الله الرحمن الرحيم
dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang
yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
ilallah sebagai motiovasi bagi mereka dalam berdakwah, semoga Allah menjadikan
penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
bertanya kepada yang hadir,
masyarakat atau di lingkungan tempat kalian tinggal ingin menjadi:
mewarnai dengan kebaikan.
dirinya sebagai orang yang mewarnai kecuali sedikit sekali.
kepada mereka, mungkin mereka tidak membuktikan hal itu dengan praktek nyata
karena tidak tahu caranya.
caranya, penulis ingin menyampaikan sebuah renungan berikut.
yang mendakwahkan Islam ke berbagai negeri dan berbagai daerah hingga Islam tersebar
ke pelosok-pelosok, kita akan ketahui betapa keadaan ketika itu sangat minim
sekali sarana transportasi, di samping tidak didukung oleh berbagai media untuk
berbagi. Sarana transportasi yang cepat ketika itu sebatas kuda, dan untuk
melintasi laut menggunakan bahtera yang memakan waktu yang cukup lama. Selain
itu, untuk mendatangi satu tempat ke tempat yang lain yang cukup jauh terkadang
memakan waktu berhari-hari, bahkan sampai berbulan-bulan. Inilah mungkin
berkahnya usia generasi sebelum kita dibanding kita, yakni meskipun sarana
sangat minim dan tidak didukung oleh berbagai media, mereka bisa mendakwahkan
Islam hingga pelosok-peolosok yang jauh di sana, dan tekad yang kuat bisa
membawa hasil yang besar dengan izin Allah Azza wa Jalla.
sekali, di antaranya: media massa seperti majalah, koran, buletin Jumat. Ada
pula media elektronik seperti radio, televisi, komputer, handphone, dan ada
pula yang kita kenal dengan media sosial yang menggunakan jaringan internet
seperti whatsapp, line, facebook, telegram, bbm, dll.
hasil yang memuaskan dalam menyebarkan Islam ke tengah-tengah masyarakat jika
kita maksimal memanfaatkannya insya Allah, bahkan menghasilkan pahala yang
besar. Hanyasaja kebanyakan kita tidak mau memaksimalkannya atau bahkan kurang
peduli terhadap dakwah.
tengah-tengah masyarakat tanpa harus ceramah. Dan penulis telah memfasilitasi
hal tersebut dengan menerbitkan buletin Jumat, silahkan lihat si sini:
berfikir dengan halus, timbul dalam diri mereka gejolak batin, dan akhirnya
Allah berikan kepadanya hidayah. Dan jika orang lain mendapatkan hidayah Allah
melalui kita, maka hal ini lebih baik daripada memperoleh unta merah yang mahal
harganya (sebagaimana dalam Shahih Bukhari)
memiliki akun di facebook (dengan nama Marwan hadidi) dan channel di telegram dengan
nama wawasan_muslim atau http://t.me/wawasan_muslim
. Penulis biasa memberikan taushiyah singkat di channel tersebut. Anda cukup
join atau bergabung di channel tersebut kemudian membagikannya kepada ikhwah
yang lain dengan cara mengcopy-paste postingan penulis dari channel tersebut.
internet yang memuat materi-materi keislaman yang banyak, seperti akidah,
hadits, fiqih, sirah, adab-akhlak, dzikir dan doa, aneka masalah, tafsir Al
Qur’an, dan lain-lain di situs ini:
atau isi yang ada di blog tersebut.
seperti televisi yang memiliki pengaruh yang besar
juga untuk
memperbaiki keadaan masyarakat jika digunakan untuk dakwah Islam. Hal itu, karena televisi memiliki dua daya tarik yang
tidak dimiliki radio, yaitu audio-visual (suara dan tampilan), termasuk pula
handphone. Maka gunakanlah media ini untuk dakwah sebagaimana orang-orang kafir
dan fasik memanfaatkannya untuk menjauhkan manusia dari agama Allah.
Kebaikan
terlalu banyak, tetapi ingin menyampaikan materi yang langsung dipraktekkan.
Berikut salah satu contoh praktis dakwah di masyarakat:
tinggal kalian dan berikan masukan dan saran kepada mereka.
saran dan masukan dengan cara yang baik dan bijak kepada mereka. Selanjutnya, berikan usulan untuk diedarkan selembar
kertas agar setiap warga menulis nama dan no. telepon masing-masing lalu
dibuatkan group whatsapp (WA). Tulis misalnya group RT 02 RW 05 Perumahan….dst.
dibuatkan group?
satu taushiyah) dengan materi-materi yang ringan dari dasar dan seterusnya,
seperti materi akidah, ibadah, adab-akhlak, tafsir, hadits, targhib-tarhib, info
ta’lim, taushiyah ulama, dsb.
Anda, anda dapat dengan mudah mendakwahi masyarakat tanpa harus door to door
(pintu ke pintu).
tidak punya ilmu untuk menyampaikan materi ke group warga.”
materi-materi keislaman tersebar di sana-sini dari para asatidzah, di medsos,
di web, dan di internet? Antum hanya tinggal copas saja!
khawatir kalau asal share ternyata keliru.”
dengan menshare materi akidah yang shahih, hadits yang shahih, ibadah yang ada
dalilnya, materi dakwah yang lembut dalam memberikan pengarahan, dsb.
materi-materi yang insya Allah sesuai dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam yang shahih dengan pemahaman Salafush Shalih
(generasi Islam terdahulu), yaitu di blog sederhana milik penulis:
antum bisa join/bergabung di telegram penulis:
taushiyah dari penulis.
sebagaimana pesan Abu Hanifah rahimahullah,
قُلْتُ قَوْلاً يُخَالِفُ كِتَابَ اللهِ تَعَالَى وَخَبَرَ الرَّسُوْلِ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاتْرُكُوْا قَوْلِيْ
aku mengatakan sebuah perkataan yang menyelisihi kitab Allah Ta’ala dan berita
dari Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tinggalkanlah perkataanku.”
hidayah-Nya kepada masyarakat. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدًا ؛ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ
لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ
Allah, jika Allah memberikan hidayah kepada seorang saja lewat engkau, itu
lebih baik daripada engkau memperoleh unta merah.” (Hr. Bukhari dan Muslim)
baik membiayai pengiriman para da’i maupun membantu menyebarkan ilmu syar’i
dengan harta mereka, dan ini merupakan ladang amal mereka. Orang-orang kafir
saja rela mengeluarkan hartanya di jalan yang batil, maka mengapa mereka berat
mengeluarkannya di jalan yang benar yang menghasilkan pahala yang berlipat
ganda. Allah Ta’ala berfirman,
اللَّهِ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ
كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ
menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka
menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan
dikalahkan. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,” (Qs. Al Anfaal: 36)
Ta’ala,
كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah
akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.
Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu
dikembalikan.” (Qs. Al Baqarah: 245)
maka ketahuilah Nabi Nuh alaihis salam berdakwah siang dan malam selama 950 tahun
(lihat QS. Al Anbiya: 14)
dakwah karena sedikit pengikut, maka ketahuilah bahwa ada nabi yang pengikutnya
hanya dua orang, satu orang, dan bahkan ada nabi yang tidak punya pengikut.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
فَجَعَلَ يَمُرُّ النَّبِيُّ مَعَهُ الرَّجُلُ، وَالنَّبِيُّ مَعَهُ الرَّجُلاَنِ،
وَالنَّبِيُّ مَعَهُ الرَّهْطُ، وَالنَّبِيُّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ،
kepadaku umat-umat, lalu ada Nabi yang lewat bersama dengan seorang pengikut.
Ada pula Nabi bersama dengan dua orang pengikut, ada pula Nabi bersama dengan
beberapa orang pengikut, dan ada pula Nabi tanpa ada pengikut.” (HR.
Bukhari dan Muslim)
mengikuti atau tidak, tetapi sudahkah kita menyampaikan dan menegakkan hujjah
kepada mereka atau tidak. Jika sudah, maka berarti kita sudah berhasil dalam
berdakwah.
berdakwah, maka setan dari kalangan jin dan manusia tidak malas mengajak
manusia kepada kesesatan.
dituduh yang bukan-bukan, disakiti, atau bahkan diusir dari kampung halaman,
maka para nabi mendapatkan yang lebih dahsyat dari itu. Nabi Muhammad
shallallahu alaihi wa sallam dituduh sebagai pendusta dan pesihir (lihat Qs.
Shaad: 4), sebagai orang gila dan dukun (lihat Qs. Ath Thuur: 52), penyair
(lihat Qs. Ash Shaaffat: 36) dan tuduhan-tuduhan lainnya, bahkan sampai diusir
ketika berdakwah di Thaif.
فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ (127) إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ
هُمْ مُحْسِنُونَ (128)
melainkan dengan pertolongan Allah, dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (berpalingnya)
mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.–Sesungguhnya
Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Qs. An Nahl: 127-128)
Muhammad wa ‘alaa alihi wa shahbihi wa sallam.
Marwan
bin Musa





































