KETIKA ORANG ORANG BERIMAN DIDATANGI
WABAH PENYAKIT
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Saat artikel ini disusun, orang orang
beriman di negeri kita masih sedang mendapat ujian berupa wabah penyakit yang memiliki nama resmi
covid 19. Sungguh ujian berupa musibah ini adalah ketetapan dari Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala berfirman :
قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ
لَنَا هُوَ مَوْلَىٰنَا ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ
Katakanlah
(Muhammad). Tidak akan menimpa kami melainkan APA YANG TELAH DITETAPKAN ALLAH
BAGI KAMI. (Q.S at Taubah 51).
Allah Ta’ala berfirman :
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا
بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ
Tidak ada
sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah.
(Q.S at Taghabun 11).
Allah Ta’ala telah mengingatkan pula sebagaimana firman-Nya :
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ
يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
وَلَقَدْ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ
فَلَيَعْلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ وَلَيَعْلَمَنَّ ٱلْكَٰذِبِينَ
Apakah manusia mengira
mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan beriman, dan mereka tidak diuji
?. Dan sungguh, Kami telah menguji orang orang sebelum mereka maka Allah pasti
mengetahui orang orang yang benar dan pasti mengetahui orang orang yang dusta.
(Q.S al Ankabuut 2).
Ketika ada musibah maka sikap yang paling
pertama harus dikedepankan oleh orang orang orang beriman adalah bersabar
karena memang orang orang beriman itu akan selalu diberi cobaan dan ujian. Ada
beberapa hal yang sangat dianjurkan ketika suatu musibah termasuk berupa wabah
penyakit. Diantaranya adalah :
Pertama : Perbanyak memohon ampun.
Sungguh, Allah Ta’ala telah mengingatkan bahwa
hamba hamba-Nya berbuat dosa malam dan siang dan Allah akan mengampuni dosa
hamba-Nya dengan memohon ampun. Dalam satu hadits qudsi, Allah
Ta’ala berfirman :
يَا عِبَادِى إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ
وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِى أَغْفِرْ لَكُمْ
Wahai para
hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di malam dan siang hari, dan Aku
akan mengampuni seluruh dosa, maka minta ampunlah kepada-Ku, niscaya akan Aku
ampuni dosa-dosa kalian. (H.R Imam Muslim).
Ketahuilah bahwa dosa dan maksiat akan
mendatangkan musibah dan berbagai bencana, sebagaimana firman Allah Ta’ala :
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ
فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
Dan musibah apa saja yang menimpa kamu adalah
karena perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahanmu). Q.S asy Syuura 30.
Ibnu Qayyim al Jauziyah rahimahullah
mengatakan : Di antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan
nikmat dan AKIBAT DOSA ADALAH MENDATANGKAN BENCANA (MUSIBAH). Oleh
karena itu, hilangnya suatu nikmat dari seorang hamba adalah karena dosa.
Begitu pula datangnya berbagai musibah juga disebabkan oleh dosa. (Al Jawabul
Kaafi)
Ibnu Rajab al Hambali rahimahullah mengatakan
: Tidaklah disandarkan suatu kejelekan (kerusakan) melainkan pada dosa
karena semua musibah itu disebabkan karena dosa. (Latha’if Ma’arif).
Oleh sebab itu, hamba hamba Allah
bersegeralah meninggalkan dosa dan maksiat yang mendatangkan murka Allah dan
PERBANYAK MEMOHON AMPUN. Diantara
permohonan ampun yang diajarkan Rasulullah Salalllahu ‘alaihi Wasallam dan
sangat baik untuk kita amalkan adalah :
رَبِّ اغْفِرْ لِى وَتُبْ عَلَىَّ
إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Ya Allah ampunilah aku dan terimalah taubatku,
sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (H.R Abu Dawud).
Kedua : Perbanyak bersedekah.
Ketahuilah bahwa orang orang yang telah
memohon ampun sangat dianjurkan untuk
segera banyak bersedekah karena sedekah
itu akan mengampuni dosa dosanya. Allah Ta’ala berfirman :
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا
هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ
وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Jika kamu menampakkan sedekahmu maka itu baik.
Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang orang fakir maka
itu lebih baik bagimu DAN ALLAH AKAN MENGHAPUSKAN SEBAGIAN KESALAHAN KESALAHANMU.
Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
(Q.S al Baqarah 271).
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam
mengingatkan pula bahwa salah satu keutamaan sedekah adalah menghapuskan dosa, sebagaimana sabda beliau :
والصدقة تطفىء الخطيئة كما تطفىء الماء
النار
Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air
memadamkan api. (H.R at Tirmidzi, di shahihkan oleh Syaikh al Albani).
Sungguh Allah Ta’ala akan menahan murka-Nya
terhadap orang orang beriman apabila banyak sedekah. Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda :
إن صَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ
Sesungguhnya sedekah yang dikeluarkan secara
rahasia dapat memadamkan murka Allah Subhanahu wa Ta’ala. (H.R ath Thabrani,
dishahihkan Syaikh al Albani).
Oleh karena itu hamba hamba Allah perbanyaklah
sedekah. Sungguh kita mengetahui saat ada musibah berupa wabah maka sangatlah banyak
orang yang berkurang penghasilanna atau hilang sebagian penghasilannya. Bahkan
ada pula yang kehilangan pekerjaan bahkan kesehatan. Sungguh inilah kesempatan
sangat baik dan SANGAT DIANJURKAN memberi sedekah kepada orang orang yang
membutuhkan ketika kita ada kemampuan.
Ketiga : Bersyukur dengan nikmat yang
masih ada.
Kita
mengetahui bahwa dengan adanya wabah yang melanda, ADA SEBAGIAN NIKMAT diambil Allah Ta’ala dari hamba hamba-Nya.
Diantaranya, berkurangnya kesempatan untuk berusaha mencari rizki, berkurangnya
kesempatan belajar ilmu bagi kita dan anak anak kita, berkurangnya nikmat sehat
dan berkurangnya nikmat ketentraman hati serta berkurangnya kenyamanan karena
harus mengikuti protokol kesehatan dan yang
lainnya.
Meskipun ada nikmat yang diambil tapi ingatlah
bahwa TERNYATA SANGAT BANYAK NIKMAT
ALLAH YANG MASIH ADA PADA KITA. Dan satu hal yang PALING PENTING UNTUK KITA
SYUKURI adalah bahwa meskipun ada musibah berupa wabah TERNYATA SAMPAI SAAT INI ALLAH TA’ALA TIDAK
MENGAMBIL NIKMAT IMAN yang telah Dia anugerahkan kepada kita.
Betapapun terasa beratnya musibah berupa wabah
penyakit ini melanda negeri kita, kita masih tetap bersyukur dengan sebenar
benar syukur karena IMAN YANG ADA DALAM DIRI KITA masih bisa melahirkan
berbagai amal amal shalih yang menjadi bekal kita ketika kembali ke negeri
akhirat kelak.
Oleh karena itu,
hamba hamba Allah tetaplah bersyukur dengan nikmat yang masih ada dan yang akan
diberi-Nya. Ketika kita banyak bersyukur
maka akan turun RIDHA ALLAH kepada kita. Allah Ta’ala berfirman :
وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ ۗ
Jika kamu bersyukur Dia (Allah Ta’ala)
meridhai kesyukuranmu itu. (Q.S az Zumar 7).
Itulah sebagian upaya yang bisa dilakukan oleh
orang orang beriman ketika wabah penyakit melanda. Dan tentu HARUSLAH KITA
TETAP BERDOA semoga Allah Ta’ala mengampuni dosa dosa kita dan mengangkat
penyakit ini dari negeri kita khususnya dan dari negeri kaum muslimin umumnya.
Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua.
Wallahu A’lam. (2.107).







