Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Review

Review: Avenoir Karya Urfa Qurrota ‘Ainy

Ulasan by Ulasan
07.04.2020
Reading Time: 5 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Sinopsis Drama Taiwan Bromance Episode 13 – Part 1

Sinopsis Drama Korea Somebody, Dibintangi Oleh Kim Young Kwang

Sandro Tobing – Dag Dig Dug

ADVERTISEMENT



Judul: Avenoir

Penulis: Urfa Qurrota Ainy
Editor: Sabaruddin Firdaus
Tata letak: Urfa Qurrota Ainy
Ilustrasi sampul: Dani Nugraha
Penerbit: Halaman Indonesia
Tahun terbit: Cetakan pertama, Juli 2019
Tebal: 191 halaman
ISBN: 987-602-0848-50-1




Avenoir menggambarkan sebuah dilema klise yang muncul setiap kali kita berbicara tentang masa lalu, membuka album foto lama, membaca surat dari masa lampau, atau ketika secara tak sengaja memori lama kita terbangunkan oleh benda-benda kenangan. Dilema itu berbunyi: apakah kita mesti membiarkan masa lalu menuntun kita ataukah kita yang harus menggamit tangan dan menuntunnya?


Da adalah seorang psikolog dan guru BK yang alih profesi menjadi pendengar cerita. Ia menciptakan profesi tersebut karena berdasarkan pengamatannya, sebagian besar penduduk kota adalah orang-orang yang selalu menutup rapat dirinya. Mereka selalu berbohong dan besikap kuat di saat kondisi mereka jauh dari kata baik-baik saja.

Mereka terlalu menyayangi dirinya sehingga tak mengizinkan orang lain masuk ke dalam hidupnya, tapi sesungguhnya mereka juga kesepian dan tak sanggup lagi menyimpan cerita mereka sendirian. “Da meyakini bahwa mereka butuh orang yang mampu mendengarkan cerita mereka dengan seluruh inderanya, yang mampu menenangkan diri mereka.” (hal. 8-9)

Da telah mengabadikan berbagai pengalaman hidup para pencerita, dan kini ia membagikannya kepada para pembaca. 

*****

Saya baru tahu bahwa ada istilah khusus untuk menyebut suatu perasaan yang tumbuh ketika kita mengingat masa lalu, yaitu avenoir.

Avenoir diceritakan melalui sudut pandang Da. Jujur saja, ketika Da mengungkapkan alasannya menjadi pendengar cerita, saya merasa tertohok. Tiba-tiba merasa bersalah pada diri sendiri. hmm….. Namun, Da mampu menenangkan dengan kalimat penutupnya itu. Kita memang butuh seseorang yang bukan hanya mau menyediakan telinganya, tapi juga hati dan pikiran yang lapang. Sosok pendengar yang baik tanpa menghakimi sedikitpun. Maka beruntunglah bagi mereka yang telah menemukannya.

Sebenarnya, hampir semua yang ditumpahkan para pencerita di sini dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Kalau pun bukan kita yang mengalaminya, mungkin tetangga dan teman, atau bisa jadi kita pernah mendengarnya dari berita-berita di televisi.  

Salah satu cerita yang saya suka adalah “Havi”, karena saya beberapa kali bersinggungan dengan tipe keluarga Havi. Jadi, pikiran saya seperti terwakilkan, sekaligus menjadi bahan perenungan bagi diri sendiri. Kita selama ini percaya bahwa tidak ada yang sempurna, tapi tanpa disadari kita terus mengejarnya. Bahkan membebani orang lain dengan menuntutnya menjadi sosok yang sempurna, hingga berujung pada menyepelekan masalah orang lain.

“Kita sering membuat orang lain malu untuk sekadar menjawab jujur pertanyaan apa kabar. Pun ketika akhirnya kita sudah tahu, tak jarang kita menganggap masalah itu sebagai aib yang tak patut dibicarakan.” (hal. 145)

Ada juga cerita berjudul “Rangga”. Barangkali, dari semua cerita di buku ini, tokoh-tokoh dalam “Rangga” adalah yang paling mampu menegur kita untuk mengikis prasangka buruk dengan bertanya, mencari tahu terlebih dahulu, bukan menghakimi.

“Indeed, everyone we meet is fighting a battle we know nothing about.” (hal.65)

Selain itu, masih banyak cerita menarik lainnya yang meninggalkan berbagai kesan. Misal, cerita “Kinara” yang mengungkap salah satu fakta dari pemberitaan tentang pembunuhan, yang dilakukan seorang ibu pada anaknya dengan cara yang tidak manusiawi. Atau cerita “Karina” yang menanamkan pertanyaan di benak kita terkait kenangan masa lalu.

Bagi saya pribadi, membaca tiga cerita pertama itu membutuhkan kesabaran. Selain karena sebelumnya membaca karya Teh Urfa dalam bentuk nonfiksi, tentu perlu adaptasi dengan pola penceritaannya. Dan, poin penting pada setiap cerita memang disimpan di bagian akhir.

Saya suka dengan ide menjadikan Da sebagai pendengar cerita. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan kisah yang utuh dan ungkapan perasaan yang jujur dari para pencerita. Yang tak kalah penting, kita bisa mencuri ilmu dari Da dalam menghadapi beragam karakter dan menanggapi keluhan kliennya. Ya, sama dengan karya Teh Urfa sebelumnya, Avenoir ini masih kental dengan aspek psikologi.

Menariknya lagi, Teh Urfa juga secara bertahap menceritakan kisah hidup Da. Sejatinya seorang pendengar yang baik, yang tutur katanya begitu bijak dan menentramkan jiwa, bukanlah sosok yang tanpa masalah dan mampu mengatasi kemelut hidupnya sendiri. Bisa jadi cerita-cerita yang ia terima justru menambah beban. Saran-saran yang ia berikan sebenarnya ditujukan pada dirinya sendiri, sesuatu yang ingin ia lakukan tapi belum mampu.

Secara keseluruhan saya suka dengan karya fiksi pertama Teh Urfa ini. Sosok Da seolah mengatakan bahwa hidup yang tidak baik-baik saja itu baik-baik saja dan kita tak pernah sendirian.
Tags: KomikMangaResensiSinopsiSpoilerTulisanUlasan
ShareTweetSendShare
Ulasan

Ulasan

Related Posts

Review

Sinopsis Drama Taiwan Bromance Episode 13 – Part 1

20.10.2022
Review

Sinopsis Drama Korea Somebody, Dibintangi Oleh Kim Young Kwang

20.10.2022
Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank MAYAPADA di Padang
Review

Sandro Tobing – Dag Dig Dug

19.10.2022
Review

Sinopsis Drama China Back For You

19.10.2022
Ikhtishar Ilmu Hadits (1)
Review

Piggy (2022) Sinopsis, Informasi

19.10.2022
Review

Sinopsis Leh Ratree Episode 6 – Part 2

19.10.2022
Next Post

MENGHEMAT PEMAKAIAN AIR ADALAH SUNNAH RASULULLAH

Orang-Orang yang Mengucapkan Janji Setia – TAFSIR al-Fath: 10

Orang-Orang yang Mengucapkan Janji Setia - TAFSIR al-Fath: 10

Iklan

Recommended Stories

Makna Logo Blog Dolanku.com, Baca Biar Tahu Misi Blog ini

17.02.2021

Cara membangun aset crypto Ethereum (ETH)

23.03.2023

Wajib Tahu! Terapkan Tahapan Memilih Karir Berikut Ini Agar Tidak Salah Jalan

21.07.2023

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Keanu Angelo Tulis Pesan Menyentuh untuk Lula Lahfah: Kita Sudah Beli Tiket Liburan

Keanu Angelo Tulis Pesan Menyentuh untuk Lula Lahfah: Kita Sudah Beli Tiket Liburan

25.01.2026
Seminggu Sebelum Wafat, Lula Lahfah Ajak Keluarga Makan Bersama

Seminggu Sebelum Wafat, Lula Lahfah Ajak Keluarga Makan Bersama

25.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Chord Lirik
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains
  • Terjemahan Lagu

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?