BERLARILAH MENUJU KETAATAN KEPADA ALLAH
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Taat kepada Allah Ta’ala yaitu dengan
bertaubat kepada-Nya dan melaksanakan perintah serta berhenti dari semua yang
dilarang-Nya. Inilah jalan untuk menjadi orang yang beruntung di akhirat kelak.
Allah Ta’ala berfirman :
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ
أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ
الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan
pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan
dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan
dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. (Q.S Ali Imran 185)
Seorang hamba hendaklah tidak berlalai lalai
dalam ketaatan tapi bersegera, berlari. Allah Ta’ala berfirman :
فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ ۖ إِنِّي
لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ
Maka segeralah kembali kepada (mentaati)
Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata untukmu. (Q.S adz
Dzaariyat 50).
Tentang ayat ini, Syaikh as Sa’di berkata :
Tatkala Allah Ta’ala menyeru hamba hamba-Nya untuk melihat tanda tanda
kekuasaan-Nya yang mengharuskan mereka takut dan kembali kepada-Nya. Allah Ta’ala
memerintahkan sesuatu yang menjadi tujuan dari seruan itu yaitu LARI (MENDEKAT)
KEPADA-NYA.
Maksudnya
: (1) Lari dan menjauh dari semua yang dibenci Allah Ta’ala menuju YANG
DICINTAI ALLAH TA’ALA. (2) Lari dari kebodohan menuju ilmu. (3) Lari dari kekufuran
menuju iman. (4) Lari dari kemaksiatan menuju ketaatan. (5) Lari dari kelalaian
menuju kewaspadaan.
Siapapun yang memenuhi hal tersebut maka dia
telah menyempurnakan agama secara keseluruhan. Semua yang ditakuti akan lenyap
darinya dan akan memperoleh tujuan yang diinginkan.
Allah Ta’ala menyebutkan KEMBALI KEPADA-NYA
SEBAGAI LARI, sebab kembali kepada SELAIN ALLAH terdapat berbagai hal yang
ditakuti dan tidak diinginkan. Sedangkan (jika) kembali kepada Allah Ta’ala
terdapat berbagai hal yang disenangi, keamanan, kebahagiaan dan keberuntungan. (Tafsir
Taisir Karimir Rahman).
Lafazh FAFIRRU ILALLAAH, BERLARILAH KEPADA
ALLAH TA’ALA yaitu bergegaslah dan bersegeralah. Jangan berleha leha. Jangan
berlalai lalai. Tidak pula berpangku tangan tanpa berbuat sesuatu yang sifatnya
bersegera. Allah Ta’ala berfirman :
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ
رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ
لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari
Rabb-mu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang
disediakan bagi orang orang yang bertakwa. (Q.S Ali Imran 133).
Ketahuilah bahwa berlari atau bersegera menuju
kebaikan banyak pula penghalangnya. Diantaranya adalah hawa nafsu yang
terkadang mendorong kepada keburukan. Syaithan yang terus berusaha untuk
menggelincirkan. Dan juga ada para penyeru kesesatan yang mengajak kepada dosa
dan maksiat.
Oleh karena itu hamba hamba Allah senantiasa
berlari dan bersegera menuju ketaatan dan kebaikan. Insya Allah ada
manfaatnyabagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.142)










