
Perjalanan yang ditempuh dari Jakarta ke Ujung Genteng lebih kurang 10 jam. Begitu melihat pantai di kejauhan, semanngat kami bangkit. Lelah di jalan tak apa, yang penting pantai sudah terlihat. Kami pun berkeliling melihat-lihat penginapan yang paling nyaman. Pilihan jatuh kepada Pondok
Hexa sebagai tempat peristirahatan. Pas banget view menghadap ke
pantai berbatu karang.

Beberapa saat setelah bersih-bersih badan dan
sholat, kami langsung bermain di pantai karang itu. Tidak peduli
panas matahari siang yang menyengat, kami sudah membekali diri dengan
sunscreen. Air laut sedang surut dan tenang. Airnya begitu bening,
dengan pasir kerikil berwarna putih. Kami bisa berjalan sampai ke
tengah karena dangkal. Aku ketemu bintang laut, keong, rumput laut,
kepiting dan beberapa makhluk pantai yang kecil-kecil. Aku juga
berpapasan dengan ular laut yang panjang. Ririn sempat teriak lalu
kabur begitu saja.


bagaimana rasanya berada di pantai itu.
Birunya laut terlihat dengan
ombak yang tenang. Angin berhembus membias panasnya terik matahari.
Langit biru dengan garis-garis awan yang tipis. Lalu hamparan pasir
pantai dengan karang-karang yang terbawa arus pasang. Semua bersih,
puas memandangnya. Tanaman hijau juga merimbun di pinggir pantai,
beberapanya adalah nyiur. Air laut yang sangat bening hingga dapat
melihat dasarnya yang dangkal. Karang-karang yang menjulang
kecoklatan yang memecah ombak yang hilir mudik. Suara deburnya
bercampur riak air dan riuh angin membuat siang itu begitu sepi. Cuma
pantai, laut dan langit yang menemani. Kamu gak akan bisa
membayangkan bagaimana rasanya berada di sana kalau tidak langsung
melihatnya.









Setelah merasakan
kulit sedikit gosong dan mengambil objek-objek foto, kami kembali ke
pondok. Rencana selanjutnya adalah Pantai Pangumbahan tempat
penangkaran penyu.












