



Persahabatan dan benih – benih asmara mulai tumbuh diantara keduanya seiring film berjalan. Mungkin lebih tepat disebut sebagai teman tapi mesra karena baik Guy dan Girl tak pernah secara eksplisit menyatakan perasaan mereka, malah lebih sering curhat mengenai pasangan masing – masing yang pergi jauh dari mereka. Guy memiliki impian untuk merekam demo musiknya dan Girl bersedia menawarkan bantuan kepadanya. Kisah cinta yang terjalin diantara mereka terbilang unik dan cukup menyentuh. Yang membedakan Once dari film romantis lain adalah tidak adanya rayuan penuh dengan dialog gombal nan memuakkan, bahkan keduanya tak saling menggoda, meski secara teknis iya. Bagi yang agak sensitif dengan adegan seks dan ciuman, bisa bernafas lega karena Guy dan Girl tidak melakukannya. Once adalah mengenai dua orang kesepian yang membutuhkan cinta dan disatukan karena memiliki hasrat yang sama terhadap musik.
Musik memang selalu cocok jika dipasangkan dengan cinta. Terkadang musik mampu berbicara lebih banyak ketimbang dengan kata – kata. Once yang merupakan film musikal ini memang tergolong minim dialog, berbeda jauh dengan apa yang dihadirkan oleh film paling romantis dekade ini, Before Sunset. Namun jangan salah sangka, musikal yang hadir disini bukan berarti para pemainnya mendadak bergoyang dan melantunkan lagu secara spontan di berbagai tempat yang tak lazim, namun lebih seperti ungkapan isi hati dari Guy dan Girl yang akan terasa aneh apabila dituturkan melalui dialog. Glen Hansard dan Marketa Irglová bermain natural dan meyakinkan meski pengalaman akting mereka masih minim, utamanya Irglová yang menjadikan Once sebagai debut aktingnya. Chemistry diantara keduanya terjalin begitu kuat.
Sulit untuk menjelaskan keapikan dari Once karena jujur saja meski saya sudah menontonnya sebanyak tiga kali, tetap saya temukan sesuatu yang baru dan perasaan yang diciptakan seusai menonton Once selalu sama. Kalian harus menontonnya sendiri untuk membuktikannya. Sebuah film romantis yang bertutur mengenai kisah cinta dari dua musisi kesepian ditampilkan secara tulus, realistis dan tidak berlebihan. Perasaan yang hangat dan tersentuh berhasil didapat seusai menyaksikannya. Mungkin kita akan tak nyaman dengan cara Carney mengakhiri film ini. Tapi, itulah solusi terbaik yang bisa dihadirkan dan itu menjadikan Once, bagi saya, sebagai salah satu film yang memiliki ending terbaik. Berbagai macam perasaan campur aduk saat menyaksikan scene terakhir yang memperlihatkan piano untuk si gadis dan ekspresi si pria. Sungguh sulit untuk dilupakan.
Outstanding
Trailer :




