Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Review

Kill List (2011)

Ulasan by Ulasan
01.07.2013
Reading Time: 11 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

[Wrapped Up] Biao Mei Wan Fu – 表妹万福 (2026) Part III

Shi Ri Zhong Yan – 十日终焉 (2026)

[OST] Love and Crown / Feng Huang Tai Shang – 凤凰台上 (2025) Part III

RottenTomatoes: 75%
Metacritic: 64/100 
NikenBicaraFilm: 4/5

Rated : R
Genre: Mystery & Suspense, Thriller

Directed by Ben
Wheatley ; Produced by Claire Jones, Andy Starke ; Written by Ben Wheatley, Amy
Jump ; Starring Neil Maskell, Michael Smiley, MyAnna Buring, Emma Fryer ; Music
by
Jim Williams ; Cinematography Laurie Rose ; Editing by Ben Wheatley, Robin
Hill, Amy Jump ; Studio Rook Films, Warp X, Film4 Productions, Screen Yorkshire,
UK Film Council ; Distributed by Optimum Releasing (UK), IFC Midnight (US), Release
date(s)
 28 August 2011 (FrightFest
(UK premiere)), 2 September 2011 (UK) ; Running time 95 minutes ; Country United
Kingdom ; Language English, Swedish ; Budget £500,000
Story / Cerita / Sinopsis:
Pertengkaran
mewarnai hubungan suami istri Jay (Neil Maskell) dan Shel (MyAnna Buring). Jay tidak mampu menafkahi keluarganya sejak delapan bulan, dan ketahuan menghabiskan sisa uangnya dengan membeli jacuzzi. Kemudian
datang sahabat baik Jay Gal (Michael Smiley) yang menawarkan Jay sebuah pekerjaan:
membunuhi orang-orang dalam daftar yang diberikan oleh seorang pria misterius.
Now, you know why they named it Kill List.
Review / Resensi :
Setelah
ditayangkan pada iNAAF 2011 yang lalu, Kill List adalah salah satu film yang
memperoleh rave review. Sebagian mencintainya, namun tidak sedikit pula yang
merasa kecewa. Total Film memberikan 5 bintang pada film ini, dan menyebutnya
sebagai film British terbaik sejak era tahun 70-an. Apakah saya termasuk yang
mencintainya atau yang membencinya? Memang setiap orang memiliki persepsi dan
opini sendiri-sendiri. Saya sendiri, hmmmmm.. cukup ragu apakah saya termasuk yang
menyukainya atau tidak. Beda tipis. Let’s see why:
Kill List
ibarat sebuah pembunuh yang pendiam dan membosankan. Akan ada lebih banyak
adegan percakapan antara 2 orang sahabat, atau pertengkaran rumah tangga suami
dan istri dibandingkan adegan brutal yang kamu inginkan dari sebuah film yang
mengangkat tema pembunuh bayaran. Tapi bukan lantas Kill List menjadi film
horror-thriller yang tidak sadis, ada banyak adegan yang membuat saya menutup
mata dan merasa ngilu. Namun memang untuk penggemar violence-movie, yang
biasanya mengharapkan adegan kasar yang terasa bombastis dan dramatis, Kill
List bisa jadi akan meninabobokkanmu. Anyway, banyak orang merasa Kill List
menyerupai A Serbian Film, saya sendiri tidak pernah menontonnya, jadi mustahil
untuk membandingkannya dengan film tersebut.
Selama 45
menit awalnya, kamu hanya akan diajak menyelami karakter para tokoh-tokohnya
dalam fragmen-fragmen scene yang yeah – terasa sedikit membosankan sebenarnya.
Mungkin sebagian penonton akan menjadi ngantuk, dan bertanya – tanya kapan
adegan pembunuhan ini dimulai? Baru paruh keduanya semuanya berjalan cukup
cepat dan intense. Di tengah-tengah adegan pembunuhan akan ada percakapan yang
terasa manusiawi, seperti dibawakan secara natural oleh Neil Maskell dan
Michael Smiley, mengungkapkan sedikit bromance di antara Jay dan Gal, –
membuatmu lengah karena sedikit merasa bosan lantas bamm! kepala seseorang
pecah, dan sebutir peluru menembus kepala seseorang. Tragis, tapi itulah yang membuat film ini
terasa asyik.
Neil
Maskell, Michael Smiley, dan MyAnna Buring mampu memberikan performance yang
cukup meyakinkan. Neil Maskell tidak tampil seperti pembunuh bayaran pada
umumnya, dengan tampang sejahat Javier Bardem, atau ekspresi dingin dan
flamboyan seperti Kevin Bacon. Karakter Jay hanya seperti seorang ayah-ayah
biasa yang menyayangi putranya, dan terkadang terlibat percekcokan dengan istri
dan sahabatnya. Karakternya bahkan terlihat sedikit polos dan melankolis.
Karakter Gal sebenarnya jauh lebih mirip pembunuh, dengan muka kasar dan mata
sendunya, namun rupanya pekerjaan kotor itu kebanyakan dilakukan Jay yang
ternyata lebih temperamental.
Plot
membosankan di lain sisi sebenarnya sukses membangun ketegangan-ketegangan yang
perlahan-lahan merayapi penonton. Ben Wheatley, sang sutradara, seperti
membangun pondasi untuk adegan klimaksnya. Membuatmu merasa bosan di awal,
lantas perlahan tapi pasti, Wheatley mengendapkanmu pada banyak misteri,
pertanyaan dan intensitas yang terbangun dengan cukup baik. Belum lagi scoring
music
yang terasa magis dan menghipnotis. Suara siulan yang samar-samar,
orkestra yang sumbang, bunyi biola (or cello) yang seolah-olah asal dibunyikan,
semuanya sukses membuat penonton berdebar-debar. Kamu akan menemukan ironi di
antara musik yang terasa indah, dan sebuah adegan pembunuhan.
Sejauh ini
saya membicarakan Kill List sebagai film yang cool, dan saya rasa sebagian dari
pembaca blog ini akan ingin cepat-cepat menaruh Kill List pada daftar film yang harus ditonton.
Yeah, film ini memang terasa sedikit unik dan berbeda. Dan mungkin menonton
film ini dan menyukainya bisa membuatmu terlihat pintar dan hipster-enough saat
membicarakannya di depan teman-teman gank-mu yang menyukai film-film
komersil. Namun saya
sendiri seolah-olah merasa dikhianati melalui twist dan endingnya. Seharusnya
twist menjadi hal yang menjawab pertanyaan, namun Kill List melakukan
sebaliknya: justru menimbulkan banyak pertanyaan. Okay, terkadang film pintar
adalah film yang memberikan ruang bagi penonton untuk menafsirkannya sendiri,
namun entahlah, saya seperti merasa ditipu. Ben Wheatley merubah film Kill List
menjadi cult movie (literally) dan saya membencinya. Saya membaca beberapa
comment orang lain mengenai film ini di internet, dan sebagian penonton yang
cukup betah menyaksikan film ini dua kali akan terasa terhibur ketika rupanya
Wheatley telah menaruh banyak petunjuk mengenai apa yang sesungguhnya terjadi
di banyak adegan. Saya cukup menyukai film ini, namun menontonnya dua kali jadi
agak terasa membuang-buang waktu, dan misteri yang “terkuak” itu bagi saya
tetap seperti misteri. Sangat menyebalkan memang. Or I’m just not smart enough
to understand what’s the point.

Overview:
Mengabaikan
twistnya (yang mungkin bisa ditebak bagi kebanyakan orang dengan “movie-list”
sudah cukup panjang dan cukup “keren”), Kill List tetaplah film horror-thriller
yang sangat menegangkan. Klimaksnya terasa sangat mendebarkan. Bagi penyuka
film horror-thriller dengan adegan keji, Kill List memberikannya melalui
rangkaian adegan brutal yang dijalin dengan lembut, dan tenang saja, film ini
punya script cukup kasar dengan banyak kata “Fuck”.  Kill List, minus adegan akhirnya, tetaplah
sebuah film wajib tonton.

ADVERTISEMENT
Tags: FilmInformasiMengulasMovieReviewSinopsiSpoilerUlasanUlasan Film
ShareTweetSendShare
Ulasan

Ulasan

Related Posts

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Makassar
Review

[Wrapped Up] Biao Mei Wan Fu – 表妹万福 (2026) Part III

01.01.2026
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Ambon
Review

Shi Ri Zhong Yan – 十日终焉 (2026)

01.01.2026
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Ternate
Review

[OST] Love and Crown / Feng Huang Tai Shang – 凤凰台上 (2025) Part III

01.01.2026
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Sorong
Review

[Wrapped Up] When I Meet the Moon / Zhe Yue Liang – 折月亮 (2026) Part IV

01.01.2026
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Jayapura
Review

[Release Date] Love and Crown / Feng Huang Tai Shang – 凤凰台上 (2025) Part II

01.01.2026
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Jakarta Pusat
Review

[First Impression] Love in the Clouds / Ru Qing Yun – 入青云 (2025) Part X

01.01.2026
Next Post
Faruddat ila khamsin `amaliyyah

Faruddat ila khamsin `amaliyyah

Aquascape Termahal Tanaman Aquascape ?? Hobi Mahal

Iklan

Recommended Stories

Cara Menghilangkan Internet Positif dan Membuka Situs Yang Diblokir

27.11.2015
Konsekuensi Dari Mengucapkan Syahadat

Sejarah Padang Lawas (3): Pane, Binanga, Sunggam, Angkola dan Mandailing; Invasi Chola di Sumatra dan Prasasti Tanjore 1030

22.03.2024

Indahnya Wisata Air Terjun Girimanik Setren Wonogiri

01.04.2015

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?