
ISBN ; 979-780-878-5
Lentera Pustaka mempertemukan Satria dengan Lara, selain cantik, ia juga pintar. Lara merupakan penerjemah freelance kepercayaan Bung Maher. Kedekatannya dengan Lara membuat hidup Satria berangsur membaik sekaligus memburuk. Hubungan keduanya seolah perlahan membawa Satria ke masa lalunya, apalagi ketika ia harus terlibat dengan masa lalu Lara. ย
Novel ini bercerita tentang trauma masa lalu seorang remaja. Di awal, saya bisa ikut merasakan betapa hampanya hidup Satria. Dia seorang diri, dan seolah tak memiliki kenangan indah sedikit pun. Kemudian, berkali-kali dihantui oleh sosok yang mengerikan. Cara penulis mendeskripsikan hantu masa lalu Satria pun sempat beberapa kali membuat saya bergidik. Menurut saya, novel ini bisa dikategorikan thriller, tapi masih tergolong ringan.
Karakter Satria terasa cukup kuat. Trauma dan impian konyolnya untuk menjadi super hero itu mampu membuat jalan pikirannya menjadi sedemikian kacau. Apalagi, setelah ia mengenal Lara dan mantan kekasihnya. Hidup Satria yang awalnya terasa kosong, akhirnya justru diwarnai oleh berbagai konflik yang semakin merusak mentalnya. Hubungan Satria dan Lara juga tak lepas dari kenakalan mereka sebagai seorang remaja. Sepanjang membaca novel ini, saya hanya merasakan suasana kelam, meskipun sudah dibumbui oleh cinta antara Satria dan Lara..ย ย
Selain itu, novel ini terdiri dari dua bagian. Dan, saya merasakan ada penumpukkan di bagian kedua. Segala sesuatu yang sejak awal disimpan rapat-rapat tiba-tiba dibeberkan secara bertubi-tubi. Pembaca seperti tidak diberi waktu untuk mencernanya terlebih dahulu. Barangkali akan lebih efektif jika beberapa rahasia diungkapkan satu per satu di pertengahan cerita. Tapi, saya tetap menyukai twist-twist-nya. Menjelang di bagian kedua ini, kita akan mengetahui bahwa setiap tokoh memiliki dua sisi yang berbeda,ย memiliki masa lalu dan rahasia yang bisa menyelesaikan, juga merumitkan masalah.
Lepas dari semua kekurangan di atas, novel ini bisa jadi penawar atas kebosanan kita dengan maraknya novel-novel romance saat ini. Dan yang terpenting, entah sosok seperti Satria ini hanya fiktif belaka atau sungguhan ada di dunia nyata, tapi ada pelajaran berharga yang bisa dipetik dari kisah hidupnya, terutama bagi para orangtua. Ternyata, tontonan-tontonan omong kosong yang tidak mendidik hingga tindak kekerasan yang disaksikan dan dialami langsung oleh seorang anak di bawah umur, itu bisa berdampak negatif bagi kondisi psikologisnya di masa mendatang, bahkan bisa merusak sistem kerja otak.ย






