Aopok – #Insiden #kontroversial #yang #memperlihatkan #seorang #oknum #anggota #TNI #Angkatan #Darat diduga #menodongkan #pistol ke #pengemudi taksi online kembali viral di media sosial pada awal Maret 2026. Kejadian ini terjadi di Jalan Raya Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) dan terekam dalam sebuah video yang menggegerkan netizen.
Baca juga: Bobon Santoso Pecahkan Rekor Dunia Masak Lontong Cap Go Meh Terbanyak

📌 Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula sekitar Minggu malam, 1 Maret 2026, saat pengemudi taksi online tengah berkendara di kawasan Setu, Tangsel. Rekaman video menunjukkan bahwa mobil korban sempat bersenggolan dengan kendaraan pelaku. Senggolan ini memicu cekcok antara keduanya.
Pertikaian kemudian memanas, sampai pelaku yang merupakan oknum prajurit TNI mengeluarkan benda menyerupai pistol dan mengarahkannya ke kepala pengemudi itu. Dalam video terlihat pula korban mendapat pemukulan, tendangan, bahkan perangkat teleponnya dirusak.
Beberapa saksi di lokasi tampak berusaha melerai, namun suasana tetap tegang hingga video viral di berbagai platform media sosial.
🪖 Identitas Pelaku & Penanganan Militer
Pihak TNI Angkatan Darat (AD) memastikan bahwa pelaku adalah seorang prajurit aktif berinisial Peltu A. Setelah viralnya video tersebut, aparat Denpom Jaya/1 Tangerang bekerja sama dengan Polres Tangerang Selatan untuk mengamankan oknum prajurit tersebut pada Senin malam, 2 Maret 2026.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, mengatakan bahwa saat ini pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh Denpom. Seluruh aspek kejadian termasuk kronologi, pemeriksaan saksi, serta pengumpulan barang bukti tengah digali secara menyeluruh.
Baca Juga : Awkarin Merasa Dibully oleh Geng Reza Arap: Masa Ngatain Fisik
🔍 Fakta Pistol yang Digunakan
Meski awalnya diduga pistol asli, hasil pemeriksaan awal dari pihak militer dan keterangan resmi menyebutkan bahwa benda yang ditodongkan ternyata berupa pistol mainan berbahan kayu, bukan senjata api sungguhan.
Pernyataan tersebut sekaligus meredam spekulasi awal yang berkembang di media sosial, meskipun tindakan oknum tersebut tetap diproses sebagai pelanggaran hukum dan disiplin militer.
🧑⚖️ Komitmen TNI AD
Donny Pramono menegaskan bahwa TNI AD tidak akan mentolerir tindakan yang mencederai kepercayaan publik ataupun melanggar hukum. Jika terbukti bersalah, oknum prajurit akan diproses secara tegas sesuai ketentuan hukum dan disiplin militer.
Baca juga: Nyaris Terjebak, Raisa Berhasil Pulang ke Indonesia Sebelum Bandara Dubai Ditutup Imbas Perang
TNI AD juga menekankan komitmen untuk menjaga profesionalisme prajurit serta kepercayaan masyarakat melalui mekanisme penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.






























Comments 1