TAHAN DIRI UNTUK TIDAK BERBICARA KECUALI YANG
BAIK
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Sungguh Rasulullah Salallahu alaihi Wasallam
telah mengingatkan kita untuk tidak
sembarangan berbicara. Beliau bersabda :
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ
وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ،
Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari
Akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim,
dari Abu Hurairah).
Syaikh Utsaimin berkata : (1) Perkataan yang
baik, inilah yang diperintahkan. (2) Perkataan yang buruk, inilah yang
diharamkan. Apakah buruk isinya ataupun buruk akibatnya. (3) Perkataan yang sia
sia yaitu tidak mengandung kebaikan dan tidak pula mengandung keburukan.
Seseorang tidak diharamkan mengucapkannya tetapi yang lebih utama baginya
adalah diam.
Kemudian Syaikh membawakan satu hadits tentang
pertanyaan Muadz bin Jabbal : Wahai Rasulullah apakah kita akan disiksa
(diminta pertanggung jawaban) karena apa yang kita ucapkan ?. Rasulullah
Salallahu ‘alalihi Wasallam menjawab :
ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا
مُعَاذُ، وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَى
مَنَاخِرِهِمْ إِلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ
(Celakalah kamu), ibumu
kehilanganmu wahai Mu’adz !. Tidaklah
manusia itu disungkurkan ke dalam neraka di atas muka atau hidung mereka,
melainkan karena hasil ucapan lisan mereka. (H.R at Tirmidzi, dinilai shahih
oleh Syaikh al Albani).
Oleh karena itu bersungguh
sungguhlah untuk TIDAK BERBICARA kecuali yang baik baik, karena itu akan
menguatkan imanmu, menjaga lisanmu dan menjadikan kamu lebih utama di hadapan
teman temanmu. (Syarah Arba’in
an Nabawiyah).
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam mengingatkan
dalam sabda beliau yang diriwayatkan dari Abu Hurairah berikut ini :
إن العبد ليتكلم بالكلمة من رضوان الله
, لا يلقي لها بالا , يرفعه الله بها درجات , و إن العبد ليتكلم بالكلمة من سخط الله
, لا يلقي لها بالا يهوي بها في جهنم
Sungguh seorang
hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan keridhaan Allah, namun dia
menganggapnya ringan, karena sebab perkataan tersebut Allah meninggikan
derajatnya.
Dan sungguh
seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan kemurkaan Allah, namun
dia menganggapnya ringan, dan TERSEBAB PERKATAAN TERSEBUT DIA DILEMPARKAN KE
DALAM API NERAKA. (H.R Imam Bukhari dan
Imam Muslim).
Umar bin
Khaththab memberi nasehat : Semoga Allah merakhmati orang yang menahan diri
dari banyak berbicara dan lebih mengutamakan banyak beramal. (Uyun al Akhbar,
Ibnu Taimiyah).
Sungguh di
zaman ini sangat banyak manusia yang suka berbicara bahkan rebutan untuk
berbicara baik lisan maupun tulisan di media sosial. Amat sering pula kita
dapati manusia membicarakan perkara yang tak berguna. Ada pula yang berbicara
membuat tersinggung oran lain. Ada pula yang menanyakan sesuatu yang tak
bermanfaat. Semua itu menunjukkan masih lemahnya kualitas keislaman mereka.
Oleh karena
itu hamba hamba Allah hendaklah menjaga diri untuk tidak berbicara kecuali hal
hal yang mendatangkan kebaikan. Dan dalam hal ini termasuk re sharing
ataupun komentar di media sosial. Sungguh
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا
لاَ يَعْنِيهِ
Di antara kebaikan Islam seseorang
adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya. (H.R at Tirmidzi dan
Ibnu Majah, di shahihkan oleh Syaikh al Albani)
Insya Allah
ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.367)










