LAGI
dari hari ke hari maka kita menyaksikan sangatlah banyak manusia SAAT INI YANG
MASIH BERKUBANG DALAM DOSA. MASIH TENGGELAM DALAM PERBUATAN MAKSIAT.
lakukan, diantaranya adalah dosa dosa besar termasuk dosa besar yang paling
besar yaitu berbuat kesyirikan seperti meminta kepada selain Allah, memberi
sesajen kepada dewa ini dan dewa itu yang mereka anggap bisa memberi rizki dan
keselamatan. Na’udzubillah min dzaalik.
orang melakukan kezhaliman terhadap orang lain. Mengambil hartanya tanpa hak
dengan cara korupsi, merampok dan menipu. Ada lagi yang semena mena menyakiti
orang lain seperti melukai bahkan membunuh, menghina dan menjatuhkan
kehormatannya. MENTANG MENTANG PUNYA KEKUASAAN DAN KEKUATAN.
Ta’ala berikut ini :
kerjakan. (Q.S al Maidah 71).
keburukan, maksiat dan kezhaliman tak akan luput dari adzab di dunia dan adzab di
akhirat pasti lebih berat lagi. Allah Ta’ala berfirman :
السَّيِّئَاتِ أَنْ يَسْبِقُونَا ۚ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ
itu mengira bahwa MEREKA AKAN LUPUT dari (adzab) Kami ?. Sangatlah buruk apa
yang mereka tetapkan itu. (Q.S al Ankabut 4)
ampun dan bertaubat. Jangan menunggu ini dan itu lagi, BERTAUBATLAH SEKARANG,
jangan terlambat. Allah Ta’ala Maha Penerima Taubat. Allah Ta’ala berfirman :
Penyayang. (Q.S an Nisa’ 16)
DITERIMA LAGI. Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata : Hendaknya
taubat dilakukan pada waktu pintu taubat masih terbuka. Sebab ada waktu dimana
pintu taubat tertutup dan TAUBAT PADA SAAT ITU TIDAK DITERIMA LAGI, yaitu :
berdasarkan firman Allah Ta’ala :
يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّىٰ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ
إِنِّي تُبْتُ الْآنَ
mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di
antara mereka (barulah) dia mengatakan : Aku benar benar betaubat sekarang. (Q.S
an Nisa’ 18)
(adanya) adzab barulah dia berkata : Aku taubat !. Maka taubat saat itu sudah
tidak berguna lagi. Contohnya adalah Fir’aun, ketika tenggelam barulah dia
berkata : Aku beriman kepada ilah (Rabb)
yang diimani oleh Bani Israil.
sebelah barat.
beriman setelah mereka melihat matahari terbit dari sebelah barat. Akan tetapi
Allah Ta’ala berfirman :
لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ
فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا ۗ
Rabb-mu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau
(belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu. (Q.S al An’am 158).
Lihat Tafsir Juz ‘Amma.
Wallahu A’lam. (1.978)





































