuluh, Bukit Baka Bukit Raya, Kelimutu, dan Tambora.ย

Sementara Balai Besar TN yang mengucapkan selamat adalah BBTN Kerinci Seblat, Bukit Barisan Selatan, Gunung Gede Pangrango, Bromo Tengger Semeru, Gunung Leuser, dan BBTN Bentarum.

Dalam siaran pers yang TravelPlusย terima dari Kepala Biro Hubungan Masyarakat, KLHK Nunu Anugrah, dijelaskan kalau Menteri Siti meminta kepada Dirjen KSDAE yang baru tersebut melakukan transformasi tata kelola kawasan konservasi berbasis lansekap, ekosistem dan masyarakat.

Menteri Siti juga meminta kepada Dirien KSDAE untuk melanjutkan pengawalan bersama RUU Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Pemerintah bersama Komisi IV DPR RI memandang penting untuk menyelesaikan revisi undang-undang ini. Pemerintah dan DPR juga telah menyepakati terbentuknya anggota panitia kerja untuk menyusun RUU KSDAHE. Anggota itu terdiri dari Komisi IV DPR RI, pemerintah dan Komite II DPD RI.ย

Lewat tulisan ini, TravelPlus yang tetap loyal meliput, menulis bahkan membuat konten video terkait daya tarik kawasan berstatus konservasi turut mengucapkan selamat atas pelantikan Prof. Satyawan Pudyatmoko sebagai Dirjen KSDAE KLHK, selamat menjalankan tugas semoga senantiasa diberi kesehatan, kemudahan, dan kelancaran sehingga seluruh kawasan konservasi ada di Indonesia tetap terjaga keberadaan dan keasriannya, semakin berkualitas, diminati baik wisatawan maupun peneliti serta kian mensejahterakan masyarakat yang di berada di sekitarnya.ย

Satu lagi, semoga dibawah kepemimpinan Dirjen KSDAE yang baru, bisa lebih melibatkan peran aktif jurnalis/blogger & pembuat konten (content creator) yang selama ini sudah turut membantu mempublikasikan kawasan konservasi di Tanah Air tercinta ini.












