Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

Bule-bule Ini Rela Masuk Hutan Demi Cicipi Arak Khas Buton

Jelajah by Jelajah
21.08.2019
Reading Time: 4 mins read
0
Bule-bule Ini Rela Masuk Hutan Demi Cicipi Arak Khas Buton
ADVERTISEMENT
Tujuh bule para yachter mancanegara ini akhirnya bisa mencicipi arak khas Buton usai berjalan kaki sampai tepi hutan di Desa Waanguangu, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton.

Ketujuh bule terdiri atas 6 pria dewasa dan 1 perempuan itu datang ke Waanguangu diantar Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Buton Rusdin Nudi.

RELATED POSTS

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

“Hemmm.., fantastic,” ujar salah satu bule pria paling muda usai meneguk arak tradisional Buton itu dengan gelas kecil dari bambu yang disuguhkan Rusdin.

Kata yachter itu arak khas Buton yang baru saja diteguknya, rasanya unik, dan dia perkirakan kadar alkoholnya sampai 45%.

Rusdin menjelaskan ketujuh bule itu adalah para yachter mancanegara peserta Wonderful Sail Indonesia 2019 yang tengah mengikuti serangkaian kegiatan dalam Festival Budaya Tua Buton (FBTB) 2019 yang berlangsung 19-24 Agustus.

“Hari ini kami ajak mereka ke penyulingan arak tradisional Buton yang ada di Desa Waanguangu untuk menyaksikan prosesnya dari awal menyadap di pohon, proses fermentasi, dan proses penyulingan,” terang Rusdin kepada TravelPlus Indonesia di Desa Waanguangu, Rabu (21/8).

ADVERTISEMENT

Sewaktu tiba di lokasi penyulingan di tepi hutan, Rusdin langsung membeberkan proses penyulingan tuak tradisional Buton yang disebut konou, hasil fermentasi nira konou atau enau.

Konou itu ditempatkan dalam tong besi lalu dibakar di tungku dengan batang-batang kayu.

Bagian atas tong besi itu dihubungkan dengan 2 bilah bambu untuk menampung uap hasil pembakaran konou itu, lalu kedua batang bambu itu dihubungkan lagi dengan bambu-bambu lainnya sebagai tempat penyulingan sampai akhirnya menjadi arak.

Sambil mendengarkan penjelasan dari Rusdin, bule-bule itu nampak begitu antusias melihat dan mengabadikan proses pembakaran konou itu.

Karena butuh waktu lama, akhirnya Rusdin memberikan arak khas Buton yang sudah jadi dalam kemasan botol plastik.

“Ini sekadar buat mereka cicipi dan gratis. Soalnya kalau nunggu proses pembakaran sampai penyulingan itu butuh waktu lama,” terang Rusdin.

Selepas melihat proses penyulingan tuak enau menjadi arak dan mencicipinya, para yachter itu berpendapat agar penyulingan arak itu tetap dipertahankan. Kalauย bisa dibina atau dikemas karena bisa menjadi daya tarik wisata.

“Kata mereka dipastikan wisatawan asing sangat menyukaiย  proses penyulingan arak tradisional seperti itu,” terang Rusdin.

Kepala Desa Waanguangu, Hasidi mengatakan penyulingan tuak enau menjadi arak di wilayahnya merupakan warisan nenek moyang sejak lampau.

“Sudah jadi tradisi di desa kami,” terangnya.

Tuak disini, lanjut Hasidi dari Pohon Enau. Untuk menjadi arak melalui proses panjang dengan cara disuling.

“Arak itu memang mengandung alkohol. Kalau diminum berlebihan jelas bisa memabukkan tapi kalau sedikit bisa menyembuhkan penyakit gula dan lainnya,” ungkap Hasidi.

Di desa yang dihuni 248 KK atau 1079 orang ini, arak dijual terbatas. “Harganya Rp 120 ribu per botol besar. Kalau setengahnya Rp 60 ribu,” jelasnya.

Bukti kalau arak khas Buton sudah ada sejak lama bisa dilihat dalam postingan sebuah foto jadul oleh @potretlawas di twitter pada 10 September 2018ย yang diberi captions: “Orang jual tuak di pasar. Pulau Buton, 1921.

Di sudut kiri foto hitam putih bergambar sejumlah pria dewasa dan anak-anak laki para penjual tuak lengkap dengan beberapa gerabah sebagai tempat tuak yang bentuknya mirip labu dan sederet botol beling berisi tuak itu, ada tulisan: Museum van Werelculturen – @potretlawas.

Di bawah foto itu dijelaskan bahwa tuak tradisional Buton disebut konou, hasil fermentasi nira konou atau enau. Dijual di pasar baik dengan botol maupun diminum langsung dari labunya memakai gayung.

Orang buton meyakini meminum konau baik untuk pencernaan – termasuk menyembuhkan sembelit dan mengobati sariawan.

Menurut Hasidi, kendati penyulingan tuak menjadi arak di di Buton sudah berlangsung lama namun baru belakangan ini turis asing atau bule yang datang ke desanya untuk melihat proses penyulingannya.

“Sebelumnya, pada bulan April lalu ada 3 turis bule asal Australia yang datang ke sini untuk melihat penyulingan tuak menjadi arak dan juga panen padi ladang,” terangnya.

Daya Tarik Wisata
Hasidi pun berharap proses penyulingan tuak menjadi arak secara tradisional ini tetap dipertahankan agar tidak lenyap karena terbukti bisa menarik kunjungan wisatawan.

“Mudah-mudahan tahun-tahun depan bisa lebih banyak lagi turis yang datang. Kita siap menyambut dengam baik wisatawan yang datang ke desa kami sebagaimana penyambutan 7 bule hari ini secara adat,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buton, La Ode Zainuddin Napa menambahkan proses penyulingan tuak menjadi arak di Desa Waanguangu amat potensial menjadi daya tarik wisata baru bagi Buton.

“Jika dijaga, selain melestarikan salah satu tradisi budaya tua Buton, juga bisa mendatangkan kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara,” ujarnya.

Selain dikenal sebagai lokasi penyulingan arak khas Buton, Desa Waanguangu juga tengah dikembangkan sebagai sentra kerajinan tangan Nyiru (bugis:pattapi) atau tampah atau tapisan beras sebelum dimasak.

Kerajinan yang juga dibuat secara tradisional itu pun sudah ada sejak lama dan turun-temurun.

Peminat Nyiru itu pun bukan cuma warga desa setempat dan sekitarnya, pun dari Baubau bahkan Kendari.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Tags: ExploreIndahJalan-JalanJelajahTempatTravelTravelingwisataWisatawan
ShareTweetPin
Jelajah

Jelajah

Related Posts

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20.01.2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17.01.2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16.01.2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15.01.2026
Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak
Explore

Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak

09.01.2026
Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung
Explore

Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung

04.01.2026
Next Post
Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kementerian Agama Se-Provinsi NTT

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kementerian Agama Se-Provinsi NTT

Anak-anak merayakan hari ulang tahun Putri, kelak Ratu, Juliana di Cideng, 1946

Iklan

Recommended Stories

Resep Beef Cubes dengan Creamy Brown Sauce & The Dog Whisperer

12.12.2020

Resep Sarapan Sehat Tim (Kukus) Tahu Jamur Spesial

06.11.2013

PUJIAN DAN KEMULIAAN DENGAN IBADAH DI MALAM HARI

04.04.2016

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE ยป

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?