![]() |
| Karikatur yang menyindir PKI |
bersamaislam.com Jakarta – Publik dihebohkan dengan beredarnya karikatur yang menyindir tipu daya Partai Komunis Indonesia kepada sejumlah ormas Islam seperti Nadhatul Ulama, PNI, dan sejenisnya. Karikatur yang diunggah oleh laman NU Garis Lurus pada Kamis (13/7) tersebut diambil dari situs Museum Penerangan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
Dalam situs tersebut diperlihatkan karikatur yang dimuat oleh Harian Berita Indonesia pada 20 Juni 1964 silam. Karikatur tersebut menampilkan kelicikan PKI (Partai Komunis Indonesia) saat menyingkirkan lawannya satu persatu dengan politik adu domba, intimidasi dan intrik politik yang keji. Dalam menjalankan misi tersebut, PKI digambarkan sukses merangkul NU untuk mengalahkan lawan-lawan politiknya. Namun akhirnya PKI mengkhianati NU sehingga membuat murka seluruh tokoh pesantren di Indonesia.
![]() |
| Karikatur yang dimuat oleh Harian Berita Indonesia pada 1964 silam |
“OFENSIF REVOLUSIONER”. PKI sejak 1960 di desa-desa maupun di kota-kota besar di Indonesia memaksakan kehendaknya dengan meghalalkan segala cara. Ini menimbulkan kebencian kepada PKI. Pers anti PKI juga mulai menyerang. Harian Berita Indonesia pada 20 Juni 1964 menampilkan karikatur yang menggambarkan kelicikan PKI menyingkirkan lawan-lawannya,” tulis situs tersebut.
Sejumlah warga dunia maya menganggap bahwa kejadian dalam karikatur tersebut bisa saja terulang kembali.
“Karikatur Tingkah Licik PKI Tahun 1964, Pertama Rangkul NU, Akhirnya Menendang NU dan membuat marah seluruh pesantren di Nusantara. Skenario bisa saja diulang kembali?! Semoga Allah menggagalkannya…,” tulis salah satu netizen bernama Hartono Ahmad di laman facebooknya.
“Harian BERITA INDONESIA pada 20 Juni 1964 menampilkan KARIKATUR. Tahap 1 pki dan nu bersama tendang ………….. lawan politik. Tahap 2 pki tendang nu. Waspadaaaaa,” ujar Dede Asep Ht.
“Sebagai penerus bangsa, kita tidak boleh melupakan sejarah, dan belajar dari sejarah tersebut, sehingga bisa antisipasi kemungkinan2 yg akan terjadi.. seperti karikatur surat kabar “Berita Harian Indonesia” Tertanggal 20 juni 1964..Pada saat itu NU dan PNI ikut serta membubarkan partai/ormas yg telah di rancang pembubarannya oleh PKI, walau pada akhirnya PNI dan NU pun di tendang..,” ungkap Rudy Anto.












