Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
    • Join Komunitas
    • Pasang Iklan Gratis
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Hot
    • Galeri
    • Populer
    • Viral
    • Terviral
    • Terbaik
    • Trending
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Dunia
    • Kriminal
    • Nasional
    • Perang Dunia
    Viral! Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Lebaran, Stok Aman

    Viral! Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Lebaran, Stok Aman

    Viral! Pria Pergoki Calon Istri Selingkuh di Hotel Seminggu Sebelum Akad Nikah, Video Heboh di Media Sosial

    Viral! Pria Pergoki Calon Istri Selingkuh di Hotel Seminggu Sebelum Akad Nikah, Video Heboh di Media Sosial

    Viral Oknum TNI Todongkan Pistol ke Driver Online di Serpong

    Viral Oknum TNI Todongkan Pistol ke Driver Online di Serpong

    Trending Tags

    • Perang Dunia
    • Viral
    • Musik
    • Gosip
    • Ramadhan
    • Jelajah
  • Bisnis
    • Seputar Bisnis
    • Investasi & Trading
    • Top Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Ulasan Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Biodata Viral
    • Cerita
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Review
    • Sejarah
    • Wisata
  • Hiburan
    • Musik
      • Chord Lirik
      • Terjemahan lirik
    • Foto
    • Gosip
    • Video
  • Religi
    Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Secara Hisab Jatuh pada 19 Februari 2026

    Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Secara Hisab Jatuh pada 19 Februari 2026

    Makna Sabar dalam Al-Qur’an: Kunci Lulus Ujian Hidup Menuju Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

    Makna Sabar dalam Al-Qur’an: Kunci Lulus Ujian Hidup Menuju Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

    Mengapa Muslim dan Non-Muslim Dibedakan dalam Islam? Penjelasan Aqidah, Dalil Al-Qur’an, dan Makna Ketakwaan

    Mengapa Muslim dan Non-Muslim Dibedakan dalam Islam? Penjelasan Aqidah, Dalil Al-Qur’an, dan Makna Ketakwaan

    Tanggal Berapa Bulan Suci Puasa Ramadan 2026?

    Tanggal Berapa Bulan Suci Puasa Ramadan 2026?

    Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan, Mukjizat, dan Kekuatan Doa di Saat Putus Asa

    Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan, Mukjizat, dan Kekuatan Doa di Saat Putus Asa

    Belajar dari Sistem Ramadhan

    Belajar dari Sistem Ramadhan

    Makna Hadits “Agama Adalah Nasehat”: Tafsir Lengkap & Aplikasi dalam Kehidupan Muslim

    Makna Hadits “Agama Adalah Nasehat”: Tafsir Lengkap & Aplikasi dalam Kehidupan Muslim

    Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

    Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

  • Sports
    • All
    • Bulutangkis
    • Sepakbola
    Peluang Timnas Indonesia Gantikan Irak di Playoff Antarkonfederasi Piala Dunia 2026, Ini Skenario Lengkapnya

    Peluang Timnas Indonesia Gantikan Irak di Playoff Antarkonfederasi Piala Dunia 2026, Ini Skenario Lengkapnya

    John Herdman Diminta Panggil Rivaldo Pakpahan ke Timnas Indonesia

    John Herdman Diminta Panggil Rivaldo Pakpahan ke Timnas Indonesia

    Tiga Ganda Campuran Indonesia Lolos ke Semifinal Thailand Masters 2026

    Tiga Ganda Campuran Indonesia Lolos ke Semifinal Thailand Masters 2026

    Live Streaming Barcelona vs Real Oviedo 25 Januari 2026

    Live Streaming Barcelona vs Real Oviedo 25 Januari 2026

    Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

    Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

    Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    Link Live Streaming Manchester United vs Manchester City Liga Inggris 2025/2026 – Derbi Manchester Penuh ‘Aroma Dendam’ & Cara Nontonnya

    Link Live Streaming Manchester United vs Manchester City Liga Inggris 2025/2026 – Derbi Manchester Penuh ‘Aroma Dendam’ & Cara Nontonnya

    Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 – Lawan Kamboja, Vietnam & Singapura di GBK

    Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 – Lawan Kamboja, Vietnam & Singapura di GBK

    Hasil Drawing Indonesia Masters 2026: Lawan Jonatan Christie, Fajar/Fikri & 21 Wakil Indonesia Lengkap

    Hasil Drawing Indonesia Masters 2026: Lawan Jonatan Christie, Fajar/Fikri & 21 Wakil Indonesia Lengkap

  • Tekno
  • More
    • Bangka Belitung
    • Otomotif
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Kesehatan & Kecantikan
    • Chord Lirik
    • Keimanan
    • Tempo Dulu
    • Lainnya
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
    • Join Komunitas
    • Pasang Iklan Gratis
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Hot
    • Galeri
    • Populer
    • Viral
    • Terviral
    • Terbaik
    • Trending
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Dunia
    • Kriminal
    • Nasional
    • Perang Dunia
    Viral! Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Lebaran, Stok Aman

    Viral! Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Lebaran, Stok Aman

    Viral! Pria Pergoki Calon Istri Selingkuh di Hotel Seminggu Sebelum Akad Nikah, Video Heboh di Media Sosial

    Viral! Pria Pergoki Calon Istri Selingkuh di Hotel Seminggu Sebelum Akad Nikah, Video Heboh di Media Sosial

    Viral Oknum TNI Todongkan Pistol ke Driver Online di Serpong

    Viral Oknum TNI Todongkan Pistol ke Driver Online di Serpong

    Trending Tags

    • Perang Dunia
    • Viral
    • Musik
    • Gosip
    • Ramadhan
    • Jelajah
  • Bisnis
    • Seputar Bisnis
    • Investasi & Trading
    • Top Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Ulasan Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Biodata Viral
    • Cerita
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Review
    • Sejarah
    • Wisata
  • Hiburan
    • Musik
      • Chord Lirik
      • Terjemahan lirik
    • Foto
    • Gosip
    • Video
  • Religi
    Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Secara Hisab Jatuh pada 19 Februari 2026

    Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Secara Hisab Jatuh pada 19 Februari 2026

    Makna Sabar dalam Al-Qur’an: Kunci Lulus Ujian Hidup Menuju Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

    Makna Sabar dalam Al-Qur’an: Kunci Lulus Ujian Hidup Menuju Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

    Mengapa Muslim dan Non-Muslim Dibedakan dalam Islam? Penjelasan Aqidah, Dalil Al-Qur’an, dan Makna Ketakwaan

    Mengapa Muslim dan Non-Muslim Dibedakan dalam Islam? Penjelasan Aqidah, Dalil Al-Qur’an, dan Makna Ketakwaan

    Tanggal Berapa Bulan Suci Puasa Ramadan 2026?

    Tanggal Berapa Bulan Suci Puasa Ramadan 2026?

    Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan, Mukjizat, dan Kekuatan Doa di Saat Putus Asa

    Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan, Mukjizat, dan Kekuatan Doa di Saat Putus Asa

    Belajar dari Sistem Ramadhan

    Belajar dari Sistem Ramadhan

    Makna Hadits “Agama Adalah Nasehat”: Tafsir Lengkap & Aplikasi dalam Kehidupan Muslim

    Makna Hadits “Agama Adalah Nasehat”: Tafsir Lengkap & Aplikasi dalam Kehidupan Muslim

    Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

    Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

  • Sports
    • All
    • Bulutangkis
    • Sepakbola
    Peluang Timnas Indonesia Gantikan Irak di Playoff Antarkonfederasi Piala Dunia 2026, Ini Skenario Lengkapnya

    Peluang Timnas Indonesia Gantikan Irak di Playoff Antarkonfederasi Piala Dunia 2026, Ini Skenario Lengkapnya

    John Herdman Diminta Panggil Rivaldo Pakpahan ke Timnas Indonesia

    John Herdman Diminta Panggil Rivaldo Pakpahan ke Timnas Indonesia

    Tiga Ganda Campuran Indonesia Lolos ke Semifinal Thailand Masters 2026

    Tiga Ganda Campuran Indonesia Lolos ke Semifinal Thailand Masters 2026

    Live Streaming Barcelona vs Real Oviedo 25 Januari 2026

    Live Streaming Barcelona vs Real Oviedo 25 Januari 2026

    Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

    Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

    Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    Link Live Streaming Manchester United vs Manchester City Liga Inggris 2025/2026 – Derbi Manchester Penuh ‘Aroma Dendam’ & Cara Nontonnya

    Link Live Streaming Manchester United vs Manchester City Liga Inggris 2025/2026 – Derbi Manchester Penuh ‘Aroma Dendam’ & Cara Nontonnya

    Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 – Lawan Kamboja, Vietnam & Singapura di GBK

    Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 – Lawan Kamboja, Vietnam & Singapura di GBK

    Hasil Drawing Indonesia Masters 2026: Lawan Jonatan Christie, Fajar/Fikri & 21 Wakil Indonesia Lengkap

    Hasil Drawing Indonesia Masters 2026: Lawan Jonatan Christie, Fajar/Fikri & 21 Wakil Indonesia Lengkap

  • Tekno
  • More
    • Bangka Belitung
    • Otomotif
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Kesehatan & Kecantikan
    • Chord Lirik
    • Keimanan
    • Tempo Dulu
    • Lainnya
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Religi

Kitab Ikhtilaf al-Hadith (اختلاف الحديث)

Religius by Religius
25 Juli 2013
Reading Time: 24 mins read
Donasi
0
Kitab Ikhtilaf al-Hadith (اختلاف الحديث)
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Secara Hisab Jatuh pada 19 Februari 2026

Makna Sabar dalam Al-Qur’an: Kunci Lulus Ujian Hidup Menuju Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Mengapa Muslim dan Non-Muslim Dibedakan dalam Islam? Penjelasan Aqidah, Dalil Al-Qur’an, dan Makna Ketakwaan

ADVERTISEMENT

1.0 Pendahuluan

Kitab Ikhtilaf al-Hadith (اختلاف
الحديث
) karya Imam al-Syafi’i atau nama penuhnya Muhammad bin Idris bin Uthman
al-Syafi’i (150-204H) merupakan sebuah karya perintis yang  membincangkan
topik perbezaan hadis. Pengkaji barat Joseph Schacht (1950), dalam bukunya The
Origin Of Muhammadan Jurisprudence[1]

menyebut karya ini sebagai karya terakhir- yang ditulis oleh al-Syafi’i. Edisi
terawal kitab Ikhtilaf al-Hadith ialah yang dicetak di tepi jilid ketujuh kitab
al-Umm, yang diterbitkan oleh Dar al-Sya’b, Kaherah pada tahun 1968. Edisi
kedua pula adalah yang diedit oleh ‘Amir Ahmad Haydar dan diterbitkan oleh
Mu’assasah al-Kutub al-Thaqafiyyah, Beirut pada tahun 1985. Edisi ketiga diedit
oleh Muhammad Ahmad ‘Abd al-‘Aziz, diterbitkan oleh Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah,
Beyrut pada tahun 1986.


2.0 Nisbah Karya Kepada al-Syafi’i
Secara umum karya-karya al-Syafi’i yang diriwayatkan oleh para
pengikutnya terbahagi kepada dua bahagian. Pertama, kitab-kitab yang
dinisbahkan secara langsung oleh sejarawan sebagai karangan atau penulisan
beliau. Kedua, kitab-kitab yang dikarang oleh pengikut-pengikutnya
[2].
Karya dalam kategori pertama adalah hasil olahan idea serta gaya penulisan
beliau sendiri. Kitab al-Umm, al-Risalah dan Ikhtilaf Malik wa
al-Syafi’i
adalah antara karya dalam kategori ini. Manakala kategori kedua
adalah hasil karya pengikutnya sama ada melalui metode ikhtisar mahupun
huraian. Isi kandungan karya kategori ini bersandarkan gagasan al-Syafi’i
tetapi mempersembahkan melalui gaya penulisan pengarangnya. Kitab Mukhtasar
al-Buwayti
dan Mukhtasar al-Muzani antara karya dalam kategori ini.

Merujuk kepada kitab Ikhtilaf al-Hadith, karya ini adalah karya dalam
kumpulan pertama iaitu karangan al-Syafi’i. Walau bagaimanapun, jika
diperhatikan pada permulaan setiap bab dalam kitab ini, ianya dimulakan dengan
frasa akhbarana al-Rabi’: qal al-Syafii atau haddathana al-Syafi’i. 


Siapakah al-Rabi’?

Bagaimanakah terbinanya frasa-frasa ini dan adakah frasa seperti ini
secara tidak langsung menafikan karya Ikhtilaf al-hadith ditulis oleh beliau ?

Untuk menjelaskan persoalan ini, perlu diperhatikan kaedah pedagogi
pendidikan pada abad kedua hijrah. Majlis-majlis ilmu atau kuliah-kuliah
pengajian pada waktu ini didominasi perlaksanaannya melalui metode mendengar
(periwayatan). Guru dan pelajar-pelajar berhalaqah dan proses pemindahan
maklumat berlaku melalui pengucapan lisan atau pembacaan dari kitab, soal-jawab
dan imlak. Implikasi daripada kaedah ini melahirkan rangkaian atau silsilah perawi
kitab kerana para pelajar memindahkan maklumat dengan cara mendengar kemudian
mencatat atau menyalin dan kemudian disemak semula oleh gurunya. Proses ini
terlaksana pada peringkat al-Syafi’i dan murid-muridnya termasuk Rabi’ bin
Sulaiman dan berkesinambungan pada peringkat al-Rabi’ bin Sulaiman dan
murid-muridnya pula sehingga seterusnya
[3]. 

Pernyataan di atas dianggap sebagai hipotesis yang tepat untuk
menjelaskan penemuan frasa seperti haddathana al-Rabi’ qal: qal al-Syafi’i dalam
Ikhtilaf al-Hadith mahupun karya-karya yang lain seperti al-Risalah dan al-Umm.
Implikasi daripada pendekatan pedagogi terdahulu yang memandang berat terhadap
akuan meriwayatkan karya mewujudkan istilah haddathana atau akhbarana.
Istilah ini mengisyaratkan akuan kebenaran yang menunjukkan seseorang perawi
menerangkan bagaimana dia telah mendapat maklumat tersebut iaitu melalui kaedah
mendengar tadi dan berhak untuk menyampaikannya.

Status maklumat dalam karya Ikhtilaf Hadith sama ada boleh dipertanggungjawabkan,
dilihat kepada kredibiliti sumber maklumat, perawi kitab iaitu al-Rabi’ bin
Sulaiman. Ulama secara kolektif mengiktiraf al-Rabi’ bin Sulaiman bin ‘Abd
al-Jabbar bin Kamil al-Muradi (174-270H) adalah sahabat dan murid yang
dipercayai mempunyai autoriti terhadap pendapat al-Syafi’i. Beliau disifatkan
sebagai perawi terbaik untuk kitab al-Syafi’i
[4]. 

Beliau komited dalam meriwayatkan karya-karya al-Syafi’i[5]
khususnya dalam tempoh enam puluh enam tahun selepas kewafatan al-Syafi’i.
Malah beliau menjadi pakar rujuk kepada para ulama untuk mengetahui
doktrin-doktrin pemikiran al-Syafi’i menerusi karya-karyanya
[6].  Manakala Abu Zur’ah pula dilaporkan mendengar
karya-karya al-Syafi’i melalui al-Rabi’ bin Sulaiman
[7].

Autoriti al-Rabi’ bin Sulaiman sebagai jurutulis merangkap jurucakap
al-Syafi’i dipertimbangkan melalui penghormatan al-Syafii sendiri yang
dilaporkan berkata : “Aku sangat menyenangi dirimu,” dan
“Tiada seorang yang berkhidmat denganku sebaik khidmat al-Rabi’ bin
Sulaiman
. al-Buwayti rakan seperguruan al-Rabi’ bin Sulaiman antara lain
mengulas bahawa al-Rabi’ bin Sulaiman lebih berpengetahuan daripadanya
berhubung hal-ehwal al-Syafi’i. Malah jika berlaku sebarang perbezaan maklumat
di antara pengikut al-Syafi’i, akan didahulukan riwayat yang bersumberkan
daripada al-Rabi’ bin Sulaiman sekalipun ke atas riwayat al-Muzani, tokoh fiqh
terkemuka mazhab al-Syafi’i.

Identiti sebagai perawi thiqah di kalangan muhaddithin turut mengukuhkan
lagi kredibiliti beliau. al-Nasa’i mengisyaratkan beliau sebagai la ba’sa
bih
. aI-Khattab menyifatkan beliau thiqah. Ibn Abi Hatim
mengistilahkan beliau sebagai saduq. Selain Ikhtilaf al-Hadith, al-Rabi’
bin Sulaiman juga perawi kepada al-Risalah dan al-Umm.

Justeru ungkapan akhbarana al-Rabi’ qal al-Syafi’i pada permulaan
kandungan kitab atau di tengah-tengahnya, mengisyaratkan bahawa karya ini
adalah karangan al-Syafi’i yang disebarkan oleh al-Rabi’ bin Sulaiman dan
mereka yang mendengarnya daripada al-Rabi’ bin Sulaiman.

Karya Ikhtilaf al-Hadith secara lengkapnya diriwayatkan oleh Abu
Muhammad al
-Hasan bin ‘All bin Muhammad bin al-Hasan al-Jawhari daripada Abu
‘Umar Muhammad bin al-‘Abbas bin Muhammad bin Zakariyya bin Hayawiyyah daripada
Abu Bakr Ahmad bin ‘Abd Allah bin Sayf al-Sijistani daripada al-Rabi’ bin Sulaiman
daripada al-Syafi’i. Silsilah perawi ini memperkukuhkan bahawa karya Ikhtilaf
al-Hadith adalah salinan kenyataan-kenyataan al-Syafi’i dan boleh
dipertanggungjawabkan.

Selain daripada itu tinjauan menyeluruh mendapati terdapat frasa-frasa
seperti fi kitabi hadza dan wa katabi fi kitab khair hadza yang
menunjukkan secara langsung bahawa karya ini adalah hasil karangan beliau.
Transformasi maklumat berlaku ketika beliau merencanakan (mengimlakkan) semula
kepada murid-muridnya.

Perbincangan di atas mengesahkan bahawa kitab Ikhtilaf al-Hadith
dikarang oleh al-Syafi’i dan disebarkan melalui metode silsilah perawi kitab
berteraskan kaedah pendengaran yang bercirikan aktiviti pembacaan dan rencana.
Berasaskan persepsi yang menganggap sumber maklumat adalah parameter terpenting
kepada nilai sesuatu maklumat melahirkan keperluan kepada pengetahuan silsilah
perawi kitab. Pendekatan ini adalah dipengaruhi oleh sistem isnad dalam
periwayatan hadis.

al-Suyuti dalam Tadrib al-Rawi mengulas bahawa al-Syafi’i tidak
berhasrat untuk mengkhususkan karya ini sebagai satu buku berasingan, tetapi ia
adalah sebahagian daripada kandungan al-Umm. Walau bagaimanapun, Ahmad Muhammad
Syakir menafikan kenyataan ini. Beliau menjelaskan perbahasan yang begitu
banyak berkenaan perbezaan hadis dikarang secara khusus oleh al-Syafi’i
menerusi kitab Ikhtilaf al-Hadith sekalipun ia dicetak bersama-sama al-Umm di
tepi jilid yang ke tujuh
[8].
Muhammad bin Ishaq al-Nadim, antara pengarang terawal yang menulis berkenaan
perkembangan ilmu-ilmu dan karya-karyanya, menerusi al-Fihris yang
dikarang sekitar tahun 377 H, menyenaraikan kitab Ikhtilaf al-Hadith dalam
kategori karya al-Syafi’i di samping al-Umm dan al-Risalah.

Ibn Hajar al-‘Asqalani dalam kitab Tawali al-Ta’sis bersumberkan
daripada al-Baihaqi turut menyenaraikan Ikhtilaf al-Hadith sebagai antara karya
al-Syafi’i selain al-Risalah dan al-Umm. Umum mengetahui bahawa al-Baihaqi
adalah tokoh yang berpengetahuan luas tentang hal-ehwal al-Syafl’i menerusi
karyanya Manaqib al-Syafi’i.
Manaqib al-Syafi’i oleh al-Bayhaqi menjadi rujukan utama para ulama
untuk menyelidik latar belakang al-Syafi’i dalam pelbagai aspek bermula
daripada salasilah keluarga sehingga peranan dan sumbangan al-Syafi’i dalam
pelbagai disiplin ilmu. Kewibawaan sumber-sumber yang dibincangkan di atas
menolak Ikhtilaf al-Hadith sebagai sebahagian daripada kandungan al-Umm seperti
yang diulas oleh al-Suyuti. Sebaliknya Ikhtilaf al-Hadith adalah satu unit
karya daripada karya-karya al-Syafi’i. 



3.0 Metodologi Penulisan Ikhtilaf al-Hadith

3.1 Objektif Penulisan

Dilihat kepada tajuk Ikhtilaf al-Hadith, al-Syafii sebenarnya berhasrat
untuk menjelaskan pandangan dan pemikiran beliau berhubung isu hadis yang
khilaf di antara satu sama lain. Beliau menyatakan di akhir mukadimah kitab ini
bahawa khilaf yang berlaku terhadap hadis bukanlah berlaku secara hakiki tetapi
secara zahir sahaja. Kemudian beliau mendedahkan  kaedah-kaedah yang
menurut beliau berhasil dalam menangani isu.


3.2 Isi Kandungan dan Metodologi Penyusunan

Karya Ikhtilaf al-Hadith dimulakan dengan mukadimah yang panjang iaitu
dalam tiga puluh dua muka surat daripada kandungan buku, tetapi tidak disertai
penutup. Mukadimah karya ini banyak membincangkan autoriti hadis menerusi
perspektif al-Qur’an, autoriti hadis ahad sebagai sumber hukum dengan
mengemukakan hujah-hujah penerimaan hadis ahad oleh para sahabat, tabi’in dan
tabi’ tabi’in. Beliau mengakhiri mukadimah tersebut dengan menyebut beberapa
prinsip yang menjadi teras dalam usaha atau percubaan beliau mengharmonikan
mukhtalaf al-hadith. 
al-Syafi’i menyenaraikan 79 bab berkaitan dengan permasalahan fiqh dalam
kitab Ikhtilaf al-Hadith iaitu dimulakan dengan Bab Perbezaan Dalam Perkara
Mubah
dan ditamatkan dengan Bab Khilaf Pendapat Terhadap Bab Kemalangan
Oleh Haiwan Tiada Ganti Rugi.


Justeru kitab Ikhtilaf al-Hadith tidak
mengumpul sepenuhnya kes-kes khilaf antara hadis seperti persoalan akhlak,
akidah, adab dan kezuhudan. al-Syafi’i didapati memilih sejumlah hadis-hadis
yang berkaitan dengan isu-isu fiqh sebagai contoh kes untuk menangani mukhtalif
al-hadith.
Bab-bab fiqh ini tidak disusun menurut susunan bab-bab fiqh yang lazim
sebaliknya persoalan-persoalan fiqh ini disentuh secara rawak. Misalnya selepas
beliau membincangkan Bab Bacaan Dalam Solat dan disusuli oleh
tajuk-tajuk lain dan kemudian beliau membincangkan Bab Solat Di belakang Saf
 Bersendirian
. Sedangkan kedua-duanya di bawah satu topik iaitu solat.
Dengan perkataan lain bab-bab tersebut tidak disusun secara yang berhubung
rapat antara suatu permasalahan dengan satu permasalahan yang lain.
Kadang-kadang antara satu bab ke satu bab yang lain sangat jauh kaitannya.

Penulisan kitab Ikhtilaf al-Hadith juga tidak disusun menurut kategori
penyelesaian mukhtalif al-hadith sama ada al-jami’, al-naskh mahupun al-tarjih.
Contohnya dalam bab pertama beliau membincangkan bab yang berkaitan
al-jami’ diikuti al-naskh dan kemudian kembali membincangkan al-jam’ serta
al-naskh. Ini menunjukkan al-Syafi’i mengabaikan penyusunan kitab Ikhtilaf
al-Hadith secara efisien. Walau bagaimanapun diandaikan ketidaksusunan bab dan
penulisan berpunca daripada al-Syafi’i tidak menulis serta merencananya dalam
satu masa sekali gus. 

3.3 Penghuraian Topik 

al-Syafi’i memulakan
penulisannya dengan menyatakan tajuk terlebih dahulu seperti Bab Tasyahhud.
Kemudian disenaraikan hadis-hadis berkaitan topik yang tampak khilaf di antara
satu sama ain. Beliau tidak menghadkan dengan mengemukakan dua hadis yang
tampak khilaf, tetapi mengumpul sebanyak mungkin hadis yang berkaitan. Misalnya
dalam topik perbuatan mandi hari Jumaat, beliau membawakan 5 hadis. Di samping
hadis, al-Syafi’i juga mengukuhkan hujah beliau dengan ayat-ayat al-Qur’an yang
berkaitan dengan topik. 

3.4 Periwayatan Hadis 

Hampir ratusan hadis yang dihujahkan dalam karya ini diberikan sanad
lengkap melalui saluran beliau menerusi anak muridnya al-Rabi’ bin Sulaiman.
Antara contoh jalur periwayatan tersebut secara umumnya bermula seperti dari al-Rabi’
bin Sulaiman daripada al-Syafi’i daripada ‘Abd al-‘Aziz bin Muhammad daripada Zayd
bin Aslam daripada ‘Atha’ bin Yasar daripada Ibn ‘Abbas berkata :

“ Rasulullah s.a.w berwuduk pada mukanya, kedua-dua tangannya dan
menyapu kepalanya dengan sekali-sekali ”.

Status hadis-hadis tersebut adalah hadis yang diterima kecuali beberapa
hadis yang sedia diketahui daif oleh al-Syafi’i yang dikemukakan untuk tujuan
pendedahan dan penolakan. Selain itu kebanyakan hadis yang diriwayatkan turut
diiringi oleh atsar yang berfungsi sebagai syawahid dalam memberikan tafsiran
yang tepat terhadap makna sesuatu hadis. Justeru dalam satu-satu topik yang
dibincangkan, al-Syafi’i secara tidak sengaja mengumpul sejumlah data yang
penting berkenaan sesuatu topik yang menjadi sumber dalil untuk memutuskan
jawapan yang tepat dalam menangani khilaf yang berlaku antara hadis-hadis
tersebut. Misalnya lapan hadis dalam Bab Berpuasa Dan Berbuka Ketika
Bermusafir
dan tujuh hadis dalam Bab Puasa Hari ‘Asyura. 

4.0 Perbandingan Antara Ikhtilaf al-Hadith Oleh
al-Syafi’i, Ta’wil Mukhtalaf al-Hadith Oleh Ibn Qutaibah dan Musykil al-Atsar
Oleh al- Thahawi.

Menurut Usamali’ bin Khayyat, perbezaan dan persamaan antara Ikhtilaf
al-Hadith
oleh al-Syafi’i, Ta’wil Mukhtalaf al-Hadith oleh Ibn
Qutaibah dan Musykil al-Atsar oleh al- Thahawi dapat dikenal pasti
menerusi perkara-perkara berikut
[9]; 

i. Objektif Penulisan

Objektif al-Syafi’i menulis kitab Ikhtilaf al-Hadith kerana ingin
menjelaskan konsep sebenar hadis yang tampak berbeza antara satu sama lain
serta menunjukkan kaedah-kaedah penyelesaiannya. Beliau membataskan perbincangan
sekitar persoalan mukhtalaf al-hadith sahaja dan tidak membabitkan musykil
al-hadith.

Manakala Ibn Qutaybah menyatakan bahawa kitab Ta ‘wil Mukhtalaf
al-Hadith dihasilkan sebagai maklum balas terhadap golongan yang memusuhi ahli
hadis berhujah perbezaan antara hadis dan mendakwa hadis bercanggah dengan
al-Qur’an, ijmak, qiyas dan akal. Justeru Ibn Qutaybah telah meluaskan
penulisannya kepada musykil al-hadith sekalipun menamakan karyanya Ta’wil
Mukhtalaf al-Hadith.
Nafidh Hammad Husain berpendapat adalah lebih tepat jika
beliau menamakan karyanya Ta’wil Musykil al-Hadith.


al-Thahawi pula menghasilkan
kitab Musykil al-Atsar untuk memberi penjelasan terhadap kemusykilan hadis
secara umum termasuk kemusykilan yang membabitkan mukhtalaf al-hadith.
Secara komparatif objektif al-Syafi’i ialah untuk merintis kaedah yang
sepatutnya dituruti untuk mengatasi perbezaan hadis. Objektif Ibn Qutaibah
lebih responsif terhadap tohmahan ahli Kalam. Manakala al- Thahawi merangkumi
kedua-dua objektif di atas malah lebih menyeluruh huraiannya. 
Daripada segi topik isi kandungan, perbincangan al-Syafi’i terhad kepada
permasalahan fiqh. Ibn Qutaybah dan al-Thahawi meluaskan kupasan dengan
membabitkan hadis tentang akidah, adab, sirah, iman, akhlak dan lain-lain di
samping fiqh. 

ii. Metode Penyusunan lsi Kandungan  

al-Syafi’i, Ibn Qutaybah dan al-Thahawi tidak menyusun topik-topik isi
kandungan penulisan mereka sama ada menurut susunan bab-bab fiqh atau huruf
mu’jam mahupun metode susunan yang lain.  

iii. Mekanisme Penyelesaian Mukhtalaf al-Hadith
khasnya atau Musykil al-Hadith umumnya. 

al-Syafi’i, Ibn Qutaibah dan
al-Thahawi menggunakan kepakaran masing-masing dalam berhujah untuk mengatasi
mukhtalaf al-hadith dan musykil al-hadith. Ibn Qutaibah merupakan tokoh dalam
bidang sastera, bahasa dan syair. Justeru beliau lebih banyak berhujah dengan
aspek-aspek tersebut berbanding penggunaan dalil-dalil al-manqul. Berkenaan
hadis, Ibn Qutaibah dianggap bukan hafidz hadis oleh al-Dzahabi. Beliau tidak
menyenaraikan Ibn Qutaybah dalam Tadzkirah al-Huffaz.


Sehubungan dengan
itu Nafidh Hammad Husain mendapati Ibn Qutaybah menganggap hadis daif berbeza
dengan hadis sahih. Sedangkan telah jelas bahawa hadis daif tidak dikira
berbeza dengan hadis sahih kerana kedaifannya menyebabkannya tertolak sebagai
hujah atau dalil. 
al-Syafi’i dan al-Thahawi merupakan tokoh fiqh dan hadis. Justeru
hujah-hujah yang diutarakan lebih kepada penggunaan dalil-dalil seperti
al-Qur’an, Hadis dan al-Atsar (manqul) di samping dalil-dalil ma’qul.
Usamah bin ‘Abd Allah al-Khayyat merumuskan bahawa ketiga-tiga pengarang
bersamaan dalam penggunaan kaedah teras menangani mukhtalaf al-hadith dan
musykil al-hadith iaitu al-jam’, al-naskh dan al-tarjih tetapi ditulis menurut
uslub dan gaya penulisan masing-masing. 

5.0 Kesimpulan 

Resensi di atas menjelaskan bahawa Ikhtilaf al-Hadith adalah karya al-Syafi’i
yang pertama membincangkan tentang mukhtalaf al-hadith. Karya ini memfokuskan
perbincangannya terhadap sejumlah hadis-hadis yang tampak berbeza tentang
isu-isu fiqh. Berasaskan kepada pembahagian bab, karya ini tidak disusun
menurut sistematik topik-topik fiqh yang lazim. Malah karya ini juga tidak
mempunyai metode susunan penulisan yang khusus. Walau bagaimanapun dibandingkan
dengan perkembangan penulisan ketika itu, karya ini boleh dianggap terkehadapan
pada tahapnya. 

Nota:

Artikel di atas dipetik dan diedit dengan beberapa perubahan, namun
tidak mengubah isi kandungan asalnya – dari satu artikel yang berjudul Ilmu
Mukhtalif al-Hadith Asy-Syafi’i,
yang disiarkan dalam beberapa bahagian,
yang bermula bahagian 1 di pautan
http://ibnnajib.blogspot.com/2011/04/ilmu-mukhtalif-al-hadith-asy-syafii.html.
Manakala artikel di atas dipetik dari bahagian 4 dengan judul kecilnya
Latar
Belakang Kitab Ikhtilaf al-Hadith asy-Syafi’i

yang boleh terus dilayari di pautan
http://ibnnajib.blogspot.com/2011/07/ilmu-mukhtalif-al-hadith-asy-syafii.html. Sila layari
artikel asalnya untuk manfaat yang lebih luas. 

Tambahan; 
1. Download dan baca artikel yang berkaitan  di pautan http://studentsrepo.um.edu.my/2790/
2. Baca online di http://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?bk_no=46&hid=169&pid=
3. Download kitab Ikhtilaf Al-Hadits (اختلاف الحديث) atau http://www.madinahnet.com/books/اختلاف-الحديث
4. Kitab
Ikhtilaf al-Hadith dalam bentuk  file
elektronik boleh didownload di pautan berikut;
http://adel-ebooks.sheekh-3arb.info/showthread.php?p=3519#post3519
atau terus di  http://adel-ebooks.sheekh-3arb.info/…adeeth/474.rar

Semoga
bermanfaat.




[1]
Joseph Schacht (1950), The
Origin Of Muhammadan Jurisprudence
. London : Oxford University Press, h. 99
dan 300.

[2]
Muhammad Abu Zahrah (U), al-Syafi’i.
Beyrut: Dar al-Fikr, h. 138-139.

[3] Abu Bakr Ahmad bin al-Husayn
al-Bayhaqi (1970), Manaqib al-Syafi’i, j. 1, h. 37-40. 

[4] Abd
al-Wahhab bin ‘All bin ‘Abd al-Kafi al-Subki (1964), Tabaqat al-Syafi’iyyah
al-Kubra
, j. 2 Kaherah : ‘Isa al-Babi’ al-Halabi, h. 133. Lihat juga
Muhammad Abu Zahrah (U), op.cit., h. 145.

[5] Abu Zakariyya Muhi ad-Din bin Syaraf al-Nawawi (1966), Tahdhib
al-Asma , wa al-Lughat,
j.1 Kaherah : Idarat al-Tiba’ah al-Muniriyyah, h.
188. 

[6]
Abu Bakr bin Hidayah Allah
al-Husaini, (1971), Tabaqat al-Syafi’iyyah. Beirut : Dar al-Ataq al-Jadidah, h.
24.

[7] Abu Zakariyya Muhi ad-Din bin
Syaraf al-Nawawi (1966), Tahdhib
al-Asma , wa al-Lughat, j.1 h. 188.

[8]
Ahmad Muhammad Syakir, (1983),
al-Ba’ith al-Hathith Syarh Ikhtisar ‘Ulum al-Hadith. Beirut: Dar al-Kutub
al-‘I1miyyah, h. 169.

[9] Usamah bin ‘Abd Allah
al-Khayyat (2001), Mukhtalaf al-Hadith Bayn al-Muhaddithin wa al-Usuliyyin
al-Fuqaha’
, Beirut: Dar Ibn Hazm, h. 373.


Tags: Agama IslamDakwahIlmuInformasiIslamiMuslimWawasan Pengetahuan
ShareTweetSendShare
Religius

Religius

Related Posts

Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Secara Hisab Jatuh pada 19 Februari 2026
Nasional

Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Secara Hisab Jatuh pada 19 Februari 2026

18 Februari 2026
Makna Sabar dalam Al-Qur’an: Kunci Lulus Ujian Hidup Menuju Kebahagiaan Dunia dan Akhirat
Religi

Makna Sabar dalam Al-Qur’an: Kunci Lulus Ujian Hidup Menuju Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

29 Januari 2026
Mengapa Muslim dan Non-Muslim Dibedakan dalam Islam? Penjelasan Aqidah, Dalil Al-Qur’an, dan Makna Ketakwaan
Religi

Mengapa Muslim dan Non-Muslim Dibedakan dalam Islam? Penjelasan Aqidah, Dalil Al-Qur’an, dan Makna Ketakwaan

29 Januari 2026
Tanggal Berapa Bulan Suci Puasa Ramadan 2026?
Religi

Tanggal Berapa Bulan Suci Puasa Ramadan 2026?

28 Januari 2026
Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan, Mukjizat, dan Kekuatan Doa di Saat Putus Asa
Religi

Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan, Mukjizat, dan Kekuatan Doa di Saat Putus Asa

26 Januari 2026
Belajar dari Sistem Ramadhan
Religi

Belajar dari Sistem Ramadhan

25 Januari 2026
Next Post
Penjelajah Muslim Lebih Dulu Menemukan Amerika Daripada Colombus

SOEHARTO (Jenderal Besar, Mantan Presiden RI)

Menikah di Usia Sekolah

Indrayanti Sang Primadona Gunung Kidul

Iklan

Recommended Stories

Wan Dy – Sayang Hanya Mainan Chord

12 Mei 2025

Mati Saat Lahir, Bayi Hidup Lagi

9 Juli 2008
Kuliner Bojonegoro – Soto Ayam Mbak Cicik

Kuliner Bojonegoro – Soto Ayam Mbak Cicik

24 Januari 2025

Popular Stories

  • The Uncut

    Sejarah Bahasa (227): Bahasa Boano Pulau Boano di Kepulauan Maluku; Bahasa Boano dan Orang Boano di Pantai Barat Sulawesi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • How to Instantly Get Updated & Get Inspired: My 10 Favorite TED Talks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral “Cukur Kumis” Ramai Dicari Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Chindo Adidas Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Viral Pemuda Bangunkan Sahur Karyawan SPPG Pakai Lagu MBG, Aksi Kocaknya Bikin Netizen Ngakak

Viral Pemuda Bangunkan Sahur Karyawan SPPG Pakai Lagu MBG, Aksi Kocaknya Bikin Netizen Ngakak

10 Maret 2026
Viral! Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Lebaran, Stok Aman

Viral! Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Lebaran, Stok Aman

10 Maret 2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Chord Lirik
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Gosip
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Perang Dunia
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains
  • Terjemahan Lagu
  • Video

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscribe
  • Kategori
    • Berita
    • Explore
      • Food & Travel
      • Kuliner
      • Sejarah
      • Review
    • Bisnis
    • Edukasi
    • Entertainment
      • Lifestyle
    • Otomotif
    • Religi
    • Sports
    • Teknologi & Sains
  • Terbaru
  • Join Komunitas
  • Pasang Iklan Gratis
  • Trading & Investasi
  • Seputar Bisnis
  • Biodata Viral
  • Networks
    • Berita Viral
    • Chord Lirik
    • Keimanan
    • Seputar Bangka
    • Seputar Kripto
    • Tempo Doeloe
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?