MANFAAT UTAMA ZAKAT FITHRI ADALAH UNTUK YANG
MENUNAIKANNYA
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Salah satu kewajiban yang mesti ditunaikan
oleh orang orang muslim pada hari berbuka atau berakhirnya bulan Ramadhan adalah
ZAKAT FITHRI. Salah satu dalilnya adalah hadits dari Ibnu Umar, ia
berkata :
فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – زَكَاةَ الْفِطْرِ
صَاعًا مِنْ تَمْرٍ ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ ،
وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى ، وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ
بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum
bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak
kecil maupun dewasa. Zakat tersebut diperintahkan dikeluarkan sebelum orang
orang keluar untuk melaksanakan shalat ‘Ied. (H.R Imam Bukhari dan Imam
Muslim).
Kita paham bahwa zakat fithri yang kita tunaikan
tentulah memberikan kegembiraan kepada orang orang miskin yang menerimanya.
Tetapi ketahuilah saudaraku, dalam hal ini janganlah merasa lebih tinggi dari
orang miskin yang telah kita beri zakat fithri. Jangan pula merasa telah
memberi manfaat besar kepada mereka.
Ketahuilah bahwa SUNGGUH MANFAAT UTAMA DAN
TERBESAR didapat OLEH YANG MENUNAIKAN ZAKAT FITHRI karena :
(1) Merasa senang telah mampu menunaikan perintah
wajib zakat fithri sesuai petunjuk syariat.
(2) Dan yang PALING PENTING diketahui adalah bahwa MANFAAT
UTAMA dari zakat fitri yang kita tunaikan yaitu untuk mensucikan diri kita
sebagai shaaimiin dan shaaimaat yang ketika berpuasa telah melakukan senda gurau dan mengucapkan kata
kata keji. Perkara ini adalah sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas, ia berkata :
فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ
طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ
أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ
الصَّلاَةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam mewajibkan zakat fithri UNTUK MENSUCIKAN ORANG YANG BERPUASA DARI
BERSENDA GURAU DAN KATA KATA KEJI, dan juga untuk memberi makan (orang) miskin.
Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan
barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai
sedekah di antara berbagai sedekah. (H.R Abu Dawud
dan Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh al Albani).
Dari zhahir hadits ini dapatlah kita memahami bahwa SUNGGUH
MANFAAT UTAMA dari zakat fithri yang
kita tunaikan ADALAH UNTUK DIRI KITA SENDIRI. Insya Allah ada manfaatnya bagi
kita semua. Wallahu A’lam. (2.622)










