Aopok.com – #Nama #selebgram #Julia “Jule” Prastini #kembali #ramai #menjadi #perbincangan #publik #Indonesia #setelah #skandal #perselingkuhan yang melibatkan dirinya dan suaminya, Na Daehoon, tersebar di media sosial. Meski sebelumnya menjadi sorotan negatif dan menuai kritik tajam netizen, Jule kini justru kembali tampil percaya diri di berbagai platform digital, memicu perdebatan soal efektivitas cancel culture di Indonesia.
Baca juga: Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Secara Hisab Jatuh pada 19 Februari 2026

Skandal Perselingkuhan dan Dampaknya
Isu mengenai perselingkuhan Jule pertama kali mencuat pada akhir 2025, setelah beredar foto dan video mesra dirinya bersama seorang pria yang bukan suaminya, yaitu Safrie Ramadan, seorang petinju yang selama ini dikenal di komunitas olahraga tinju. Dugaan perselingkuhan ini semakin memicu rumor dan komentarnya negatif di media sosial.
Tidak lama setelah kasus ini viral, rumah tangga Jule dengan Na Daehoon dikabarkan mengalami keretakan. Pihak pasangan dikabarkan sepakat untuk mengakhiri pernikahan mereka, dan Jule pun menghadapi gelombang hujatan warganet yang menyoroti perilaku serta tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu.
Jule Kembali Eksis, Bukan Menghilang
Berbeda dengan ekspektasi publik yang mengira Jule akan lenyap dari dunia maya setelah skandal tersebut, selebgram ini justru kembali tampil aktif di media sosial. Ia bahkan melepas hijab yang selama ini menjadi ciri khasnya, dan mulai mengunggah konten baru dengan gaya penampilan yang berbeda. Perubahan ini menimbulkan reaksi beragam dari netizen.
Beberapa pihak menilai langkah Jule sebagai bentuk rebranding diri, sementara yang lain melihatnya sebagai bukti bahwa cancel culture di Indonesia tidak efektif dalam “menghapus” karier figur publik setelah kontroversi besar.
Baca juga: Ashanty Terkejut Dengar Rumor Aurel Hermansyah Dicuekin Gen Halilintar
Permintaan Maaf dan Refleksi Personal
Setelah periode diam cukup panjang, Jule juga sempat muncul dalam sejumlah wawancara dan pernyataan publik, termasuk permintaan maaf terbuka kepada mantan suaminya serta ketiga anak mereka. Dalam pernyataannya itu, ia mengakui kesalahan yang dibuat dan menyampaikan penyesalan atas dampak perbuatannya terhadap keluarganya.
Cancel Culture: Gagasan atau Kenyataan?
Fenomena cancel culture — yaitu boikot publik terhadap seorang figur karena perilaku negatifnya — sebenarnya sudah menjadi diskusi hangat di kalangan pengguna media sosial dan akademisi. Di beberapa negara, budaya ini sering kali membuat individu kehilangan dukungan, pekerjaan, atau reputasi secara permanen di dunia maya. Namun, perkembangan kasus Jule menunjukkan bahwa tidak semua kasus kontroversial berujung pada “penghentian total” dukungan publik di Indonesia.
Beberapa analis juga mengkritik bahwa cancel culture terkadang terlalu menggabungkan opini subjektif netizen tanpa mempertimbangkan dinamika psikologis dan sosial yang lebih kompleks. Dalam konteks Indonesia yang sangat aktif di platform seperti Instagram, TikTok, dan X, cancel culture sering kali berujung pada perdebatan panjang soal etika digital dan batasan kritik publik.
Bagaimana Netizen dan Media Bereaksi
Baca juga: Hubungannya Diusik, Jennifer Coppen Anggap Fitnah sebagai Ujian Jelang Menikah
Reaksi netizen terhadap kembalinya Jule beragam: ada yang mengecamnya, ada pula yang memberikan simpati karena melihat usaha Jule untuk bangkit dari kontroversi. Sementara itu, media online dan channel infotainment terus memantau perkembangan cerita Jule, dari kisah perselingkuhan, perceraian, hingga upaya dirinya membangun citra baru di jagat digital.






























