kewajiban utama setiap hamba. Sungguh taat kepada Allah Ta’ala, khususnya dalam
menyembah kepada-Nya haruslah terus menerus sampai akhir hayat. Allah Ta’ala
berfirman :
الْيَقِينُ
datang kepadamu. (Q.S al Hijr 99).
sampai ajal tiba. Maksudnya, kontinyulah, engkau (Muhammad) mendekatkan diri kepada Allah dengan segala
macam ibadah disetiap waktu. Maka beliau mentaati perintah Rabb-nya dan
senantiasa beribadah sampai datang al
yaqin dari Rabbnya. (Tafsir Taisir
Karimir Rahman).
memerintahkan kita melakukan berbagai ibadah sebagai bukti ketaatan kita
kepada-Nya. Tapi ketahuilah bahwa hamba hamba Allah harus menjaga kesabarannya
dalam melakukan ketaatan.
اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan
tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah
kepada Allah supaya kamu beruntung. (Q.S Ali Imran 200).
diperintahkan agar bersabar di atas agama yang telah Allah Ta’ala ridhai untuk
mereka yaitu agama Islam. Jangan sampai mereka meninggalkannya dengan sebab
senang atau susah, sengsara atau sejahtera, sehingga mereka mati dalam keadaan
sebagai orang Islam. Dan agar mereka menambah kesabaran menghadapi musuh musuh
yang menyembunyikan agama mereka (Tafsir Ibnu Katsir).
ada pada tiga tempat. Satu diantaranya adalah SABAR DALAM MENJALANKAN KETAATAN.
:
يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ
orang-orang yang menyeru Rabb-nya di pagi
dan senja hari dengan mengharap wajah-Nya. (Q.S al Kahfi 28)
kita terhadap sabar misalnya ketika melakukan SHALAT MALAM. Kita harus bersiap
diri untuk bangun di sepertiga malam terakhir padahal inilah waktu yang sangat
menggoda untuk tidur. Kita bersabar dan kita lawan keinginan untuk tidur demi
menunjukkan ketaatan kepada Allah Ta’ala.
harus melaksanakan PUASA BAIK YANG WAJIB MAUPUN YANG SUNNAH. Harus bersabar
menahan hawa nafsu dan harus bersabar untuk meninggalkan sesuatu yang mubah
bahkan yang halal sekalipun.
bersabda:
كلِّ شهر…
puasalah di tiga hari pada setiap bulan. (H.R an Nasa’i)
‘alaihi wa sallam mensifati bulan Ramadhan sebagai bulan kesabaran, hal itu
dikarenakan terkumpul dalam bulan Ramadhan seluruh jenis kesabaran : (1) Sabar
melaksanakan ketaatan kepada Allah Ta’ala. (2) Sabar meninggalkan kemaksiatan
kepada-Nya dan. (3) Sabar dalam menghadapi ketetapan Allah Ta’ala yang berat
(yang dirasakan oleh seorang hamba).
balasan yang lebih baik kepada hamba hamba yang sabar. Allah Ta’ala berfirman :
الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
BALASAN KEPADA ORANG ORANG YANG SABAR dengan pahala yang lebih baik dari apa
yang telah mereka kerjakan. (Q.S an Nahl 96).
Allah Ta’ala berfirman :
يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
(Q.S az Zumar 10)
berkurang dalam melakukan ibadah maka hinggaplah penyakit yang bernama futur
yaitu berupa kemalasan, menunda-nunda
atau berlambat lambat dalam melakukan suatu kebaikan dan ibadah pada hal
sebelumnya bersegera. Semuanya akan berujung kepada kerugian dan penyesalan.
berusaha menjaga kesabaran dalam melakukan ketaatan yang disyariatkan. Insya
Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.980)





































