karena hanya diisi bongkahan batu-batu besar yang pinggiran pantai Desa
Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur bukan seperti taman-taman di atas. Walaupun taman itu hanya ada bongkahan
batu-batu purba atau Megalitik yang tidak diketahui asal muasalnya alias masih
teka-teki, tetapi jumlahnya bukan main banyaknya.
![]() |
| sumber foto:www.natuna-tourism.blogspot.com |
batu-batu besar berwarna putih itu saling tindih menindih antara satu dengan
yang lainnya. Berjejeran dan membentuk sebuah pemandangan yang cantik dan menawan, terlebih
lagi jika dipadukan dengan pasir putih dan air laut sekitarnya yng jernih.
batu yang besarnya jelas lebih besar daripada Anda, tentu hal yang sangat
menakjubkan.. Anda bisa bersantai sambil duduk duduk di bebatuan menikmati
sunset, dan juga bisa dengan leluasa memilih lokasi bersantai di celah-celah
batu untuk berendam. Air laut di lokasi sangat jernih sehingga bisa melihat
ikan ikan kecil atau ikan hias berwarna warni serta terumbu karang dengan mata
telanjang.Â
Di kompleks Alif Stone Park, pihak pengelola telah membangun jalan atau jembatan (titian) yang menghubungkan antara batu yang satu dengan batu yang lainnya. Lebarnya sekitar satu meter dimana bagian kanan kirinya berhias pot-pot bunga yang warna-warni. Jembatan itu dibuat selain untuk memperindah pemandangan juga dimaksudkan untuk mempermudah pengunjung berjalan-jalan di atasnya sambil mengeksplorasi keseluruhan lokasi taman.
Alif karena diantara bebatuan itu ada sebuah  batu bergaris putih yang letaknya paling
tinggi diantara batu lainnya. Batu
bergaris putih itu menyerupai huruf alif dalam bahasa Arab. Oleh karena itu penduduk
sekitar memberi nama tempat ini sebagai batu alif yang kemudian berubah menjadi
Taman Batu Alif.
Stone Park sekarang ini merupakan salah satu objek wisata unggulan di Natuna,
Kepulauan Riau. Pemerintah daerah setempat dalam rangka mendorong agar banyak
wisatawan berkunjung kesana telah melakukan berbagai upaya, seperti membangun
homestay, akses jalan, dan fasilitas pendukungnya.
Oh iya, tak ketinggalan di kompleks bebatuan ini juga bisa di saksikan kerangka Hiu yang berada di dalam area pengelola.Kerangka hiu itu diperoleh dari pantai Sujung, tempat hiu itu terdampar sekitar tahun 2002 silamÂ
Bagaimana caranya kesana? hal pertama yang harus
dilakukan adalah Anda harus berada di Natuna terlebih dahulu. Lokasi ini sudah
terkenal di wilayah itu jadi tidak ada kendala yang berarti jika anda sudah
berada di sana. Selain itu lokasi taman mudah dicapai karena hanya berjarak
kurang dari tiga kilo meter dari Ibu Kota Natuna, yaitu Ranai atau sekitar 15
menit perjalanan. Lokasi juga mudah dicapai oleh seluruh alat transportasi
karena infrastruktur jalannya cukup tersedia.
pantai, selain di Natuna batu besar itu juga dapat dijumpai di beberapa tempat.
Sebut saja di Yeliu Geopark yang berada di Taiwan. Di tempat ini seluruh
permukaan pantainya dipenuhi oleh bebatuan dengan beragam ukuran yang terbentuk
karena angin dan erosi laut selama ratusan bahkan ribuan tahun.Â
Selain itu batu-batu
 besar juga dapat dijumpai di BangkaBelitung, tepatnya di Pantai Tanjung Kelayang. Di pantai ini tersebar batu-batu
granit yang jumlahnya mencapai ratusan. Nama pantainya sendiri terinspirasi
dengan batu granit besar yang bentuknya seperti burung Kalayang yang banyak dijumpai
di pantai ini. (berbagai sumber)








![[Penginapan] Holiday Inn The Esplanade Darwin](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2024/10/Holiday2520Inn2520Darwin.jpg?fit=640%2C344&ssl=1)



