
balas dendam dengan nontonin film-film lawas yang pernah kutonton di bioskop
Intan Garut. Akhirnya weekend lalu
aku kembali menyambangi bioskop, eits … kali ini nggak di Ubertos ya tapi di
MIM (Metro Indah Mall), masih di Bandung Timur sih ini 😁
Ubertos mah XXI. Tadinya kita
berencana nonton di King’s (PvJ dan Paskal nggak masuk hitungan ya da jauh), ternyata film Parasite nggak
ada di King’s jadilah kita ke MIM, nggak sanggup ke BEC sebab Bandung kalau weekend macetnya nggak bisa ditawar … 😴
nggak tanggung-tanggung yaw, banyak review
positif dan direkomendasikan sana sini tapi yang paling penting film Parasite
ini adalah film Korea pertama yang memenangkan Palme d’Or di Festival Film
Cannes tahun ini.
yap, kau memang parasit … 👾👾
tragic comedy karya terbaru dari Bong Jo Hoon, bagiku namanya nggak
terlalu familiar ya (sebab ku lebih suka Park Chang Wok) namun saat melihat list film karyanya, well … he did a great works! Sejauh ini karya Bong Jo Hoon yang pernah kutonton adalah The
Host, Mother Madeo, Okja, Snowpiercer dan Parasite, sayangnya aku belum sempat
menonton film Memoirs of a Murderer.
melipat dus pizza, tipikal keluarga
miskin masa kini, yang selain membutuhkan papan, sandang dan pangan juga
membutuhkan wi–fi gratis 😉. Masa lalu Chung Sook (Jang Hye Jin) sebagai atlet pun
nggak menjamin kehidupannya saat ini, kedua anaknya yakni Ki Woo (Choi Woo Sik)
dan Ki Jung (Park So Dam) nggak melanjutkan pendidikan sebab tyada uang.
bukan segalanya, namun uang akan mempermudah segalanya …
berkunjung sebab ketitipan batu cendikiawan milik kakeknya. Min yang
melanjutkan studi ke luar negeri menitipkan pekerjaannya sebagai tutor Bahasa
Inggris untuk keluarga Mr. Park (Lee Sun Kyung) kepada Ki Woo yang menurutnya
bisa dipercaya.
Yeon Kyo (Cho Yeo Jeong) si nyonya rumah yang digambarkan Min dengan; sederhana.
Melihat celah yang terbuka lebar Ki Woo menjalankan rencananya untuk memindahkan
keluarganya ke rumah Mr. Park. Yha~ seperti parasit, keluarga Ki Taek
menginvasi rumah Mr. Park.
divisualisasikan dengan menggelitik dan bangsat 😂, disini kita akan dibuat faham
bahwa akan ada orang-orang yang bersedia
melakukan berbagai hal demi mendapatkan keinginannya, mengaburkan batas antara
benar dan salah.
tercipta antara si kaya dan si miskin, yakni atas dan bawah, Bong Jo Hoon
memvisualisasikan jarak melalui tangga. Selalu ada scene keluarga Ki Taek naik dan turun tangga, saat mereka memasuki
rumah untuk bekerja dan keluar rumah untuk kembali ke habitat-nya, seolah mengisyaratkan bahwa tangga adalah jembatan
penyebrangan antara si kaya dan si miskin.
kuintepretasikan sebagai sikap ‘nglunjak’,
namanya juga manusia … dikasih hati seringnya malah nggak tahu diri 😥. Untuk
menjaga teritorinya keluarga Mr. Park nggak segan untuk menunjukkan kemurahan
hatinya, sayangnya (atau malah cerdasnya) kemurahan hati keluarga Mr. Park
dianggap sebagai undangan terbuka oleh keluarga Ki Taek.
rumah adalah air dan minyak, meski sama-sama cair tetap nggak bisa bersatu. Ada
hal-hal essentials yang nggak bisa
dirubah dan film Parasite ini memvisualisasikan hal essentials tersebut dengan aroma. Ada scene dimana Da Song (Jung Hyeon Jun) berkata bahwa aroma Ki Taek,
Chung Sook, Ki Woo dan Ki Jung sama, bukannya sadar mereka berkomplot Mr. Park
malah berfikir bahwa aroma orang kaya dan orang miskin memang berbeda.
Eun) mantan kepala rumah tangga Mr. Park nggak pernah kembali ke rumah.
Kembalinya Moon Gwang ini menandai paruh kedua sekaligus mengakhiri era keluarga
Ki Taek, plot twist yang rapi sebab kita nggak pernah mengira ada kehidupan lain
di rumah Mr. Park.
adalah saat Ki Taek, Ki Woo dan Ki Jung yang terjebak di bawah meja menggelosorkan
badannya demi menghindari Mr. Park dan istrinya yang tertidur di sofa. Bangkek
memang! Deg-degan dan ngakaknya barengan yaini 😂😂😂. Begitu pun dengan scene negosiasi antara Moon Gwang dan
Chung Sook yang mesti ambyar gegara kepleset di tangga.
merasa gamang, bingung sendiri dengan korelasi antara kebaikan dan kekayaan; apakah
aku akan kaya karena aku baik atau aku baik maka aku akan kaya. Mwehehe … 😅
tentang wealth gap antara si kaya dan si miskin nggak ada satu pun kata kaya dan
miskin yang terucap di film Parasite ini. Penonton sendiri yang menyimpulkan
berada di sisi mana karakter tersebut berada.
Parasite ini adalah rumahnya Mr. Park, kusuka jendelanya yang lebar macem layar
bioskop. Dari jendela rumah basement
(banjiha) keluarga Ki Taek kita bisa
melihat betapa carutnya kehidupan sosial kelas bawah, kau bahkan bisa menonton
segalanya dari sana. Sedang dari jendela rumah keluarga Mr. Park kita bisa
melihat privilege yang di-setting untuk mengakomodir kebutuhan
kelas atas, membatasinya.
keren dan setiap shoot-nya dieksekusi dengan cermat. Salah
satu scene favoritku adalah saat Ki
Taek, Ki Woo dan Ki Jung pulang ke rumahnya di tengah hujan deras yang
mengakibatkan banjir. Perjuangan mereka untuk kembali dituturkan dengan lugas
dan hidup.
berkata bahwa hujan adalah berkah kepada Ki Taek tanpa mengetahui hujan yang
sama adalah musibah (bagi keluarganya). Well
… Dalamnya lautan bisa diselami, dalamnya hati … Siapa yang tahu? *heu 😮
seperti saat Ki Taek menyuruh Da Hye (Jung Ziso) membuat 2 kalimat menggunakan
kata pretend atau saat Mr. Park
mengomentari cara menikung Ki Taek yang sangat halus di hari pertamanya
bekerja, scene yang divisualisasikan
dengan isi kopi Mr. Park yang nggak bergoyang meski Ki Taek berkali-kali
menikung.
dengan; “beli di Amerika” seakan-akan berasumsi bahwa made in america lebih prestisius ketimbang made in
apalah … China misalnya😁. Saat pesta ulang tahun Da Song, Ki Woo berkata kepada
Da Hye “mereka sangat berbeda … bahkan untuk acara mendadak sekali pun,
mereka selalu tampak tampak tampan dan cantik” eh kok bener sih ini haha
(sejauh ini) kupikir film Parasite ini memang layak mendapatkan Palme d’Or,
wajib ditonton juga sih hehe Jauh dari kesan sci–fi, film Parasite memberikan
pengalaman menonton yang cukup menarik, kita akan dibuat tertawa, ngenes, gamang
sampai terheran-heran dengan apa yang sanggup orang-orang lakukan demi hidup. And it
was impressed me …





































