PERINGATAN RASULULLAH KEPADA YANG SHALAT
TERBURU BURU
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Seorang hamba janganlah terburu buru atau
terlalu cepat ketika shalat sehingga mengabaikan thuma’ninah. Dengan shalat
yang terburu buru, seseorang yang shalat biasanya mengorbankan ruku’ dan
sujudnya. Belum sempurna ruku’ dan sujudnya lalu sudah bangkit. Mungkin saja
karena terburu buru agar bisa bersegera mengejar urusan dunia dan bisa jadi
pula karena belum paham tentang kewajiban thuma’ninah dalam shalat.
Ketahuilah bahwa Rasulullah Salallahu ‘alaihi
Wasalam telah memberi peringatan keras kepada orang orang yang tidak
menyempurnakan ruku’ dan sujudnya ketika shalat.
Pertama : Beliau bersabda :
أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي
يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ يَسْرِقُ مِنْ
صَلاَتِهِ؟ قَالَ: لاَ يُتِمُّ رُكُوْعُهَا وَلاَ سُجُوْدُهَا
Sejahat jahat pencuri adalah orang yang
mencuri dalam shalatnya. Mereka (para sahabat) bertanya : Bagaimana dia mencuri
dalam shalatnya ? Beliau menjawab : (dia) tidak menyempurnakan rukuk
dan sujudnya. (H.R Imam Ahmad).
Kedua : Beliau bersabda :
رأى رجلًا لا يتمُّ ركوعَه ، وينقرَ في
سجودهِ وهو يصلِّي ، فقال : لو ماتَ هذا على حالهِ هذه ، مات على غيرِ ملَّةِ
محمدٍ صلَّى اللهُ عليه وسلم ، ينقُر صلاتَه كما ينقرُ الغرابُ الدَّمَ ، مثَلُ
الذي لا يتمُّ ركوعَه وينقرُ في سجودهِ ، مَثلُ الجائعِ الذي يأكلُ التمرةَ
والتمرتينِ ، لا يُغنيانِ عنه شيئًا
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam
melihat seorang lelaki yang tidak menyempurnakan rukuknya, dan ia mematuk-matuk
di dalam sujudnya (karena saking cepatnya) ketika dia shalat. Maka Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
Jika orang ini mati dalam keadaan seperti ini, maka dia tidak mati di
atas ajaran Muhammad.
Ia mematuk-matuk seperti gagak mematuk daging.
Permisalan orang yang tidak menyempurnakan rukuknya dan mematuk-matuk dalam
sujudnya seperti seorang yang lapar yang hanya memakan satu atau dua buah
kurma. Itu tidak mencukupinya sedikit pun. (HR Ath Thabrani, dishahihkan oleh
Syaikh al Albani).
Oleh karena itu hamba hamba Allah hendaklah
tidak tergesa gesa dalam shalat termasuk menjaga ruku’ dan sujud. Ketahuilah
bahwa dosa dosa seorang hamba berguguran saat dia ruku’ dan sujud dalam
shalatnya. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا قَامَ يُصَلِّي
أُتِيَ بِذُنُوبِهِ فَوَضَعَتْ عَلَى رَأْسِهِ أَوْ عَاتِقِهِ فَكُلَّمَا رَكَعَ
أَوْ سَجَدَ تساقطت عنه
Sesungguhnya, tatkala seorang hamba berdiri
shalat, didatangkanlah seluruh dosanya, kemudian diletakkan di atas kepala dan kedua
pundaknya, maka ketika ia ruku’ dan sujud, dosa-dosa tersebut berguguran. (H.R
Ibnu Hibban, ath Thabrani, dan yang selainnya. Dishahihkan oleh Syaikh al
Albani dalam ash Shahihah).
Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua.
Wallahu A’lam. (2.121)








