#Aopok – Beberapa hari terakhir, warganet Indonesia ramai memburu “#Video #Chindo #Adidas 8 Detik” di #TikTok. Potongan video singkat ini menimbulkan spekulasi, mulai dari pertanyaan “versi full mana?” hingga asumsi sensasional mengenai isinya. Padahal, di balik hype dan istilah viral, konten ini sebenarnya aman dan berfokus pada fesyen.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana satu tren fesyen sederhana bisa melesat menjadi viral, memicu interaksi masif, sekaligus membuka celah bagi jebakan clickbait di dunia digital.
Bagi pengguna, momen ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital dan kewaspadaan terhadap tautan mencurigakan.
Baca juga: Wardatina Mawa Bakal Gugat Cerai Insanul Fahmi setelah Lebaran
Tren Fesyen, Bukan Skandal
Istilah “Chindo Adidas” merujuk pada jaket atau track top Adidas yang mengadopsi elemen New Chinese Style—gaya Tionghoa modern. Kata “Chindo” sendiri adalah slang warganet Indonesia untuk menyebut nuansa Tionghoa-Indonesia. Produk ini menonjolkan:
- Kerah ala cheongsam
- Kancing simpul (frog button) khas busana Tang
- Siluet longgar dan warna simbolik (merah, hitam, hijau giok)
Kombinasi identitas brand global dengan estetika budaya Asia Timur membuat koleksi ini berbeda dari track jacket Adidas biasa. Video yang viral umumnya berupa unboxing, review detail produk, try-on OOTD, atau informasi stok dan jasa titip.
Baca Juga: Puasa Pertama Tanpa Suami, Karina Ranau Sahur Bareng Karyawan di Makam Epy Kusnandar
Mengapa Bisa Viral?
Ada dua faktor utama:
- Adaptasi Bahasa Gaul: “Adidas New Chinese Style Track Top” disingkat menjadi “Chindo Adidas” sehingga mudah diingat dan digunakan di caption, hashtag, dan komentar.
- Momentum Budaya: Koleksi ini dirilis mendekati Tahun Baru Imlek, momen strategis bagi brand global untuk merilis produk tematik, sehingga meningkatkan interaksi warganet.
Fenomena viral ini memanfaatkan rasa penasaran pengguna yang ingin melihat “versi full” dari video. Padahal, tidak ada versi lain; istilah itu hanyalah trik untuk menarik klik.
Risiko Link Clickbait
Popularitas kata kunci ini juga dimanfaatkan oleh akun tidak bertanggung jawab yang menaruh tautan “full video” di bio. Banyak tautan mengarah ke:
- Situs judi online
- Pinjaman ilegal
- Phishing atau spam agresif
Akibatnya, pengguna yang tergoda klik dapat terjebak malware atau penipuan digital.
Pola Viral dan Algoritma TikTok
Platform seperti TikTok menilai performa video dari durasi tonton, komentar, dan interaksi ulang. Video dengan tagar #chindoadidas atau #adidaschinese mendapatkan dorongan algoritma karena:
- Desain jaket yang unik
- Narasi ambigu dan istilah yang tidak umum
- Interaksi tinggi dari warganet yang penasaran
Hasilnya, tren ini menembus FYP, meski kontennya aman dan hanya berisi fesyen.
Baca juga: Fokus Akhirat, Ivan Gunawan Sudah Siapkan Kain Kafan hingga Pengurus Jenazah untuk Dirinya
Cara Aman Menikmati Tren Ini
Agar tidak terjebak tautan berbahaya, warganet disarankan:
- Cari langsung di kolom pencarian TikTok
- Periksa histori akun kreator
- Hindari membuka tautan mencurigakan atau mengunduh aplikasi tambahan
- Gunakan logika: konten fesyen tidak memerlukan “versi full”
Fenomena “Video Chindo Adidas” menjadi contoh bagaimana tren digital bisa memicu sensasi besar, sekaligus menguji literasi media warganet. Dengan memahami pola viral, masyarakat dapat tetap menikmati tren fesyen tanpa terjebak risiko keamanan digital.






























