berarti pindah dari satu tempat ke tempat lain, dari suatu keadaan ke keadaan
lain. Rasulullah SAW melakukan pindah dari Makkah ke Madinah dan hijrahnya
Rasul menjadi awal perhitungan kalender Hijriyah.
Momentum tahun baru Hijriyah bisa dijadikan awal perpindahan dari hal-hal yang
belum baik menuju hal-hal yang baik.
Tahun baru Islam ini bisa menjadi tonggak awal perubahan dari
kebiasaan-kebiasaan yang kontraproduktif menjadi produktif.
Melakukan perubahan sifat-sifat yang negatif menuju sifat-sifat positif. Dari
hobi yang tak bermanfaat menjadi hobi yang memiliki nilai. Dari kebiasaan
membuang-buang waktu menjadi kebiasaan yang menata waktu menjadi lebih optimal.
Sebagaimana hadits Nabi SAW (terlepas dari perdebatan lemahnya sanad dan
sebagainya), kita petik semangatnya untuk memotivasi diri agar menjadi pribadi
yang lebih baik lagi.
“Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik dari kemarin maka dia
termasuk orang yang beruntung.
Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi.
Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek dari harinya kemarin maka dia
terlaknat.”
Tak perlu menyesalkan tak meriahnya perayaan tahun baru Islam seperti tahun
baru Masehi. Apalagi sampai mencari-cari siapa yang salah. Karena sejatinya
keputusan hijrah menjadi lebih baik tidak memerlukan selebrasi.
Justru dengan berkontemplasi, muhasabah diri, merenungkan pencapaian peta
hidup, akan memberikan pemaknaan yang dalam bagi diri untuk berhijrah.
Selamat tahun baru Hijriyah 1439 H
Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Memberikan
kemanfaatan yang sebanyaknya bagi orang lain.


























