puncak keinginan hamba hamba Allah, karena surga yaitu tempat yang paling
diidamkan hanya disediakan untuk untuk orang orang bertakwa. Allah Ta’ala
berfirman :
رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ
لِلْمُتَّقِينَ
dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang DISEDIAKAN BAGI
ORANG ORANG YANG BERTAKWA. (Q.S Ali Imran 133).
telah mengingatkan agar hamba hamba Allah bertakwa di manapun berada, yaitu
sebagaimana sabda beliau :
الرَّحْمَنِ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُولِ اللهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: (اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ،
وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ
حَسَنٍ) رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ. وَفِي بَعْضِ النُّسَخِ:
حَسَنٌ صَحِيْحٌ.
dan Abu ‘Abdirrahman Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di
mana pun engkau berada; iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, maka
kebaikan akan menghapuskan keburukan itu; dan pergaulilah manusia dengan akhlak
yang baik. (H.R at Tirmidzi, dia mengatakan haditsnya itu hasan dalam sebagian
naskah disebutkan hadits ini hasan
shahih).
berkata : Makna takwa dalam syariat adalah SESEORANG MELINDUNGI DIRINYA DARI
MURKA ALLAH. Yaitu dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan.
Membenarkan semua berita (dari Allah) dan beribadah kepada Allah Ta’ala sesuai
dengan yang disyariatkan-Nya. Bukan dengan cara yang bid’ah atau muhdats (sesuatu
yang diada adakan, peny.)
setiap keadaan, tempat dan waktu. Sehingga seseorang bertakwa kepada Allah
KETIKA SENDIRI DAN KETIKA DI KERAMAIAN. Ketika dilihat manusia ataupun ketika
tersembunyi dari mereka. (Syarah Hadits Arba’in an Nawawiyah).
saat sendirian atau ketika di keramaian. Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin,
ketika beliau mensyarah hadits ini, mengatakan bahwa dalam hal ini jawabannya
perlu diperinci :
Jika ketakwaanmu di tengah keramaian (untuk) diikuti dan dicontoh orang lain
maka menampakkannya lebih utama bagimu. Karenanya Allah memuji orang orang yang
berinfak secara sembunyi sembunyi maupun terang terangan. Rasulullah Salallahu
‘alaihi Wasallam bersabda :
حَسَنَةً فَلَهُ أَجرُهَا وأَجٌرُ مَنٌ عَمِلَ بِهَا إِلَى يَوٌمِ القِيَامَةِ
sunnah yang baik (untuk diikuti) dalam Islam, maka baginya pahala, dan pahala
orang yang mengamalkannya (atas petunjuknya) sampai hari Kiamat. (H.R Imam
Muslim).
Adapun jika menampakkannya tidak mendatangkan manfaat, maka disembunyikan
menjadi lebih utama. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Salallahi ‘alaihi
Wasallam tentang orang orang yang akan dinaungi Allah Ta’ala pada hari Kiamat, tidak ada
naungan kecuali naungan-Nya. Syaikh
menyebutkan hadits :
بِصَدَقَةٍ فَأَخٌفَاهَا حَتَّ لاَ تَعٌلَمُ شِمَالُهُ مَتُنٌفِقُ يَمِنُهُ
lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diberikan
oleh tangan kanannya …(H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).
akan senantiasa menjaga takwa kapanpun dan di manapun, di keramaian ataupun
ketika sendiri. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.974).






































